KPU SUMUT LAKSANAKAN PELUNCURAN PEMILIHAN GUBSU DAN WAGUBSU 2018
METRORAKYAT.COM | MEDAN — Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) , Arief Budiman, mengatakan bahwa belum semua daerah selesai menetapkan besaran anggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018. Dari 171 daerah yang akan menggelar pilkada serentak, kata Arief, semuanya sudah selesai dalam pembahasan anggaran Pilkada.


Hal itu disampaikan Ketua KPU kepada wartawan, saat mengikuti Peluncuran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018, di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Minggu (8/10/2017) sekira pukul 21.00 wib.

“Jadi, dari 171 daerah semuanya sudah selesai dalam pembahasan anggarannya, karena tidak mungkin tahapan Pilkada bisa dimulai jika anggarannya belum selesai,” kata Arief.

Salah satu daerah, lanjut Arief, adalah Provinsi Jawa Timur. Arief mengatakan, persoalan penetapan anggaran pilkada di sejumlah daerah terkendala kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD setempat.
Selain itu, Arief juga menjelaskan bahwa ada tiga hal yang menjadi kesiapan untuk Pilkada.

“Sekurang-kurangnya mengukur kesiapan Pilkada itu ada tiga, pertama personilnya, kedua anggarannya, ketiga logistiknya. Nah untuk personil, KPU Sumatera Utara sudah lengkap. Untuk logistik kan belum tiba waktunya, jadi sampai hari ini Sumatera Utara siap. Dari 171 daerah di Indonesia semuanya sudah siap, kemarin Provinsi Papua juga sudah siap membahas anggarannya,” jelas Ketua KPU.

Lebih lanjut menurut Arief, untuk Daftar Pemilih Tetap, ) KPU telah resmi mengaktifkan lagi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Sistem itu sempat ditutup saat helatan Pilkada Serentak 2017 selesai.
“Pokoknya data diperbaharui, baik itu karena meninggal, pernikahan, atau usia mencapai 17 tahun,” kata Arief.

KPU di seluruh daerah, kata Arief, juga mendata perubahan status pemilih. Misal, duli warga sipil, kini jadi aparat TNI atau Polri. Semua itu, kata Arief, dilakukan secara offline.
“Sekarang kita minta mereka masukkan ke sistem ini untuk memperbarui datanya,” ungkap Arief.
Setelah Sidalih aktif kembali, Arief mengatakan, masyarakat juga bisa mengecek lagi apakah namanya sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). KPU berharap partisipasi aktif masyarakat untuk menyempurnakan pemutakhiran data pemilih.

“Masyarakat bisa melapor ke KPU supaya bisa mempercepat proses pemutakhiran datanya,” lanjutnya.
Arief mengatakan, program jangka panjang KPU salah satunya adalah memutakhirkan data pemilih setiap tiga bulan sekali di seluruh daerah. Harapannya, kebaharuan dan transparansi data pemilih bisa terjada.
“Kalau tidak bisa tiga bulan, sekurang-kurangnya enam bulan sekali teman-teman di kabupaten dan kota harus merilis jumlah pemilih mereka,” pungkas Arief.
Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea kepada wartawan menjelaskan bahwa untuk pendaftaran pasangan bakal calon dari jalur partai politik, dibuka tiga bulan sebelum hari pemungutan suara.
“Untuk itu kita berharap Pilgubsu 2018 berjalan dengan lancar dan kita berharap partisipan para pemilih tinggi pada 27 Juni 2018 nantinya,” kata Mulia.
Acara yang dihelat KPU Sumut berlangsung lancar, dan dihadiri unsur Muspida Plus, Sejumlah Kepala Daerah, Fungsionaris Partai Politik, Ormas, Tokoh Agama, Masyarakat, Aktivis, LSM dan Wartawan. Acara juga diiringi pengumuman Lomba Maskot dan Jingle Pilgubsu 2018. (RED/MR).



