Korban Tewas Penembakan Polisi di Lubuklinggau Bertambah
MetroRakyat.com | PALEMBANG – Indrayadi, salah satu korban penembakan polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengembuskan napas terakhir, Senin (24/4/2017). Indrayadi sempat mendapatkan perawatan di ICU RSMH Palembang, usai menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru.
Namun, Indrayadi yang sudah mendapatkan perawatan intensif tidak bisa bertahan, dan akhirnya meninggal dunia. Itu artinya, sudah ada dua korban tewas akibat insiden ini, yakni Surini dan Indrayadi. Informasi yang berhasil dihimpun, jenazah Indrayani langsung dibawa ke Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dengen ambulanse milik Polda Sumsel.
Diberitakan sebelumnya, enembakan sebuah mobil yang berisi tujuh penumpang, terjadi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.30. Satu keluarga harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Mereka mengalami luka tembak lantaran diduga nekat menerobos razia petugas Mapolres Lubuklinggau. Satu keluarga iu berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk gelar perkara, pihaknya menetapkan Brigadir K sebagai tersangka penembakan. “Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan Tim Ditreskrimum, Propam, dan Irwasda, Brigadir Polisi K akhirnya dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus ini,” ungkapnya saat jumpa pers bersama awak media di RS Bhayangkara Polda Sumsel, Jumat (21/4/2017). Setelah dinyatakan sebagai tersangka, lanjut Kapolda, Brigadir K yang merupakan anggota Sabhara Mapolres Lubuklinggau, langsung ditahan di Polda Sumsel. (MR/TR).
