Proyek Patung Anugrah (Nabi Nuh) Bernilai Miliaran Diterlantarkan Pemkab Tapteng
MetroRakyat.com | TAPTENG – Tapteng-awal dari pembangunan 2008 sampai saat ini Patung Anugrah(NUH), yang tempatnya di Labuan Angin, Desa Pargodungan kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, sangat memprihatinkan, akibat tidak dilanjutkanya pembangunan Patung Anugrah(NUH) tersebut, sehingga suasana lokasi Patung Anugrah itu menjadi sarang hewan liar dan ditumbuhi rumput ilalang.


Amatan wartawan Metro Rakyat saat berkunjung menuju lokasi Patung Anugrah Nuh tersebut, Sabtu (3/12/2016), terlihat sangat tidak terurus. Masyarakat yang tinggal disekitar lokasi, Buala Sokhin (67) mengatakan, jalan menuju pembangunan Patung Anugrah itu sudah cukup sulit, dan sudah mirip seperti hutan kembali, karena tak pernah dipedulikan lagi oleh instansi Pemerintah terkait.”cetusnya.

Investigasi yang dilakukan oleh awak media seperti Kepala Harian Sinar Tapanuli, Dirman Halawa,bersama korlip Sinar Tapanuli, Benny Setiawan dan Kabiro Metro Rakyat, R. Marpaung bersama salah satu warga setempat sebagai pemandu jalan, Buala Sokhin Halawa, untuk memastikan kebenara Patung Anugrah yang pernah dibangun sejak tahun 2008 tersebut sampai sekarang ternyata sangat memprihatinkan dan terlantar, serta tidak ada perawatan sama sekali dari pemerintahan Pemkab Tapanuli Tengah.
Sementara informasi yang didapat wartawan, bahwa pembangunan Patung Anugrah tersebut bersunber dari dana APBD Pemkab Tapteng Tahun Anggaran 2008. Dan awalnya dibangun di lokasi puncak GM, Desa Bonandolok , Kecamatan Sitahuis, di masa itu surpai lapangan telah di lakukan dengan mengeluarkan dana sebesar Rp. 9 miliar. Sedangkan patung tersebut di datangkan dari Kota Bandung. Namun belakangan mencuat isu bahwa puncak GM adalah Hutan Lindung, akibatnya, pembangunan Patung Anugrah akhirnya dihentikan dengan pertimbangan Pengkab Tapteng. Dan pada saat itu masih masa Bupatinya dijabat oleh Drs. Tuani Lumbantobing. Patung Anugrah itupun akhirnya dipindahkan ke kawasan Bukit Labuan Angin ,ditempat lokasi saat ini, lokasi terlantarnya Patung Anugrah milik Pemkab Tapteng tersebut.
“Pembagunan Patung Anugrah tersebut tak mempengaruhi perekonomian masyarakat dimana tempat pembangunan itu tidak diketahui oleh masyarakat Tapteng itu sendiri, dan sangat jauh dari jangkauan masyarakat Tapteng. Warga masyarakat yang mengetahui adanya pembangunan Patung Anugrah tersebut menganggap bahwa pembangunan tersebut hanya menghambur-hamburkan aggaran saja.” Ungkap warga masyarakat sekitar.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Sekda Tapteng, Drs Hendrik Lumbantobing, yang diketahui pada masa itu masih menjabat sebagai Kadis Pendapatan Pemkab Tapteng, dengan nada sangat tegas dari balik selulernya mengatakan,” Tanya saja ke BUMD Tapanuli Growth Jaya, tentang Patung Anugrah tersebut, jangan tanya sama saya, yang melaksanakan itukan BUMD, bukan saya, mending tanya sama BUMD saja ya, jangan sama saya ya” cetusnya sembari menutup sambungan HP miliknya.(MR/Marpaung).


