Warga Kec.Medan Helvetia Keluhkan Infrastruktur dan Pelayanan Kepling
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Warga masyarakat yang tinggal di daerah Kec.Medan Helvetia mengeluhkan masih buruknya infrastruktur khususnya drainase akibat terjadinya penyempitan dan pendangkalan sungai Bedera dan sungai Sei Sikambing akibat dampak dari pembangunan perumahan. Sehinga sampai saat ini, warga Kec.Medan Helvetia masih dihantui banjir apalagi di saat turun hujan.

Hal ini di ketahui pada saat pelaksanaan Reses I anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kota Medan, Robby Barus, SE dari fraksi PDI Perjuangan, di Jalan Persatuan Kel.Helvetia Timur, Kec.Medan Helvetia, Minggu,(1/4/18).
Seperti yang di ungkapkan Andy yang merupakan Sekretaris Camat (Sekcam) Kec.Medan Helvetia. Andy mengatakan bahwa daerah Kec.Medan Helvetia di kelilingi 3 aliran sungai yakni Sungai Sei Sikambing, Sungai Bedera dan Sungai Deli. Sehingga akibat terjadi penyumbatan di salah satu sungai saja, maka dampaknya bila turun hujan, beberapa daerah di Helvetia akan banjir.

“Kalau boleh melalui reses kali ini, kami meminta kepada anggota DPRD Medan agar meneruskannya ke Pemko Medan untuk dianggarkan pengorekan sungai bedera dan sungai sei sikambing, agar wilayah Kec.Medan Helvetia tidak terkena banjir lagi, meskipun kami tahu itu adalah tupoksinya BWS,” terang Andy.
Andy berharap, DPRD Kota Medan bisa memikirkan bagaimana cara agar dapat berkordinasi dengan kementerian RI, sehingga BWS mendapat anggaran untuk memperbaiki daerah sungai.
Siti Rahmah Simanjuntak, warga Jalan Istiqomah Gg.Purnama No.133, Lingkungan XI, kelurahan Helvetia Timur, Kec.Medan Helvetia pada sesi tanya jawab mengomentari kinerja Kepala Lingkungan XII tempat dia tinggal. Dimana, menurut guru sekolah dasar tersebut, bahwa Kepling mereka tidak pernah peduli dan tidak pernah memperhatikan keluhan warganya. Malah, Kepling XI tersebut berubah menjadi lawan warganya disaat ada salah satu permasalahan terkait ribut-ribut warganya tentang kondisi jalan dampak dari pembangunan perumahan Atrium.
” Kami ingin agar Kepling XI segera di ganti, karena sudah terlalu lama sehingga tidak lagi mempedulikan warganya. Seharusnya Kepling itu mempedulikan keluhan warganya, ini malah mempersulit warganya, kami sudah pernah mengadukan Kepling XI tersebut ke Camat melalui Lurah, dan tidak ada tanggapan, ini surat yang kedua akan kami layangkan juga, tapi kami juga ingin memberikan surat ini kepada Bapak Dewan, agar lebih cepat di tanggapi,” terang Simanjuntak.
Sementara itu, Muhammad Hidayah Hasibuan, warga Perumahan Helvetia, Jalan Matahari Raya No.70, pada kesempatan itu memberitahukan kepada Robby tentang dugaan penyalahgunaan penggunaan anggaran BOS oleh pihak Sekolah Dasar di Wilayah Kec.Medan Helvetia, dimana, menurut Hidayah, banyak sekali temuannya mengenai pembelian buku bagi siswa yang bukan buku terkini, artinya buku yang dibeli masih KTSP, sementara, saat ini sekolah sudah memakai buku K13.
“Jika Bapak Dewan dari PDI-P, bersedia membantu kami, agar pendidikan di Kota Medan ini dapat lebih baik lagi, kami bersedia memberikan data yang ada sama kami, sebagai bahan masukan bagi Bapak, sehingga dapat diambil langkah dan tindakan agar jangan sampai dana BOS disalahgunakan atau di duga di Mark-up oleh pengelola uang dari pemerintah pusat itu,” terang Hasibuan.
Menjawab keluhan warga Kec.Helvetia tadi, Robby mengatakan, untuk perbaikan daerah sungai, pihaknya tidak punya payung hukum untuk mengambil tindakan, namun dia akan mencoba membicarakannya melalui fraksi PDI Perjuangan nantinya akan melobi ke Jakarta agar diberikan anggaran bagi Badan Wilayah Sungai (BW) daerah Sumatera Utara,sehingga dapat memperbaiki kondisi sungai-sungai yang ada di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Helvetia.
Untuk masalah Kepling XI yang menurut laporan warga sudah tidak sesuai Tupoksi kerja, dan tidak pernah peduli warganya, Robby sangat kesal dan mengatakan, saat dirinya menjadi Kepling, tidak pernah mendapat teguran apalagi keluhan dari warganya. Untuk itu, anggota DPRD Kota Medan yang duduk di Komisi A ini, berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke Komisi A, dan segera akan memberi tindakan kepada oknum Kepling XI tersebut.
” Kepada Camat dan Lurah di Kecamata Medan Helvetia, saya selaku anggota DPRD Komisi B, akan atensi terhadap Kepling tersebut, dan jika memang layak untuk di ganti, Lurah dan Camat harus segera mencopot Kepling XI tersebut dan mengganti dengan yang pantas dan layak bagi warganya,” terang Robby.
Untuk informasi mengenai dugaan penyalahgunaan dana BOS yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pengelola dana BOS, Robby juga berjanji kepada warga yang memberikan informasi, agar memberikan data konkrit, untuk dijadikan bahan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan sehingga, pihaknya, akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk memeriksa oknum guru ataupun oknum Kepsek bila ternyata diketahui menyalahgunakan dana BOS.
Sambung Robby lagi, pemerintah saat ini sudah melaksanakan program E-Planing, yang bertujuan agar semua keluhan dan masukan serta perencanaan yang akan dilakukan dapat dimasukkan pada E-Planing tersebut.
” Jadi semua rencana kerja, keluhan warga dan masukan yang berfungsi sebagai pendukung pembangunan di Kota Medan dapat dimasukkan pada program E-Planing nantinya,” ujar anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 3 ini.
Usai menjawab berbagai pertanyaan warga Kelurahan Helvetia Timur, selanjutnya Robby menyempatkan diri untuk menghibur tiga ratusan warga yang hadir pada pelaksanaan reses-I anggota DPRD Kota Medan Robby Barus, SE dari Dapil-3 tersebut.
Amatan wartawan di Lokasi, Robby menyempatkan diri melantunkan dua buah lagu kesukaannya, yang didengarkan oleh ratusan warga yang hadir, sambil menikmati sajian makanan prasmanan yang juga telah disediakan oleh pihak panitia penyelenggara.(MR10/red)
