Masyarakat Landawe Utama di Konawe Utara Dari Kuli Batu Sukses Menjadi Petani Jagung
METRORAKYAT.COM | SULAWESI-Desa Landawe Utama adalah salah satu desa trans dari 159 desa yang berada di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Desa ini mempunyai luasan tanah sekitar 300 hektar dan berdiri sejak tahun 2002 sebelum mekar Konawe Utara mekar dari kubupaten Konawe pada 2007 lalu. Desa itu juga telah di jabat sebanyak 3 Kepala Desa (Kades).
Letak desa ini berada 8 kilo meter dari poros jalan menuju Kecamatan Wiwirano atau berada sekitar 50 kilo meter dari pusat ibu kota wanggudu. Desa yang terletak di area pegunungan dengan jalan bebatuan di sepanjang desa ini di huni sebanyak 175 kepala keluarga (KK), 178 jiwa dengan berbagai macam suku.
Menengok kehidupan kelam ekonomi masyarakat Landawe Utama sebelum sukses menjadi petani jagung. Warga setempat mulai yang muda sampai yang tua dulunya rata-rata bekerja sebagai tukang pukul batu gunung. Profesi buruh kasar itu di tekuni sejak mereka menempati desa itu pada 15 tahun yang lalu.
Walau terbilang berat, hal itu lakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biyaya pendidikan anak sekolah mereka. Lokasi yang berada di daerah sangat terpencil dan jauh dari lapangan kerja pada umumnya menjadi keputusan mutlak warga setempat bekerja sebagai tukang pukul batu.
Dari hasil olahan batu warga setempat medapatkan penghasilan hanya Rp 500 sampai Rp 600 ribu perbulan. Itupun kalau ada yang memesan batu mereka. Diungkapkan kepada awak media ini bahwa penghasilan yang mereka dapatkan itu dianggap sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih lagi anak-anak mereka tengah bersekolah. Bahkan dari hasil penelusuran, tak sedikit orang yang memberhentikan anaknya bersekolah karena biyaya yang dianggap besar.
Ibu rumah tangga (IRT) di wilayah itupun harus rela turun lapangan bercocok tanam dan bekerja diluar sebagai buruh tani demi untuk mendapatkan makanan tambahan. Dengan kondisi seperti itu, membuat ekonomi Desa Landawe Utama ini dulunya sangat memprihatinkan ditambah letak yang jauh dari pusat perkotaan dan minim fasilitas bantuan serta perhatian pemerintah membuat kehidupan warga semakin susah.
“Moyoritas warga di sini bekerja sebagai tukang pukul batu gunung. Penghasilan tidak menentu. Yah, sukur kalau dalam satu bulan ada yang beli. Untung saja ini sejak adanya dana desa masyarakat di sini bisa bekerja dan jual batun hasil olahan mereka. yah, kita bagi-bagi saja supaya merata dapatnya,”
Kata Kepala Desa (Kades) Landawe Utama, Basrun di jumpai saat kegiatan jumat barokah yang di jalankan Pemda Konut, Sabtu (21/10/2017).

“Tapi itu juga tidak menjamin karena dana desa kan turun tiap tahun sekali saja dan pekerjaan yang di lakukan tidak semua menggunakan batu,”Tambahnya.
Namun, dengan adanya program kerja Bupati dan Wakil Bupati Konut, Ruksamin-Raup yang mencanangkan pengembangan ekonomi masyarakat di bidang sewasembada pangan melalui penanaman jagung hibrida konasara kehidupan ekonomi masyarakat di desa trans itu berubah drastis.
Keseriusan dan semangat kerja masyarakat sekitar menjalankan program itu membuahkan hasil yang baik. Lahan dengan luasan ratusan hektar itu di manfaatkan seluruh penghuni desa itu untuk menanam jagung yang menjadi program Kementarian Partanian (Kementan) itu.
Alhasil, dengan buah kesabaran dan ketekunan, uang Rp 10 juta per tiga bulannya dengan hitungan persatu hektarnya dari hasil panen jagung kini dapat di capai masing-masing warga. Kunci kesuksesan yang di raih adalah tidak mudah menyerah dan mengeluh.
