Aksi damai, mahasiswa di Bandung serukan tangkap Ahok

Aksi damai, mahasiswa di Bandung serukan tangkap Ahok
Bagikan

MetroRakyat.com  |  BANDUNG  — Aksi demonstrasi menuntut Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama terus berlanjut. Seruan agar pihak kepolisian menangkap Ahok, sapaan akrab Basuki, digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (5/11) siang. Mahasiswa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Jawa Barat menyerukan agar Ahok segera ditangkap. Namun, aksi mereka dilakukan secara damai.

Sebelum tiba di depan Kantor Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, ratusan mahasiswa itu berkumpul di depan Kampus ITB Jalan Ganeca. Aksi mereka kemudian dilanjutkan dengan longmarch dari rute Monumen Perjuangan hingga ke Gedung Sate, Jalan Diponegoro. “Ini aksi damai, di mana kita merespons penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok. Kita menuntut penistaan ini diproses polisi,” kata Firmansyah koordinator aksi saat ditemui di lokasi.

Ahok memang sudah meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya tersebut. Namun, menurut mereka bukan berarti mantan Bupati Belitung itu bebas dari jeratan hukum. Dia menilai, ucapan Ahok ihwal Surat Al-Maidah ayat 51 sudah cukup bukti untuk meningkatkan status Ahok dari saksi menjadi tersangka. “Seharusnya polisi harus segera menetapkan Ahok ini sebagai tersangka,” ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menerima massa di Istana Presiden kemarin, sudah menyampaikan bahwa proses hukum terhadap Ahok akan dilakukan tidak lebih dari dua pekan. “Kita menganggap (pernyataan JK) belum menjawab kerisauan kami. Harusnya sudah jadi tersangka. Itu bahasa normatif saja. Nanti ada perubahan. Kalau bilang ini hanya diproses ini tidak memuaskan kami,” lanjut Firmansyah.

Dia meminta, pemerintah dalam hal ini kepolisian tidak lambat mengusut pernyataan Ahok yang dinilai menyakiti umat muslim di Indonesia. Jangan sampai ada kesan publik bahwa rezim Jokowi melindungi Ahok yang seolah kebal hukum, tambahnya. “Saya juga mahasiswa bahasa, saya paham betul, siapa objek yang dituju. Dari ucapan itu penistaan agama sangat terindikasi kuat,” sambungnya.

Pantauan merdeka.com, ratusan massa membentangkan poster kecaman bertuliskan ‘Jokowi perintahkan Polri tangkap Ahok Penista & Penghina Al-Quran’. Unjuk rasa dimulai pukul 10.00 WIB, dan berakhir dengan damai pada 11.05 WIB. Polisi turut mengawal aksi ini. (Merd/MR).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.