Wakapolda Sumut Apresiasi Diskusi Publik Nasional Metro Rakyat Dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia
MetroRakyat.com | MEDAN — Diskusi Publik Nasional Metro Rakyat Dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia berlangsung dengan sukses dan aman. Diskusi yang dihelat selama 120 menit ini berjalan normal, dan dibuka resmi oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Adhi Prawoto, Senin (7/11/2016) di Emerald Garden International Hotel, sekira pukul 15.30 wib. Wakapolda Sumuatera Utara dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Kepolisian Negara Republik Indonesia masih berbenah diri. Hal ini disebabkan, bahwa Pemerintah Pusat mencanangkan program Revolusi Mental. Menurutnya, revolusi mental berarti warga Indonesia harus mengenal karakter orisinal bangsa. Indonesia, sebut Adhi, merupakan bangsa yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah, dan bergotong royong. Dia mengatakan, karakter tersebut merupakan modal yang seharusnya dapat membuat rakyat sejahtera. “Kita harus merubah karakter bangsa yang sudah mulai pudar atau terkontaminasi dengan pola hidup korup, demikian juga halnya dengan Polri yang masih terus dan terus menerus berbenah diri”, ungkap perwira tinggi ini.

Perubahan karakter bangsa tersebut, kata Adhi, merupakan akar dari munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi, hingga ketidaksiplinan. Kondisi itu dibiarkan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya hadir di setiap sendi bangsa. “Segenap lapisan masyarakat dituntut untuk berubah, dengan cara pola pikirinya dan bukan saja terletak pada Kepolisian, namun kita semua”, kata Adhi didepan dua ratusan panelis dan undangan. Selain itu, Wakapoldasu dalam sambutannya memaparkan sejumlah keberhasilan atau capaian yang dilakukan Polda Sumatera Utara. Perwira tinggi berbintang satu ini juga tidak menyangkal bahwa adanya sejumlah oknum Polri yang masih saja bermentalkan korupsi bahkan malakukan penindasan sehingga membuat rakyat menjadi apatis. “Saya tidak menyangkal bahwa ada beberapa oknum Polisi kita masih memamerkan sikap yang tidak terpuji, seperti masyarakat dalam melakukan pengaduan ke Kepolisian terdekat, sering masyarakat mendapat pelayanan tidak baik dari Polisinya, bahkan ada yang meminta uang untuk mengurus sejumlah perkara atau bahkan membentak. Ini adalah hal yang harus kita kritisi bersama dan kami Kepolisian akan tetap mengedepankan sikap yang humanis. Jika ditemukan oknum yang berlaku seperti ini maka silahkan laporkan kepada kami”, tegas Adhi.
Lebih lanjut mantan Wakapoltabes Medan ini menungkapkan bahwa program Pemerintah Pusat harus diikuti bersama dengan stakeholedernya. Adhi menekankan program Nawa Cita era Jokowi dan Jusuf Kalla. Ada sembilan hal yang harus kita ketahui bersama, bagaimana berjalannya roda pemerintahan melalui Nawa Cita yang dikumandangkan Bapak Presiden Jokowi, yakni ; Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim, Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan, Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya, Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah Kampung Deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019, Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya, Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia, Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga.







Mantan Kapolres Siantar Simalungun ini juga mengatakan kembali hal terkait Commander Wish Kapolri Tito Karnavian, Kapolri Menekankan pada seluruh personel Polri dengan semboyan Promoter (Profesional, Modern Dan Terpercaya). Promoter ini untuk mendukung misi Presiden Joko Widodo tentang peningkatan Trust (kepercayaan) masyarakat terhadap polri. Latar belakang Commander Wish adalah rakyat memiliki kekuasaan, sehingga perlu bagi Polri untuk mendapatkan Trust dari masyarakat. Supaya Ada Trust dari Masyarakat, maka ada 3 Hal yang perlu dilakukan : Pertama adalah kultur pada organisasi, Kedua adalah kinerja pada organisasi. Kultur dan kinerja organisasi menjadi satu, tidak bisa dipisahkan. Kinerja Polri dibenahi secara profesional karena hal ini selalu dilihat oleh masyarakat. Kinerja Polri yang positif naik maka kulturnya juga naik, hal ini bisa dilihat dari Bagaimana Kinerja/ Profesionalismenya Polisi, dengan memperbanyak latihan yang didukung anggaran. Terhadap Profesionalisme, semua fungsi baik pembinaan maupun operasional, respon terhadap laporan lebih cepat dilayani, tidak memandang siapa yang laporan.

Masih kata Adhi, Strategi kehumasan Polri guna mendukung program prioritas Kapolri melalui manajemen media dalam rangka meningkatan kepercayaan publik juga dilaksanakan. “Positioning media guna penguatan sosialisasi Harkamtibmas,sentralisasi informasi terkait pelayanan publik,dan percepatan penegakan hukum.dalam pelaksanaan Grand Srategy Polri,” tegasnya. Grand strategis yang memiliki tiga tahap tambahnya, Trust Building(pembangunan kepercayaan), Partnership Building (pembangunan kemitraan masyarakat) serta Strive for Excelence (pelayanan prima).peran media begitu fundamental. “Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sudah tidak terbantahkan.imbasnya menyapu ke segala aspek kehidupan.termasuk,pada cara atau teknik berkomunikasi antar personal dan sosialisasi masyarakat,” tutup jenderal Bintang satu ini.
Seperti diketahui, redaksi media online berbasis Nasional Metro Rakyat menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah sebelumnya mendapatkan izin atau disposisi dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Wakapoldasu ditugaskan untuk memberikan paparan dan bertindak sebagai Keynote Speaker Utama pada Diskusi gawaian Metro Rakyat ini. Bertindak menjadi Keynote Speaker lainnya yakni, Brigadir Jenderal Polisi Purnawirawan Victor E.Simanjuntak, Ketua Umum Ikatan Penasehat Hukum Indonesia Provinsi Sumatera Utara M. Sa’i Rangkuti, SH, MH. Undangan dan panelis lainnya berasal dari Akademisi dan Mahasiswa kampus Universitas Sutomo, Medan Area, Universitas Sumatera Utara, Darma Agung. Sedangkan pelajar dari SMK Negeri 10 Medan turut menyumbangkan dedikasinya pada acara tersebut sebagai Potographer dan Penerima Tamu Kehormatan, dan dipandu kelompok paduan suara dari SMA Negeri 4 Medan. Turut hadir pada acara tersebut, Pemerintah Kota Medan diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, Drs. Darussalam Pohan, MAP, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Medan, Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK,MHum, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Dra. Rina Sari Ginting, dan elemen masyarakat lainnya seperti MHKI (Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia), LSM Topan RI Sumut, LSM Penjara Indonesia Sumut, Puja Kesuma, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kota Medan, Taruna Merah Putih Kota Medan, Karang Taruna Kota Medan, dan segenap insan pers dari berbagai media di kota Medan. Diskusi kali ini mengambil thema yakni “Mari Mewujudkan Polri Yang Profesional, Jujur dan Dicintai Rakyat Demi Perwujudan Revolusi Mental”. Metro Rakyat melaksanakan agenda Diskusi Publik ini adalah produksi yang ke dua di tahun 2016, kendati masih berusia dini sejak didirikannya perusahaan PT.Metro Rakyat Intermedia pada bulan Maret 2016 yang lalu. (MR/Red)>


