Tabrakan 12 Kendaraan di Puncak Tewaskan Empat Orang, Ini Fotonya…
MetroRakyat.com | BOGOR – Kecelakaan beruntun melibatkan 12 kendaraan terjadi di Selarong, Desa Cibogo, Megamendung, Kabupaten Bogor, kemarin. Empat orang tewas dan enam lainnya terluka dalam tragedi ini. Tabrakan dipicu bus pariwisata yang mengalami kerusakan rem. Hingga tadi malam aparat kepolisian berusaha keras mengevakuasi mobil dan motor yang rusak berat. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sejumlah mobil ringsek dan motor hancur. Serpihan bagian kendaraan berceceran di jalanan. Akibat kecelakaan, arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total sejak pintu keluar tol Ciawi (arah Jakarta menuju Puncak).


Begitu pula dari arah sebaliknya, ekor kemacetan terpantau hingga kawasan Riung Gunung Simpang Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua atau sekitar 11 km. Data dari Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menyebutkan para korban segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ciawi. Enam korban luka telah menjalani perawatan. “Sedangkan tiga korban meninggal dunia su dah ditangani dokter forensik untuk dilakukan identifikasi di kamar jena – zah RSUD Ciawi,” kata Kasat – lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama kemarin.



Empat korban tewas adalah Okta Riyansyah Purnama, 26, warga Jalan Rawan 8 No 634 RT 10/02 Kelurahan Lebak Gajah, Kecamatan Sematang Borong, Kota Palembang; Jainudin warga Babakan Lebak RT 02/06 Kecamatan Sinar Galih Kabupaten Bogor; Dadang, 45, Kepala Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dan Diana Simatupang, 24, karyawan swasta, warga Griya Cisaup Serpong, Tangerang Selatan. Dari enam korban luka, tiga di antaranya mengalami cedera berat, yakni Aris Ris Beni, 16, warga Jalan Menteng Atas Selatan 2, Jakarta Selatan; Saiful Bahri, 33, dan seorang penumpang motor yang belum diketahui identitasnya.
Rem Blong
Kecelakaan nahas terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa bermula dari bus pariwisata HS Transport yang mendadak kehilangan kendali saat meluncur di turunan Jalan Selarong. Bus sarat penumpang itu dalam perjalanan menuju Jakarta dari arah Puncak. Diduga kuat bus mengalami kerusakan rem (rem blong). Dalam kecepatan tinggi, bus yang dikendarai Bambang Hernowo, 51, warga Perumahan Bumi Saraswati Blok F5, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar itu oleng dan masuk ke jalur kanan atau arah berlawanan (Jakarta- Puncak). Saat itu arus lalu lintas sangat padat karena bersamaan dengan momen libur panjang. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Bus HS menghantam mobil Nissan Grand Livina B 7401 NDY dan dua sepeda motor. Masih dalam posisi melaju, bus warna hitam kombinasi oranye itu menabrak Daihatsu Ayla dan Toyota Avanza. Tak sampai di situ, bus yang masih meluncur deras giliran menghajar Toyota Avanza, angkot, dan tiga sepeda motor. Saat itulah bus baru berhenti dalam posisi melintang di tengah jalan, menutupi seluruh ruas jalur Puncak. “Pengemudi bus sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan juga diketahui dia tidak membawa SIM dan STNK,” kata Hasby .
Berdasarkan pendataan sementara, kendaraan yang terlibat kecelakaan dan sudah diidentifikasi adalah Bus HS; Grand Livina B 7401 NDY yang dikemudikan Wanda Komara, warga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor; motor Honda Vario B 4446 SBC yang dikendarai Jaenudin; Daihatsu Ayla F 1423 NH de ngan pe – ngemudi Tommy Gunawan, 36, warga Tanah Baru, Ke camat an Bogor Utara, Kota Bogor; motor Yamaha Vixion yang dikendarai Oktariansyah Purnama Putra (meninggal di tempat); Toyota Avanza putih B 1818 EFB; Toyota Rush; angkot bernopol F 1976 MP; dan Toyota Avanza warna hitam F 1851 CD. Tragedi kecelakaan Bus HS memperpanjang daftar tabrak – an maut di jalur puncak.
Pada10 Februari 2012, Bus Karunia Bakti hilang kendali dan menghantam tebing pembatas di Jalan Raya Puncak, Bogor. Sebanyak 14 orang tewas dan 46 orang lainnya luka-luka. Dari penyelidikan diketahui rem bus bernomor polisi Z 1795 DA itu blong. Tragedi serupa terjadi lagi pada 21 Agustus 2013. Bus Giri Indah yang mengangkut 53 penumpang terperosok ke jurang di Jalan Raya Puncak, Kampung Neglasari, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabu paten Bogor. Sebanyak 18 orang tewas dalam kejadian ini.
Kecelakaan dipicu bus yang mengalami rem blong. “Masih diselidiki mengapa rem tak berfungsi. Itu kita per – dalam dari pengemudi. Kemudian kita lihat juga hasil olah TKP nanti dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus. (sin/mr).
