Tim Pegasus Polrestabes Medan Kembali Tembak Mati Pelaku Begal Sadis Yang Sudah Lama Buron
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Polrestabes Medan melalui Tim Penaganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polrestabes Medan kembali menembak mati begal sadis yang beraksi pada tanggal 13 Desember 2017 yang lalu karena Melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam secara membabi buta.
Pelaku begal yang tewas ditembak mati, bernama Afandri Simangunsong alias Bangun (37), yang warga Jalan Rawa Cangkuk, Lorong Arab, Kecamatan Medan Denai.
Pelaku begal yang merupakan otak dari perampokan ini tewas setelah dada sebelah kanan dan kakinya ditembus peluru karena mencoba menyerang petugas dengan golok di Jalan Perdana tepatnya di bantaran sungai (samping Bank Mandiri)
Sebelum ditembak, pelaku yang terkenal sadis ini merampok seorang wanita bernama Yunita di Jalan Mabar Kecamatan Medan Perjuangan pada 13 Desember 2017 lalu.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira SH SIK dalam kegerangan persnya, Rabu 8/8/2018 jam 15:30 WIB di lapangan apel Polrestabes Medan mengatakan tersangka Affandi terpaksa ditembak mati karena menyerang anggota menggunakan golok.
“Tersangka Afandri ini terkenal sadis. Terakhir ia terlibat perampokan terhadap Yunita hingga mengalami luka lecet karena diseret-seret oleh pelaku dan kawan-kawannya,” ujar Kombes Pol Dadang.
Oleh korban, peraih Naskah Strategi Perorangan (Nastrap) terbaik pada Pendidikan Regional (Dikreg) ke-26 Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Tahun 2017 ini menjelaskan, peristiwa itu dilaporkan ke Mapolrestabes Medan.
“Menindaklanjuti laporan kasus itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan menangkap M Ridho Padang (24), Raja Amin Siregar alias Raja (33) dan terakhir menangkap tersangka Afandri,” jelas Kombes Pol Dadang.
Ditambahkannya, Raja Amin dan M Ridho yang terlebih dulu ditangkap bernasib sama dengan Afandri.
Mereka meninggal dunia karena menyerang anggota kita dan terakhir, dari hasil pengembangan Afandri inilah yang ditangkap.
“Tersangka Afandri ini sempat melarikan diri ke Pekanbaru, Riau pada Februari 2017. Namun beberapa lama di Pekanbaru Afandri kembali lagi ke Medan,” ujar peserta terbaik Dikreg ke-26 Sespimti Tahun 2017 ini.
Namun, Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira menerangkan, saat pelaku Alfandri kembali ke Medan petugas mendapat informasi tentang hal itu dan kita langsung mengintainya.
“Pada hari Rabu (8/8/2018) dinihari hari tadi, petugas yang melihat Afandri melintas di Jalan S Parman langsung melakukan pengejaran hingga Jalan Perdana hingga pada akhirnya pelaku turun ke bawah jembatan karena takut ditangkap Pegasus .
Melihat hal itu petugas terus memburu pelaku hingga ke bawah jembatan jalan Perdana.
Karena dibawah jembatan gelap gulita Tampa penerangan petugaspun mencoba mencari keberadaan pelaku hanya dengan penerangan senter HP saja,disaat itulah petugas diserang pelaku secara membabi buta dengan menggunakan golok.
Petugas telah berulang kali melepaskan tembakan peringatan ke udara sejak dari jalan S.Parman namun tak dihiraukan .
Dengan terpaksa petugas mengarahkan tembakan ke arah kaki namun hal itu tak membuat semangat menyerang pelaku surut,malah pelaku semakin beringas menyerang petugas sampai akhirnya tembakan di arahkan ke dada pelaku, pelakupun roboh dan tewas ditempat.
Dari pengungkapan itu, kata Dadang, diamankan barang bukti sepeda motor Honda Revo plat BK 2740 BD yang digunakannya saat melintas di Jalan S Parman, berikut helm dan golok yang dipergunakan untuk menyerang petugas.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan Raja Amin cs yang terkenal sadis ini sudah 14 kali melakukan aksi perampokan dan selalu berhasil menggasak sepeda motor para korbannya,” tandas Alumnus Akpol Tahun 1994 ini.(MR/Suriyanto)
