Pemkab Sergai Perkuat Budaya Inovasi di Lingkungan Birokrasi

Pemkab Sergai Perkuat Budaya Inovasi di Lingkungan Birokrasi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) berkomitmen mengikis tren inovasi birokrasi yang sekadar memenuhi formalitas dokumen untuk mendapatkan penilaian yang baik. Ke depan, setiap inovasi daerah dituntut menjadi budaya kerja nyata yang lahir dari kebutuhan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sergai H. Darma Wijaya melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sergai Suwanto Nasution saat membuka kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas perangkat daerah dalam penyelenggaraan inovasi daerah, yang digelar di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut disampaikan bahwa inovasi merupakan kemampuan pemerintah untuk menemukan cara yang lebih baik dalam menjawab berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat.

“Inovasi bukan sekadar menciptakan aplikasi baru atau menyusun berbagai dokumen administrasi. Inovasi adalah keberanian untuk melakukan perubahan serta menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Suwanto, ukuran keberhasilan inovasi tidak terletak pada banyaknya dokumen maupun penghargaan yang diraih. Keberhasilan inovasi justru diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari perubahan yang dilakukan pemerintah.

Ia mencontohkan, inovasi harus mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, mempercepat penyelesaian persoalan pembangunan, serta menciptakan proses kerja yang lebih efektif dan efisien.

Sekdakab Sergai mengatakan, pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari keterbatasan fiskal, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Oleh karena itu, aparatur pemerintah dituntut bekerja lebih kreatif dan adaptif dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Jika tantangan terus berubah sementara cara kerja kita tetap sama, maka hasil yang diperoleh juga tidak akan berbeda. Oleh sebab itu, inovasi harus menjadi budaya kerja dan bagian dari keseharian birokrasi,” katanya.

Dikesempatan itu Sekdakab juga menyinggung penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri sebagai instrumen untuk mendorong tumbuhnya budaya inovasi di daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama yang harus diwujudkan adalah peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Mewakili Bupati Sergai, Sekdakab Suwanto meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk mulai mengidentifikasi berbagai persoalan nyata di unit kerja masing-masing, memetakan hambatan pelayanan, serta mengevaluasi proses kerja yang belum efisien.

“Inovasi lahir dari kebutuhan untuk menyelesaikan masalah, bukan semata-mata untuk memenuhi administrasi penilaian,” ujarnya.

Terakhir ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman aparatur mengenai arah kebijakan inovasi daerah, strategi peningkatan kinerja inovasi, serta penguatan ekosistem inovasi dalam menghadapi penilaian IGA Tahun 2026.

“Melalui kegiatan itu Pemkab Sergai menargetkan lahirnya berbagai inovasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan secara virtual Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Dr. Ir. David Yama, M.Sc, MA.

Turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Drs. Dimas Kurnianto, S.H, MM, M.SP, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Ir. Kamaluddin, MMA, Kepala Bapperida Romian Parulian Siagian, serta perwakilan OPD dan kecamatan se-Sergai. (MR/AS)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan