Kunjungan Kerja Kapolda Sumut ke Polres Batubara

Kunjungan Kerja Kapolda Sumut ke Polres Batubara
Bagikan

MetroRakyat.com  |  BATUBARA — Kapolda Sumut Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., beserta Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Ningrum Rycko Amelza Dahniel., melaksanakan Kunjungan kerja ke Polres Batubara didampingi oleh Karo Ops, Karo SDM, Karolog, Dirpamobvit, Dirpolair, Dirbinmas, Kasatbrimob, Kabidkum, Kabidpropam, Kabidhumas, Wadirreskrimum, dan KoorSpripim, masing-masing beserta istri, Selasa (21/3/2017).

Kedatangan Kapolda Sumut disambut oleh Kapolres Batubara, Wakil Bupati Batubara dan unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, beserta seluruh personil dan Bhayangkari Polres Batubara. dengan disambut Jarmat (Jajar Kehormatan) oleh 10 personil Sat Sabhara Polres Batubara.

Usai  penyambutan dilanjutkan dengan acara dialog dengan Kapolres Batubara, Wakil Bupati Batubara beserta unsur Forkopimda Kab Batu Bara, Ketua DPRD dan anggota  DPRD Kab. Batubara,  Pimpinan PT.  Inalum persero, Tomas, Toga, Tokoh Pemuda dan insan pers media cetak/elektronik. Acara dialog diawali dengan Sambutan Bupati Batubara yang disampaikan oleh Wakil Bupati Batubara H RM Harry Nugroho SE, menyampaikan secara umum penyelenggaraan Kabupaten Batubara berjalan dengan baik, hal ini karena terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten  Batubara berkat sinergitas Pori, TNI, Pemkab dan seluruh stake holder selama 10 tahun, Batubara ini berdiri semenjak pemekaran dari Kabupaten Asahan, dan saat ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat karena merupakan salah satu daerah kawasan industri yang memiliki pelabuhan. Agar kita menjaga dan memelihara apa yang telah kita capai dengan kebersamaan.

Sementara itu, Kapolda Sumut dalam sambutannya  menyampaikan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi diseluruh wilayah Sumut, utamanya wilayah pantai Timur, karena Batubara ini berada diwilayah pantai timur Sumatera. Landasan filosofi tugas-tugas Kepolisian adalah untuk mengelola masalah sosial dalam mewujudkan keteraturan sosial yang harus memiliki pengetahuan tentang ilmu Kepolisian.  Luas Pantai timur Sumatera sekitar 575 Km terbentang dari Aceh s/d Kuala Tungkal di Jambi, berbatasan dengan Selat Malaka, China, Singapore, Malaysia dan Golden Triangle. Itu sebabnya wilayah ini sangat rawan Narkoba yang merupakan musuh utama kita.

Dengan letak geografi tersebut memberikan peluang menjadi tempat perlintasan, tempat transit dan penjualan narkoba. Tentu TNI-Polri dan Pemda tidak mampu untuk memeriksa seluruh kapal yang melintas. Kapolda Sumut menjelaskan 3 alasan kenapa narkoba berbahaya yaitu pertama haram, kedua melanggar hukum, dan yang ketiga ketergantungan. Lalu bagaimana caranya Mencegah lebih baik dari pada mengobati ? Mencegah mengajak masyarakat taat kepada aturan, menjaga supaya manusia tetap beradab. Mencegah mulai dari cara yang paling soft sampai dengan yang hard. Siapa yang bertugas untuk mencegah? Yaitu tanggung jawab kita semua. Apalagi yang memiliki status sebagai guru mencegah dengan memberi peringatan, sampai kepada memberi sanksi sosial. Kita harus berani Mencegah, menangkal dan melawan narkoba.

Pada bulan ini disamping Narkoba ada lagi yang terungkap di Tapsel yaitu kejahatan seksual Sodomi terhadap anak-anak. Kejahatan ini menjadi virus, dia akan menjadi predator/pemangsa yang akan mengejar terus targetnya sampai dapat. Dan korbannya punya potensi menjadi pelaku. Ini bisa menjadi endemik di satu wilayah dan menjadi epidemik di beberapa wilayah, ujar  Kapolda Sumut Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

Usai dialog, dilanjutkan dengan Penandatangan prasasti pembangunan mushola mitra Bhayangkara Polres Batu Bara, disaksikan oleh Kapolres Batubara AKBP Dedy Indriyanto  dan unsur Forkopimda Kabupaten Batubara. Dan diakhiri dengan foto bersama. (MR04/RED/HUMAS).

 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.