Salah Faham, Wajah  Boru Tambunan di Cakar Boru Sianipar

Salah Faham, Wajah  Boru Tambunan di Cakar Boru Sianipar
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MEDAN – Gara-gara salah faham dua omak-omak berduel di pasar Petisah blok B No 82, tepat di depan toko Busana Umroh, Rabu, (1/11/2017) jam 9:30 WIB.

Akibatnya, wajah Ester boru Tambunan (35) seorang pedagang yang tinggal di jalan kuali No 15 kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Barat terluka pada bagian pipi sebelah kiri, diduga akibat cakaran dari Juli boru Sianipar warga jalan Dairi Belakang RS Lion jalan Amir Hamzah Medan.

Informasi yang diterima wartawan, kejadian bermula pada saat Andi (adek Pelaku) mengangkat sebuah patung plastik untuk mendisplai barang dagangannya.Saat berada di depan toko korban Andi dengan tak sengaja menyenggol patung displai milik korban, Selasa,(24/10) sehingga terjatuh dan hampir mengenai korban. Saat itu korban sempat menegur Andi dengan  perkataan yang agak menyinggung. “Cemananya abang, jalan kok ngk lihat-lihat,” ujar korban saat itu mencontohkan.

Tak terima dengan perkataan korban, Andi pun mengeluarkan kata-kata kotor sambil berlalu .

Kemudian pada tanggal (26/10) jam 12:30 WIB, keadaan kembali memanas disaat itu Andi melintas di depan toko korban sambil menginjak kaki korban tepat pada jempol kakinya. Saat itu korban langsung panik dan menegur Andi. ” Cemananya si kawan ini, orang duduk kok kaki ku di injak tapi sayang Andi malah kembali berlalu tampa perasaan bersalah.

Tdak senang dengan apa yang dilakukan Andi, korbanpun menelelpon adiknya yang bernama Anggiat (31) yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Korban pun meminta pada Anggiat untuk menemaninya untuk menanyakan apa maksud dan tujuan Andi berbuat demikian pada dirinya.

Setelah pelaku dan korban bertemu, korban menunjukk kearah Andi sambil berkata pada Anggiat yang akrab dipanggil Pak Edo). “ Ini dia orangnnya Pak Edo. Andi ini lah orang yang nginjak kaki ku dan memaki-maki aku,” ucapnya. Namun pelaku berkelit dengan tidak mengakuinya.  “Mana ada ku injak kaki mu,” katanya.Andi juga mengatakan kepada Anggiat untuk mengajari kakaknya, sehingga terjadilah pertengkaran.

Pada tanggal, (1/11/17) jam 9:30 wib, Pelaku yang merupakan kakak kandung Andi bernama Juli mendatangi korban dan menantang korban untuk ribut.

Akibatnya keributan pun tidak terelakkan. Pelaku menarik kerah baju korban tanpa di sadari kuku pelaku tercakar ke pipi korban. Kemudian para pedagang lain yang melihat pertikaian itu langsung melerai keduanya.

Tidak terima pipinya di cakar, korban pun akhirnya membuat laporan di polsek Medan Baru hari  pada hari itu juga dengan membawa saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut.

Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu yang dikonfirmasi langsung permasalahan tersebut membenarkan kejadian itu. ” Benar bang, kini masih dalam tahap pemeriksaan korban dan saksi-saksi serta pengumpulan barang bukti dan menunggu hasi visum dari pihak rumah sakit Bhayangkara.

Dan kalau terbukti ada mengarah ke penganiayaan kami segera meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan,” pungkas Victor. (MR/Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.