Dinilai Lama Terealisasi, Program Pengadaan Mobil Siaga Desa Tampo Dipertanyakan Warga.
METRORAKYAT.COM | BANYUWANGI – Rencana program pengadaan mobil siaga Desa Tampo , Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi mulai dipertanyakan warganya. Pasalnya, mobil yang nantinya dipergunakan untuk membantu masyarakat Desa Tampo sampai detik ini masih belum terealisasi dan tidak jelas laporan pertanggungjawabannya.
Program yang dicanangkan sejak bulan Agustus lalu itu sumber dana keseluruhannya berasal dari peran serta masyarakat. Anehnya, Dana Desa (DD) yang seyogyanya dialokasikan untuk penambahan infrastruktur dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat, oleh Pemerintah Desa (Pemdes) tanpa alasan yang jelas tidak dilarang alokasinya untuk pengadaan mobil siaga desa. Padahal program ini merupakan visi dan misi Kepala Desa Tampo, Suparno.
Seperti yang disampaikan oleh Wawan, Tokoh Pemuda Dusun Krajan, dia menyampaikan jika dirinya dan warga lainnya sudah membayar sumbangan atas proposal yang diedarkan melalui seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT).
“Saya dan warga sini semua sudah kasih sumbangan dana sesuai proposal yang dibawa pak RT mas, setau saya jumlahnya mulai dari 5 ribu hingga 100 ribu. Tapi sampai saat ini kenapa mobilnya belum ada? Dan malah infonya ada Ketua RT yang sudah menyetorkan dana sumbangan dari masyarakat tapi masih disuruh minta – minta lagi”, tambahnya dengan nada lantang.
Sebenarnya program pengadaan Mobil Siaga adalah visi misi Kepala Desa (Kades), lanjut Ropi’i, maka jika ada yang perlu dipertanyakan langsung aja ke Kades Tampo, Suparno, karena sekretariat bekerja atas dasar kebijakan Kades.
“Biar lebih gamblang, silahkan konfirmasi ke pak Kades saja mas”, papar Ropi’i saat dimintai konfirmasi oleh tim Metro Rakyat via WhatsAp (WA), (22/10/17).
Seperti diketahui, didalam Permendes Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017 dijelaskan selain untuk Penambahan Infrastruktur Desa, Dana Desa juga bisa digunakan untuk membiayai program dan kegiatan bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Desa dengan mendayagunakan potensi dan sumberdayanya, sehingga Desa dapat menghidupi dirinya secara mandiri.
Dan pengadaan mobil siaga desa merupakan contoh dari salah satu kegiatan yang menjadi prioritas untuk pengembangan pemberdayaan masyarakat desa. Program tersebut merupakan implementasi dari pelayanan sosial dasar di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak, serta pemberdayaan masyarakat marginal dan anggota masyarakat Desa penyandang disabilitas.(MR2/TTaufanDani)
