Mahasiswi Bogor Tewas Usai Minum Kopi di Rollas Coffee Palangka Raya
MetroRakyat.com | PALANGKA RAYA — Mahasiswi semester V, Prodi PGSD, Universitas Juanda, Bogor, Jawa Barat, Sitroneli, 21, tewas mendadak usai minum kopi dan pizza di Rollaas Coffee dan Tea, Jalan Antang, Palangka Raya, Minggu (18/12/2016) malam. Korban menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah setelah sempat mengalami muntah darah berulang kali di kafe tersebut.
Keberadaan korban di Palangka Raya mengikuti program Kementerian Riset Teknologidan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk pertukaran mahasiswa di Universitas Muhammadiyah, Palangka Raya, selama satu bulan. Padahal, sebentar lagi yakni pada Kamis (22/12/2016), mereka kembali lagi ke Bogor
Informasi yang dihimpun, malam itu, korban bersama tiga rekan mahasiswi lainnya, yakni dua teman sama-sama dari Universitas Juanda, Annisa dan Nurul. Sedangkan satu sisanya adalah mahasiswi Muhammadiyah, Raudah. Mereka kemudian duduk nyantai sambil minum kopi dan makan pizza.

Namun tak lama berselang, korban mendadak muntah darah berkepanjangan. Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah, tapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Mendengar telah meninggal dunia, rekan korban, Annisa langsung jatuh pingsan. Kasus ini sedang ditangani Polres Palangka Raya. Unit IV, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk tiga rekan korban yang kala itu minum bersama di kafe tersebut.
Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya korban. Saat ini, korban berada di kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya dr Ricka Brillianty mengatakan, belum berani melakukan otopsi sebelum ada permintaan dari pihak keluarga korban. Dia juga enggan berspekulasi mengenai penyebab kematian tersebut.

“Belum tahu. Sementara ini, kami belum ada melakukan pemeriksaan apapun. Korban masih kami simpan di kulkas pendingin sampai ada surat permintaan otopsi dan keluarga ada yang datang,” ucap Ricka. Korban mengikuti pertukaran mahasiswa di UMP bersama 14 rekan lainnya. Selain itu, juga ada 15 mahasiswi Universitas PGRI Semarang, dalam pertukaran tersebut. Begitu juga sebaliknya, mahasiswi UMP menempuh studi selama sebulan baik di Universitas Juanda maupun PGRI Semarang. (BN/MR).

