Danramil, Babinsa, Mantri Tani dan PPL Sewilayah UPTD VII Tanggul Melaksanakan Panen Raya Penerimaan Sosialisasi Pencanangan Pengendalian Hama Secara Alami
MetroRakyat.com | JEMBER – Dunia pertanian tidak terlepas dari apa yang namanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), pengendalian hama serangga pada tanaman padi atau sayuran tak selamanya harus melakukan penyemprotan pestisida, pengendalian secara alami dengan memanfaatkan serangga musuh alami terkadang lebih efektif, effisien dan ekonomis serta berdampak lingkungan yang lebih baik.

Untuk itu, pada Rabu, (7/12/2016), Pukul 08.00 – 10.30 Wib bertempat di Dsn Krajan Kidul Desa Yosorati Kec. Sumberbaru Jember dilaksanakan Panen Raya milik kelompok tani setempat yaitu Poktan Sumber Rejeki secara keseluruhan seluas 15,3 hektar.
Hadir pada kesempatan tersebut Perwira Seksi Teritorial Kodim 0824 Kapten Chb, Hadi Windoko mewakili Dandim 0824, Danramil 0824/16 Tanggul Kapten Cba. Beteng Irianto, Danramil 0824/17 Sumber dari Kapten Arm Seniman, serta Danpos Ramil 0824/31 Peltu Imam Rudiono.
Masing-masing Danramil hadir bersama seluruh Babinsa di jajarannya, dari Dinas Pertanian hadir Bpk.Toni mewakili Kepala Dinas Pertanian, Ka UPTD Pertanian Wil VII TanggulIr Khusnul Khotimah serta 160 orang dari MantriTani dan PPL sewilayah UPTD VII Tanggul serta anggota Poktan Sumber Rejeki.
Kegiatan diawali dengan pemanenan padi atau panen raya dilahan milik Poktan Sumber Rejeki selanjutnya dilaksanakan sosialisasi dan pencanangan pengendalian hama refugia dalam menunjang program Upsusintensifikasi tanaman padi oleh Toni dari DinasPertanian Jember.
Pada kesempatan tersebut Toni menjelaskan bahwa pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) bertujuan untuk mempertahankan produksi pertanian agar produksi tetap optimal, pengendalian hama adalah usaha–usaha manusia untuk menekan populasi hama sampai dibawah ambang batas yang merugikan secara ekonomi.
Pengendalian dapat dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memilih suatu cara atau menggabungkan beberapa cara pengendalian, sehingga tidak merugikan secara ekonomis, biologi dan ekologi. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi tentang lingkungan yang sehat dan pertanian yang berkelanjutan diperlukan cara pengendalian yang tepat dan bersifat alami.
Bahkan dijelaskan bahwa serangga musuh alami pada tanaman padi dan sayuran secara alamiah sebetulnya sudah ada sejak dahulu dan halter sebut diakibatkan oleh karena lingkungan yang tidak memadai, sehingga terjadi ketidak seimbangan antara perkembangan serangga musuh alami dan berdampak terjadi ledakan hama tanaman.
Refugia adalah tanaman yang berfungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. refugia adalah tanaman yang berbunga seperti kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam dan kembang kertas, bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nectar yang baunya menarik serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datangdanseranggayang sering melakukan kunjungan rutin untuk mendapatkan nectar adalah kumbang, lalat, lebah, semut, thrips dan kupu-kupu.
Pembudidayaan tanaman refugia sebagai micro habitat serangga hama dan musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan maupun lahan sayuran untuk mengendalikan hama secara almiah, sehingga akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama selanjutnya, keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan terjaga secara berimbang.
Komandan Kodim 0824 Jember LetkolInf Muhammad Nas, S.IP saat di konfirmasi, membenarkan adanya kegiatan tersebut dan sedianya dirinya akan hadir, namun karena ada dinas luar kota sehingga saya wakilkan kepada Perwira Seksi Teritorial, untuk itu saya mohon maaf kepada semua pihak yang hadir pada kesempatan tersebut.
Terkait kegiatan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi anggota jajarannya, dengan pemahaman tehnis pengendalian OPT melalui langkah alami tersebut saya sangat mendukung sekali karena disamping biayanya murah sangat membantu sekali dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Dengan demikian tentunya akan meningkatkan produktifitas pertanian, meningkatkan kesehatan lingkungan dengan pengurangan penggunaan pestisida atau obat kimia lainnya serta secara otomatis akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani itu sendiri, sebagai bagian pokok dari program ketahanan pangan Nasional.(MR/red)
