Mayat di Sungai Deli, Korban Dianiaya Para Tersangka Usai Penggerebekan

Mayat di Sungai Deli, Korban Dianiaya Para Tersangka Usai Penggerebekan
Bagikan
MetroRakyat.com  |  MEDAN — Temuan mayat di Sungai Deli, kemarin, menguak kasus penganiayaan berat yang menewaskan korban. Dari pra rekonstruksi dilakukan Polsek Medan Kota, Rabu (26/04/2017), sebelum korban ditemukan tewas terapung di sungai, dia dianiaya belasan warga, kemudian ditenggelamkan.
 
Informasi awal, korban Josep Imanuel Pasaribu (25) warga Jalan Menteng Raya, Gang Sedar, tewas dianiaya warga atas tuduhan kibus polisi yang melakukan penggerebekan narkoba di Jalan Multatuli Lorong V, Kecamatan Medan Maimun. Namun, menurut Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing melalui Panit Reskrim Ipda Ridwan, korban bukanlah kibus polisi seperti yang disangkakan.
 
Ridwan menjelaskan, saat pihaknya melakukan penggerebekan, Selasa (18/04/2017) malam, ditemukan tujuh orang di dalam gubuk pinggir sungai diduga menggunakan narkoba. Ketika itu, korban berada di sudut gubuk tertidur karena sakit. Sementara enam orang diduga menggunakan narkoba dan bermain judi di gubuk dibawa ke Mapolsek. 
 
“Korban saat itu tidak dibawa karena sakit, dia tidak ikut bermain judi dan tidak ditemukan narkoba,” sebut Ridwan mengatakan, dalam pemeriksaan di Mapolsek, empat orang yang dijadikan tersangka, sedangakan dua lainnya dijadikan sebagai saksi.
 
Hanya saja, usai penggerebekan dan tanpa sepengetahuan petugas, sekira jam 03.00 WIB, korban Josep Imanuel Pasaribu mengalami penganiayaan yang dilakukan warga sekitar. Dia tewas dan ditemukan beberapa hari kemudian di aliran Sungai Deli wilayah Medan Barat.
 
Dari hasil penyelidikan atas luka-luka di tubuh korban dan pemeriksaan saksi, diketahui penyebabnya penganiayaan berat yang terjadi di Jalan Multatuli, Lorong V. Setelah dua jam penggerebekan itu, kata Ridwan, muncul Sopar, diduga bandar narkoba di kawasan tersebut menarik korban dari gubuk dan menuduhnya sebagai kibus polisi.  Untuk menyakinkan warga, Sopar memperlihatkan sepasang gari yang ada di sepedamotor korban, kemudian melakukan pemukulan. Akibatnya, warga terpancing dan ikut melakukan pemukulan hingga berkali-kali.
 
Tersangka Sopar juga sempat hendak menggari tangan korban, namun spontan korban melompat ke sungai. Tetapi akibatnya warga semakin beringas, mengejar korban dan kembali melakukan penganiayaan hingga korban tak berdaya dan tewas. Jenazahnya kemudian dihanyutkan ke sungai.
 
Menurut Ridwan, setelah kasus itu terungkap, tersangka Sopar dan warga yang melakukan penganiayaan diburu. Dalam pencarian para tersangka, Sopar yang diduga sebagai otak pelaku tewas ditembak karena berusaha melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. 
Hingga saat ini, kata dia, Polsek Medan Kota telah menahan 14 tersangka terdiri 12 pria dan 2 wanita, dimana empat di antaranya terkait narkoba dan perjudian dan sisanya kasus penganiyaan. “Masih ada lima tersangka lagi yang DPO,” sebutnya. 
 
Dalam prarekonstruksi itu, petugas menghadirkan para tersangka dan melakukan reka ulang hingga beberapa adegan.(BS/MR).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.