Kapolda Sumatera Utara Dianugerahi Marga Ujung dan Ny. Ningrum Rycko Amelza Dahniel Dianugerahi Marga Beru Padang Oleh Tokoh Masyarakat Kabupaten Dairi
MetroRakyat.com | DAIRI — Kapolda Sumut Irjen Pol Dr. H Rycko Amelza Dahniel M.Si dalam kunjungannya ke Kabupaten Dairi melakukan silaturahmi dengan Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro SSos beserta Unsur Forkompida Kabupaten Dairi dan tokoh masyarakat pada hari Jum’at tanggal 3 Maret 2017 yang bertempat di lokasi Mess Wahana Estate Sidikalang. Hadir pula dalam acara tersebut Kapolres Dairi, Dandim, Wakil Bupati, Sekda, Camat, Kepala Desa, Toga ,Tomas, serta Pemuka agama mitra Kamtibmas se Kabupaten Dairi.

Kapolda Sumut sendiri turut didampingi oleh rombongan Ketua Bhayangkari Daerah Sumut dan Pengurus Daerah Bhayangkari, Karo Ops, Dirresnarkoba, Dirlantas, Dirreskrimsus, Kasat Brimob, Kabidkeu, Kabidhumas, Karo Sarpras diwakili AKBP DWI. Acara diisi dengan acara doa oleh Ketua MUI Kab. Dairi H. Naik Angkat, M.M. dilanjutkan dengan makan malam bersama. Saat menyampaikan kata sambutan Bupati Dairi menjelaskan profil dan gambaran dari Kabupaten Dairi yang memiliki 15 kecamatan dan berbatasan dengan Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan Pakpak Bharat. “Lebih lanjut kami jelaskan kepada bapak Kapolda Sumut, Motto pembangunan dari kabupaten Dairi adalah “Bekerja Untuk Rakyat”. Bekerja dengan tulus ikhas dan semangat membangun Kabupaten tercinta ini.” ujar Bupati kepada Kapolda Sumut.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Dairi Raja Ardi Ujung Spd. menyampaikan bahwa Dairi memiliki keragaman suku dimana terdapat 9 etnis yang saling mendukung dalam membangun Dairi. “Situasi selalu kondusif karena kebersamaan Muspida yang berkomitmen bersatu untuk membangun Dairi. Kami dari masyarakat Kabupaten Dairi sangat senang menyambut kedatangan Bapak. “ ujar Raja.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut dan Ibu diberi kehormatan untuk dipakaikan seperangkat pakaian adat Pakpak oleh Bupati Dairi dan tokoh adat Dairi. Para tokoh adat Dairi juga memberikan marga Ujung kepada Kapolda Sumut dan beru Padang kepada istri Ny. Ningrum Rycko Amelza. Para tokoh adat juga memakaikan ulos kepada para pejabat utama Polda Sumut yang turut mendampingi Kapolda.
Kapolda Sumut dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehangatan sambutan yang diberikan oleh Bupati dan Tokoh Adat dan Masyarakat serta Tokoh Agama kabupaten Dairi. “Malam ini saya bukan saja disambut tapi kami diberikan marga. Pemberian marga ini adalah suatu penghargaan dan apresiasi karena merupakan warisan kebudayaan, dan suatu bukti bahwa warga Dairi sebagai suku bangsa yang senantiasa menerima perbedaan. “ ujar Kapolda Sumut berterimakasih.
Kapolda diberitahukan bahwa marga Ujung merupakan marga tertinggi dari 7 marga yang ada di masyarakat Dairi. Karena masyarakat Dairi menerima dan menghargai perbedaan dan keberagaman. “Ini adalah bukti Pancasila bekerja dalam kehidupan masyarakat Dairi, oleh sebab itu saya ucapkan terima kasih sekali lagi.” ujarnya.
Dalam kesempatan kapolda Sumut mencoba mengambil hikmah dari pakaian adat yang diterimanya. Kapolda mengatakan Bulang Bulang di kepala yang diberikan merupakan tanda sebagai pemimpin yang harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas warganya. Kemudian baju dan abit filosofinya untuk selalu menjaga kehormatan.

“Ternyata para leluhur kita menciptakan pakaian adat ini penuh makna dan filosofi. Sesungguhnya sebelum Bung Karno menggali nilai Pancasila maka nilai nilai tersebut sudah ada dalam budaya masyarakat kita. Pada malam hari ini saya melihat warga Dairi bisa menjadi contoh dalam miniatur Kebhinekaan Negara kita.” katanya.

Selanjutnya Kapolda Sumut sempat menjelaskan terkait tugas tugas Polisi, diantaranya bahwa Polisi dalam melaksanakan tugasnya dilakukan oleh berbagai fungsi. Polisi, menurut Kapolda Sumut, harus dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam masyarakat. Setelah itu dilakukan pemetaan, kemudian dilakukan upaya upaya penyelesaian masalah yang ada sesuai dengan tingkatan masalahnya.
“Upaya yang paling ringan adalah upaya pemberdayaan masyarakat dengan cara mendatangi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kamtibmas , berikutnya melakukan upaya upaya pencegahan , dan yang terakhir baru dilakukan upaya penegakan hukum.” Kata Kapolda Sumut.
Kapolda Sumut juga menjelaskan keterkaitan dengan 3 pilar plus yang terdiri dari Bhabinbkamtibmas, Babinsa TNI dan perangkat desa/kelurahan plus tokoh agama dan masyarakat. 3 pilar plus diharapkan turun kebawah mendatangi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang selalu ingin meningkatkan kualitas dalam kebhinekaan. Menciptakan kedamaian ditengah masyarakat, masyarakat saling menghargai, saling menghormati, saling gotong royong. “Oleh sebab itu banggalah menjadi bhabinsa, bangga menjadi bhabinkamtibmas, bangga menjadi kepala desa, bangga menjadi tokoh masyarakat , jika bisa menciptakan kedamaian ditengah masyarakat, itu adalah suatu kemuliaan dan kehormatan.” Ujarnya memberikan semangat kepada para unsur 3 pilar plus tersebut.
Setelah Kapolda Sumut memberikan kata sambutan, acara kemudian diakhiri dengan foto bersama. Acara berlangsung dengan lancar, para hadirin tampak antusias dalam mengikuti pertemuan silahturahmi dengan Kapolda Sumut tersebut. (MR04/RED).
