TIM PEMENAGAN ERAMAS DAN DJOSS KECEWA ATAS KINERJA DARI KPU TAPTENG
METRORAKYAT.COM | TAPTENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) gelar rapat pleno terbuka, penetapan daftar pemilihan sementara pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Sumatera Utara pada tahun 2018, di Gedung Artha Gabe tertanggal (15/03/2018) kemarin.
Selanjutnya dari sejumlah 20 Kecamatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hadir dalam rapat pleno terbuka pada penetapan daftar pemilihan sementara, pihak PPK diminta untuk mengumumkan data yang sudah di input agar pihak KPU Tapanuli Tengah bisa kroscek kebenarannya, oleh masing masing dari pihak PPK se kecamatan tapanuli tengah, ternyata masih banyak data yang tidak sinkron. Sehingga beberapa pihak PPK diminta mengulangi kembali untuk mengkoreksi data yang telah di input tersebut, sehingga agar tidak menjadi kejanggalan nantinya.
Ir. Halomoan Lumban tobing Ketua Komisioner KPU Tapanuli Tengah, meminta kepada pihak Panwaslih agar data daftar pemilihan tetap (DPT) bisa disempurnakan lagi, kiranya kami juga telah berkerja sesuai prosedur, jadi kami mohon kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK) kalau tidak ada data yang tidak pas mohon kabari kami, biar lebih sempurnanya pendataan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kami sudah berkerja sesuai prosedur, dalam penetapan daftar pemilihan sementara, kiranya kita dapat lebih serius dalam melakukan pendataan, agar pendataan dikalangan masyarakat semua terdata oleh panwaslih dan KPU,” sebut Halomoan.
Disamping itu dalam Rapat pleno terbuka, dalam penetapan daftar pemilihan sementara pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dihadirkan Tim dari kedua pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS), untuk menyaksikan rapat pleno terbuka yang digelar KPU Tapanuli Tengah digedung artha gabe, dari kedua pasangan tim “ERAMAS” dan “DJOSS” merasa tidak puas dengan hasil yang dibacakan oleh pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terlihat banyak kejanggalan kejanggalan dalam menginput data dilapangan, dengan perbedaan selisih data sampai ratusan yang tidak sinkron, untuk data pemilihan sementara tersebut.
Muhammad Hasan B. Hutagalung sebagai Tim Pemenangan ERAMAS, mengutarakan bahwa dalam rapat pleno terbuka, penetapan daftar pemilihan sementara, bahwa banyak ketimpangan data, KPU seperti tidak professional dalam melakukan tugasnya sebagai komisioner, karena dalam selisih angka pemilihan sementara itu banyak keganjilan, karena kalau banyak perselisihan seperti itu kita nilai pihak Panwaslih di KPU itu tidak ada berkerjasama, sehingga data mereka tidak sinkron, inilah yang menjadi pertanyaan bagi kami sebagai tim pasangan calon.
“Jadi kita nilai kerja mereka itu tidak professional dalam melakukan pendataan, sehingga menjadi ketidaksinkronan data, dibidang ini harusnya KPU berkerjasama dengan panwaslih dengan melakukan pendataan tersebut, sebelum melakukan rapat pleno terbuka ini, disini terbuka semua, tapi kita lihat ternyata masih banyak selisih angka kita lihat,”ujarnya.
“Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk membuat anggota khusus dilapangan turun ke desa desa meninjau yang mana saja yang belum terdata, agar jangan terjadi seperti sekarang ini dalam rapat pleno, kita lihat masih banyak keganjilan itu,” ujar Hasan.
Terpisah, Horas Hutagalung sebagai tim dari pasangan calon Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS)juga kecewa dalam hasil rapat pleno terbuka yang digelar KPU Tapanuli Tengah, dalam penetapan daftar pemilihan sementara, data dari beberapa panitia pemilihan kecamatan (PPK) banyak yang tidak sinkron.
“Materinya ini bisa kita terima, kita sesuaikan nanti sama data yang sama kita, karena memamng kita juga, bingun tadikan, gimana bisa ada perbedaan tadi kan dan ada beberapa tadi seperti dikecamatan Sitahuis, dari PPK sitahuisnya tidak siap mungkin mengapa langsung KPU yang membacakan, kalau pihak KPU yang membacakan buat apa ada PPK nya, itukan sebuah keganjalan bagi kita disini,” sebut Horas.
“Kalau memang KPU yang membacakan ngapain dipanggil PPK nya, mungkin juga pihak PPK nya bermasalah dalam input data makanya tidak sinkron, intinya kita sebagai tim pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) meminta kepada KPU dan Panwaslih agar lebih Profesional dalam melaksanakan tugasnya,” pungkas Horas.(MR/RM).


