SMP Negeri 27 Medan Punya Siswa Minat Baca Buku Yang Tinggi
MetroRakyat.com | MEDAN — Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuh kan minat baca sejak dini. Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita susah bersaing dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam system perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental putra-putri Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita. Ternyata para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.







Demikian hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Kota Medan, Hj. Masraya, SPD, kepada MetroRakyat.com terkait minat siswa siswi membaca, tergolong tinggi di perpustakaan milik sekolah beralamat Jalan Pancing Pasar IV, No.2,Medan, Kamis (16/3/2017). “Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia”, ujarnya.


Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu dikaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. “Ternyata mereka lebih unggul di sumber daya manusianya dan budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya”, kata Masraya.

Masraya dengan seluruh komponen tenaga pengajar di SMP Negeri 27 Medan menambah salah satu ruang yakni Taman Baca. Disekitar Taman Baca tersebut ada sebuah kolam ikan dan kebun bunga, sehingga menambah daya tarik siswa siswi untuk lebih tenang membaca di lokasi yang terlah dibangun tidak jauh dari perpustakaan tersebut.
Siswa dan Siswi SMPN 27 Medan sangat senang dengan Hadirnya Taman Baca Perpustakaan.
Beda dengan sekolah SMP Negeri lainnya, di SMP Negeri 27 Medan selain ditemukan Taman Baca dan Perpustakaan lengkapnya, juga ditemukan peminat atau pembacanya yakni pelajar tersebut. Beberapa pelajar ketika ditanyakan seputar apa pendapatnya dengan hadirnya Taman Baca mengakui sangat senang dan bangga dengan sekolah yang memiliki kemajuan untuk menambah minat pembaca di sekolah tersebut. Nurul Fadilah Azora siswi kelas XIII-9 ini contohnya, mengakui dengan membaca buku menambah wawasan dan pengetahuan, disamping menjadi referensi , Nurul tetap lebih gemar membaca untuk mengisi waktu yang kosong. “Saat waktu istirahat, saya pergunakan waktu untuk mencari buku-buku kegemaran saya, dan kalau ada pelajaran yang membutuhkan saya harus mencari referensinya, maka saya kunjungi perpustakaan disekolah saya”, ucap gadis remaja salah satu siswi berprestasi disekolahnya ini.



Hal senada diakui Putri Brahmana, siswi pada posisi urutan rangking 2 dari 40 siswa ini mengakui dengan membaca buku adalah suatu modal dasar, bagi seorang pelajar dalam menuntut ilmu. “Ditengah maraknya saat ini buku online, saya lebih suka dengan buku biasa untuk jadi bahan bacaan, karena buku online yang ada di internet itu belum tentu tuntas ceritanya atau kisahnya, sedangkan buku biasa bisa selesai dalam satu buku untuk bahan ceritanya”, ungkap peminat buku Cerita Rakyat ini.

Siswa lainnya dan juga pemangku prestasi juara di kelas XIII-3, Ade Cristian Manik mengatakan bahwa minat remaja seusianya untuk membaca buku sudah berkurang. Ade mengatakan bahwa minat anak-anak seusianya adalah berselancar di media sosial, dan belum tentu membawa dampak yang positif. “Saya sendiri tidak punya akun facebook sampai saat ini, saya tidak berminat, dan minat saya hanya baca buku”, ujar penggemar buku Olah Raga ini. Ade berkeinginan jika sering membaca maka akan membawanya berubah dengan baik, sehingga keinginannya untuk menjadi Tentara terwujud dengan pengetahuan dan berasal dari membaca buku tersebut.
Koordinator Perpustakaan dan Taman Baca Pro Aktif Lakukan Pengawasan Terhadap Pelajar.
Di Sekolah Menengah Pertama milik Pemerintah Kota Medan ini terdapat dua tenaga guru sebagai koordinator, yakni Perpustakaan dan Taman Baca. Bertindak sebagai koordinator Perpustakaan adalah ibu K. Karo-Karo, SPD dan koordinator Taman Baca, ibu R. Simarmata, SPD. R.Simarmata saat ditanyakan mengenai minat baca di sekolah ini mengatakan bahwa SMP Negeri 27 Medan menerapkan setiap hari Sabtu meluangkan waktu bagi seluruh pelajar untuk membaca buku di ruangan terbuka. “Kita punya peraturan baru untuk memotivasi pelajar disekolah ini, yakni membaca buku setiap hari Sabtu pagi saat les pertama, dan tujuannya untuk menambah daya tarik pelajar agar meminati buku, khususnya buku pengetahuan yang berhubungan dengan pelajaran”, ucapnya.



K. Karo-Karo turut mengatakan bahwa saat ini anak-anak sekolah untuk suka dengan membaca sangat berkurang, dikarenakan dukungan orangtua yang kemungkinan kurang dikarenakan kesibukan pekerjaan, atau pengawasan yang baik. “Di rumah mungkin saja si anak tidak disuruh agar rajin belajar atau diawasi dalam pergaulan dan tidak ada lagi waktu untuk bersama dikarenakan sibuknya orangtua. Maka, kita himbau kepada pelajar untuk meluangkan waktunya selalu agar berkunjung ke taman baca atau perpustakaan biar kemandirian mereka dalam menentukan buku mana menjadi favoritnya, karena dirumah belum tentu bisa baca buku seserius disini”, pungkasnya sembari melayani pelajar tersebut untuk mendaftarkan buku yang akan dibawa kerumah untuk dibaca. (MR04/RED).