“Memuaskan sekali hasil dari menanam jagung ini, semua warga di sini sekarang menanam jagung. Program penanaman jagung sekarang menjadi produk utama dan andalan masyarakat Landawe Utama,”Ungkap Masrin warga setempat yang dulunya sebagai tukang pukul batu gunung.

Keberhasilan program yang di jalankan membuat membuat eknomi warga setempat meningkat dan berubah drastis dan sudah tidak harus lagi mempertaruhkan nyawa mereka memanjat tebing gunung mengambil dan memukul batu untuk selanjutnya dijual.
Kini, hari-hari mereka difokuskan pada penanaman jagung. Selain menadapat bibit dan pupuk gratis dari Pemda setempat hasil yang di dapatkan juga sangat memuaskan dan dapat memenuhi kebutuhan hidup.
“Saya dulu tanam pala wija, coklat dan kelapa tapi hasilnya tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Sejak saya tanam jagung betul-betul hasilnya terjamin saya tanam 1 hektar sudah panen hasilnya Rp 9 juta ini saya menanam lagi, semua tanaman saya, saya gantikan dengan jagung, soalnya ini terjamin hasilnya pak,”Ucap Aripudin bapak 3 anak yang kini
“Awalnya saya juga bekerja sebagai tukang batu pak, untuk tambahan makanan saya tanam sayur. Sejak kami tanam jagung ekonomi sekarang dan dulu jauh berbeda dan kehidupan saya lebih baik. Sekarang penghsilan kami menentu dalam 1 hektar tiap panen 3 bulan kami dapat Rp 10 juta dan anak-anak saya juga sudah bisa bersekolah dangan baik dan tidak ada hambatan soal biyaya lagi,”Tambah Basrin bapak 3 anak yang kini berprofesi sebagai petani jagung sukses.
Jagung hibrida konasara kini menjadi primadona dan produk unggulan yang di kembangkan masyarakat Landawe Utama untuk terus meningkatkan roda prekonomian mereka dan lepas dari kemiskinan. Desa itu saat ini telah di tanami jagung seluas 70 hektar. Orang tua maupun anak muda masing-masing telah memiliki lahan jagung.
Program penanaman jagung terus di kembangkan masyarakat dan berharap Pemerintah dapat menyalurkan bibit lebih banyak lagi dan falitas alat sebagai penunjang kesuksesan dalam melakukan penanaman.
“Saya mantan desa disi dan bekerja sebagai tukang pukul batu. Saya sudah panen 1 hektar dan ini yang ke kedua kalinya saya mau penen. Dalam 1 hektar hasilnya 3 ton saya jual dapat Rp 9 juta. Anak muda disini semua tanam jagungmi,”Sambung Amir bapak 2 anak yang kini bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.
“Iya itu betul sekali. Sebelum kita tanam jagung dulunya kita tidak tahu penghasilan kita karena tidak menentu kadang ada, kadang juga tidak ada. Tapi sekarang setelah kita beralih tanam jagung kita sudah bisa tau hasil yang akan kita dapat,”Lanjut Tasrin warga setempat seorang pemuda yang juga kini menjadi petani jagung.
Apresiasi besarpun muncul dari Pemda setempat saat Bupati dan Wakil Bupati Konut, Ruksamin-Raup datang menjalankan program jumat barokah di desan itu. Kedua pimpinan daerah ini mendampingi warga setempat melakukan panen jagung di desa itu dengan hasil panen berjumlah 50 ton. Sebagai keberhasilan yang di capai, desa trans itu mendapat reward dari Pemerintah yaitu pengaspalan jalan hingga tak ada lagi jalan yang rusak.
Pemda setempat berharap semoga apa yang di capai masyarakat Desa Landawe Utama bisa menjadi vil motifasi bagi seluruh masyarakat Konut. Sehingga kedepannya bisa mendapat jaminan hidup lebih baik, sejahtera dan tak hanya selalu mengharapkan bantuan turun. (MR2/Muh. Nur).
