Pemuda Ini Rampok Dan Cabuli Mahasiswi USU Ini, Pelaku Suruh Korban Lakukan Masturbasi…
MetroRakyat.com | MEDAN —- Ofenaie Nduru alias Ope (21), pemuda asal Nias melakukan perampokan dan perbuatan cabul pada RP (20), mahasiswa USU, Fakutas Matematikan di kos-kosan Jalan Abdul Hakim, Pasar I, Padang Bulan, Gang Susuk V, Minggu (19/3) jam 10.00. Dengan kondisi mulut dilakban, memaksa RP untuk mengonani kemaluannya hingga klimaks. Tak hanya itu, OP sempat berhasil mengambil HP dan uang Rp150.000 milik RP. Ulah bejat Ope terungkap setelah RP membuat laporan pengaduan di Polsek Sunggal, Minggu (19/3). Kepada polisi yang menerima pengaduannya, RP mengatakan, Ope tinggal di kos-kosan temannya bernama Romy Frans Gea (21) baru dua minggu. Kos-kosan Romy Frans Gea kebetulan bersebelahan dengan kos RP. Silvya, teman RP yang ikut ke Polsek Sunggal, mengatakan Ope masuk kedalam kos-kosan RP ketika RP sedang berada di luar.
Diduga, Op berhasil masuk ke kamar kos RP menggunakan kunci kamar kos Romy yang kebetulan bisa masuk juga ke kamar RP. Menunggu RP pulang, Ope bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. “Kami tadi malam keluar sama RP, rupanya pas pulang si Ope udah berondok di bawah tempat tidur RP,” terang Silvya di Mapolsek Sunggal.

Sekira jam 03.00 wib, Silvya terlelap. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara berisik oleh pelaku yang sedang mengobrak-abrik seisi kamar RP. RP yang terbangun sempat menjerit ketika melihat pelaku berada di dalam kamar mandi kos-kosannya. Pelaku yang mengetahui aksinya dipergoki RP langsung menutup mata dan mulut RP dengan lakban.
Karena RP masih meronta, pelaku menempelkan pisau ke lehernya. “Kau pilih mati atau diam,” ucap Silvya menirukan ancaman pelaku. Merasa nyawanya terancam, RP pun hanya bisa pasrah ketika satu unit hp samsung J2 dan uang Rp150 ribu diambil Ope. Setelah menggasak barang berharga RP, Ope lalu menyuruh RP membuka seluruh pakaiannya dan dipaksa melayani nafsu bejatnya. RP berontak, tetapi Ope memaksa dan berhasil melucuti pakaian RP hingga telanjang dada. Saat itu, Ope sempat menindih korban dengan paksa. Namun RP tetap menolak dengan cara merapatkan pangkal pahanya agar pelaku tak dapat berbuat lebih jauh. “Udah sempat dipaksa si RP untuk buka baju, karena dia nggak mau nggak jadi lah diperkosa,” beber Silvya lagi. Pelaku yang terujung ternyata tak habis akal, ia memaksa RP untuk mengonani kemaluannya.
Lagi-lagi, karena takut dengan ancaman pelaku, RP pun menuruti kemauan pelaku. Saat Ope terlena, RP memilik kesempatan meraih hp satu lagi yang tak ditemukan Ope. Lalu RP menghubungi keluarganya dan melaporkan peristiwa yang dialaminya. Petugas reskrim polsek sunggal yang mendapat laporan korban langsung bertindak cepat dan mengejar pelaku. Hasilnya, tak sampai 24 jam pelaku berhasil diamankan dari tempat pelariannya, Minggu (19/3) jam 15.00 wib.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu M Nur Istiono ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah menangkap pelaku yang bersembunyi di salah satu kamar kos di lokasi kejadian. “Benar, pelaku kita amankan dari persembunyiannya di kos-kosan TKP. Salah satu kamar kos ada yang kosong dan kita berhasil meringkusnya” terang Nur. Dikatakan Nur, ketika hendak disergap pelaku sempat membuang pisau yang digunakannya untuk mengancam korban ked alam lubang closhead. “Pisau yang digunakannya dibuang kedalam closhead, sementara HP milik korban berhasil kita amankan.
Saat ini pelaku sedang kita periksa, untuk lanjutnya nanti ya,” pungkasnya. (put) Butuh Uang Untuk Biaya Berobat Ibu Saat Ope memaksa RP untuk mengonani alat vitalnya, Ope membuka lakban yang dipasang di mulut RP. Ope kemudian bercerita kepada RP bahwa ia butuh uang Rp5 juta untuk biaya perobatan ibunya yang sedang sakit di Nias. “Dari jam 3 sampai jam 5 subuh itu, si Ope (pelaku) sempat bilang kalau butuh uang 5 juta untuk perobatan mamaknya di kampung. Sempat juganya dibilang si RP untuk lepaskan dia biar dihubunginya bapaknya untuk minjamkan uang 5 juta untuk pelaku,” ungkap Silvya. Saat Ope curhat, kesempatan itulah dimanfaatkan RP untuk menghubungi kakaknya dan melaporkan kejadian yang dia alami. Karena tak tahan dengan ulah Ope, RP menjerit. Jeritannya kemudian membangunkan warga.
Sementara pelaku kalang kabut dan langsung kabur meninggalkan RP. Warga yang mendengar teriakan RP berhamburan keluar rumah dan langsung masuk ke kamar RP. Di dalam kamar tersebut, warga mendapati RP dalam keadaan tidak berbusana. Mendapat informasi jika pelaku perampokan disertai pelecehan adalah teman satu kamar Romy, warga marah dan mendobrak kamar Romy. Warga mendapati karyawan salah satu pusat perbelanjaan itu sedang tidur. “Aku lagi tidur bang, tiba-tiba kamar aku didobrak warga. Mereka nyarik kawan aku si Ope,” terang Romy ketika berada di Mapolsek Sunggal. Warga yang menaruh curiga terhadap Romy pun sempat menghakimi pria asal Nias ini dan meminta memberi tahu keberadaan pelaku.
Romy yang tidak tahu menahu ulah teman sekampungnya tersebut hanya bisa pasrah dan terseret ke Polsek Sunggal untuk dimintai keterangan. “Warga curiga kalau aku sekongkol sama si Ope (pelaku). Padahal aku nggak tau apa-apa. Jadi aku dipukuli warga, terus dibawa ke sini (polsek) biar diperiksa,” tambahnya. Diceritakan Romy Frans Gea, sepulang bekerja ia tak mendapati pelaku di dalam kamar kos nya. Lantaran tak menaruh curiga, Romy pun tak mencari pelaku dan memilih tidur. Masih menurut Romy, pelaku teman sekampungnya dan baru dua minggu di Medan dan meminta tolong menumpang di kamar kos miliknya. “Rupanya kayak gini balasan yang dikasinya sama aku. Padahal waktu dikampung dia (pelaku) baik kali bang. Pendiam, nggak macam-macam lah bang. Tapi yaudahlah, ini rupanya balasan untuk aku” tutup Romy .(MR/MET/RED).
