WARGA TOBASA UCAPAKAN TERIMA KASIH KEPADA KAPOLDA SUMUT KARENA HAL INI…
METRORAKYAT.COM | TOBA SAMOSIR — Warga Desa Sipagabu, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara akhirnya lega, setelah Kapolda Sumatera Utara, Irjen.Pol. Drs. Paulus Waterpauw memerintahkan pemeriksaan dan memberhentikan pekerjaan penebangan hutan di kawasan Sipagabu.
Aktivis Forum Masyarakat Habinsaran Borbor Nassau (Habornas), Hengki Pardosi, SH., kepada www.metrorakyat.com, menyampaikan ucapan terima kasih warga desanya atas kebijakan yang diambil Kapolda Sumatera Utara.

“Saya mewakili seluruh rakyat Tobasa mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolda Sumatera Utara yang sduah mengambil langkah tepat dan bijaksana untuk menghentikan penebangan ilegal yang dilakukan pihak yang diduga tidak memiliki izin,” ucap Hengki, Kamis (21/9/2017) di Medan.

Warga Tobasa merasa sangat bersyukur atas kebijaksanaan yang diambil Petinggi Nomor Satu di Polda Sumut. Warga setempat berharap kata Hengki, agar Polda Sumut tetap menindaklanjuti permasalahan penebangan kayu tersebut.

“Kita berharap bapak Kapolda Sumut dapat menindak tegas para pembalak hutan lainnya di daerah Sumatera Utara. Kapolda kami rasakan sangat pro kepada rakyat kecil. Ini bukti bahwa Kapolda Sumut punya integritas yang tidak diragukan lagi,” tutup Hengki.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi dugaan pembalakan hutan di Desa Sipagabu, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Menurut Aktivis Forum Masyarakat Habinsaran Borbor Nassau (Habornas), Hengki Pardosi, SH., bahwa pembalakan hutan terjadi selama kurang lebih delapan bulan lamanya. Kayu yang ditebang dari hasil pembalakan, diangkut melalui truk Container. Menurut Hengki, ada puluhan hektar hutan yang sudah gundul akibat pembalakan tersebut. Jika ditaksir, kerugian negara mencapai 25 Miliar Rupiah. (RED/TEAM).
