Ini Kata Kapolres Samosir Terkait Kasus Pembunuhan di Hutan Tele
MetroRakyat.com | SAMOSIR – Polres Samosir sudah menemukan titik terang dalam mengusut kasus pembunuhan dan mutilasi mandor PT.TPL, Feri Wijaya di hutan Tele Samosir pada 23 Oktober 2015 lalu. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Samosir, AKBP Donal Simanjuntak kepada MetroRakyat.com dan pihak keluarga korban, saat menerima kunjungan pihak keluara korban diruangannya, Selasa,(17/1/2017).
” Perkembangan kasus mutilasi atas nama Feri Wijaya di hutan Tele Samosir tahun 2015 lalu, sudah ada titik terang, yakni menemukan HP milik korban yang sudah hilang sejak Oktober 2015, sementara barang lainnya seperti sepedamotor dan dompet masih terus dicari.” Ungkap Donald
Kapolres Samosir tersebut juga melanjutkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumumkan pelaku pembunuh Feri Wijaya. Dan berjanji memberi atensi pada pengungkapan kasus tersebut sampai tuntas.
Sementara itu, Ibu kandung korban, Murita Br.Sihombing berharap Kapolres Samosir yang baru AKBP Donald Simanjuntak segera menangkap pelaku jika memang sudah mengetahuinya dan keberadaanya. Karena, pihak keluarga sampai saat ini tetap merasa sedih karena pembunuh anaknya Feri Wijaya secara sadis belum juga ditemukan dan ditangkap untuk dapat dihukum sesuai Undang-Undang yang berlaku di Negara ini.
“Kami pihak keluarga berharap kepada Bapak Kapolres untuk segera menangkap pelaku pembunuhan anak saya jika ,memang sudah dikertahui siapa pelakunya dan keberadaannya, agar anak saya dapat tenang dialam baka sana. kami juga berterimakasih atas atensi dan upaya Kapolres Samosir yang telah melakukan pengusutan atas kasus kematian anak saya yang dubunuh dan di mutilasi.” ungkap Murita dengan mata berkaca-kaca menahankan haru.
Seperti diberitakan sebelumnya, Feri Wijaya (23) keturunan berdarah Tionghoa dan Batak Toba, ditemukan tewas di Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT.Toba Pulp Lestari, tepatnya di hutan Tele, Jumat 23 Oktober 2015, dalam kondisi sangat mengenaskan dengan keadaan membusuk, kepala putus dan bercerai dari badan, kedua tangan hilang, serta tubuh penuh luka sayatan. Barang-barang milik korban seperti sepeda motor, dompet dan handphone tidak ditemukan di Tempat Kejadian Perkara(TKP). pihak keluarga berharap ditangan Kapolres Samosir yang baru, AKBP Donald Simanjuntak, pembunuh Feri Wijaya dapat segera terungkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku di Republik Indonesia.(MR/tim/red)
