Terkait Oknum Polisi Ikutan Menggarap Lahan, Propam Polda Sumut Panggil Suyetno

Terkait Oknum Polisi Ikutan Menggarap Lahan, Propam Polda Sumut Panggil Suyetno
Bagikan

METRORAKYAT.COM  –  DELI SERDANG : Dua oknum Polisi ini tidak pantas menjadi panutan. Bagaimana tidak, kedua oknum berinisial Brigadir Polisi Suyetno (Personil Intelkam Polsek Batang Kuis) dan Brigadir Polisi Sunardi (Personil Penyidik Reskrim Polres Deli Serdang) diduga menjadi backing bagi oknum pengusaha keturunan Tionghoa berinisil J, dipastikan diperiksa oleh Propam Polda Sumut pada Selasa 30 Mei 2017 lalu. Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes.Pol. Dra. Rina Sari Ginting saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/5/2017).

“Kita sudah teruskan informasi tersebut ke propam Polda Sumut untuk diperiksa kebenarannya. Jika terbukti melakukan pelanggaran hukum, maka anggota tersebut dapat dikenakan hukuman atau sanksi berupa tindakan kedisiplinan dan lainnya. Saya berharap agar Polisi tetap mengedepankan pelayanan publik dan mampu menjadi pengayom bagi warganya serta tidak membuat hal-hal yang meresahkan warga atau melakukan pelanggaran hukum”, ungkap mantan Kapolres Binjai itu.

Foto Nelson Simarmata Halihi Raja.

Sekedar diketahui, 2 oknum Polisi ini tidak pantas menjadi panutan. Bagaimana tidak, kedua oknum berinisial Brigadir Polisi Suyetno (Personil Intelkam Polsek Batang Kuis) dan Brigadir Polisi Sunardi (Personil Penyidik Reskrim Polres Deli Serdang) diduga menjadi backing bagi oknum pengusaha keturunan Tionghoa berinisil J. Pengusaha tersebut diduga mencoba menguasai di salah satu lahan Eks.HGU PTPN II, tepatnya di Jalan Sultan Serdang, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Tidak hanya itu, pengusaha dengan backingnya oknum Polisi tersebut, mencoba mengintimidasi para petani yang menjadi penggarap di lahan tersebut selama turun temurun. Hal tersebut terungkap saat Samsul Bahri (43) menanyakan perkembangan laporan dugaan penganiayaan di Polsek Batang Kuis, Polres Deli Serdang, Senin (29/5/2017) sekira pukul 10.00 wib. Samsul menuturkan penganiayaan yang diterimanya diduga disebabkan percobaan pengusiran oleh pengusaha J, sehingga membuat para petani yang mengusahai lahan tersebut tidak lagi betah. (MR/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.