Sadis !!! Leher Istri Digorok Hanya Karena Ini…

Sadis !!! Leher Istri Digorok Hanya Karena Ini…
Bagikan

MetroRakyat.com  | PADANG SIDIMPUAN — Dua penolakan yang dilakukan sang istri membuat Zulfan Efendi Harahap (36) emosi bukan kepalang. Bahkan, sampai kalap hingga tega menghabisi nyawa istrinya, Efriana Br Sihombing (27), Jumat (7/10) dini hari. Penjaga kantor pos di Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, yang sehari-hari juga bekerja sebagai petani ini, menggorok leher dan menikami beberapa bagian tubuh perempuan yang sudah dinikahinya selama empat tahun itu. Informasi dihimpun, pada Kamis (6/10) malam sekira pukul 23.30 WIB, Zulfan meminta istrinya untuk membuatkannya secangkir kopi. Namun, istrinya yang sudah tertidur itu menolak. Tak berapa lama, Zulfan menagih istrinya berhubungan badan. Dan, hal itu juga ditolak korban.

Zulfan yang kalap dengan penolakan-penolakan sang istri, pergi ke dapur dan mengambil pisau. Lalu, kembali menghampiri istrinya yang tengah berbaring di ranjang. Di situ, pelaku menyerang istri dengan menggorok leher, menikam dada menyayat nadi istrinya hingga beberapa bagian luka mengeluarkan darah hingga membanjiri kamar. Peristiwa sadis yang dilakukan Zulfan terhadap istrinya, pertama kali diketahui Hendra Gandi Harahap, Kepala Kantor Pos Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur.Menurut keterangannya kepada petugas kepolisian, hari itu Jumat (7/10/) Hendra Gandi Harahap tiba di kantornya sekitar pukul 06.45 WIB.

SAMMAN POHAN/METRO TABAGSEL
Para perawat saat memulasar jenazah korban, Jumat (7/10) di Ruang Jenazah RSUD Psp.

 

Pria yang menjabat sebagai kepala kantor ini sempat merasa curiga, karena kondisi kantor tidak seperti biasanya. “Saya sempat merasa curiga, karena tidak biasanya kantor belum dibuka,” ucapnya yang dijadikan saksi oleh petugas. Selanjutnya, Gandi masuk ke dalam ruangan kantor dan menuju ruangan komputer. Rupanya, pintu ruangan tersebut bisa langsung tembus ke rumah yang dihuni oleh Zulfan, yang diketahui sebagai penjaga kantor tersebut. Merasa ada yang tidak beres, Gandi pun melaporkannya kepada warga sekitar dan selanjutnya memberitahukan kepada polisi yang bertugas di Pos Pargarutan. “Begitu saya mau membuka pintu ruangan dan mau menghidupkan komputer, saya melihat banyak tetesan darah di arah ruangan mereka,” ujarnya dan spontan langsung melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

Bersama warga, mereka pun masuk ke dalam rumah dinas yang dihuni pasangan suami istri itu. Pas di bawah pintu rumah, mereka menemukan Zulfan dengan kondisi tergeletak dan terluka, namun masih bernyawa.Mirisnya, saat mereka masuk ke dalam kamar, Epri yang tidak lain adalah istri Zulfan ditemukan dengan kondisi cukup mengenaskan dan sudah meninggal dunia di atas tempat tidur.

Di kamar pemulasaraan (perawatan ) jenazah, tubuh korban terbujur kaku dipenuhi darah yang mengering. Dari catatan visum et repertum dipimpin dokter IGD, dr Rauli Manalu, korban mengalami luka robek dari bawah telinga leher, dada, perut hingga pergelangan tangan. Sementara itu, ditemui di rumah sakit, Zulfan mengaku tega membunuh istrinya dengan cara yang cukup keji karena tidak dibuatkan kopi dan menolak ajakan berhubungan badan. “Dia menolak membuatkan kopi. Pakai pisau dapur (menggorok, menikam dan menyayat). Itu cepat setan masuk,” ungkap pelaku, Zulfan Efendi, Jumat (7/10), pagi setelah mendapat pertolongan di IGD RSUD Kota Padangsidimpuan.

Zulfan mengungkapkan, memang selama empat tahun menjalani rumah tangga, pertengkaran sering terjadi. Mulai dari hal yang sepele hingga berujung kekerasan. Tiga bulan lalu, korban memutuskan pulang ke rumah orangtuanya di Desa Pangirkiran, Aek Godang, Padang Lawas Utara (Paluta), setelah pertengkaran terjadi di antara mereka. Namun, tiga hari kemudian, pelaku kembali menjemput korban dan membawa pulang ke rumah mereka di Jalan Lintas Psp-Pal XI, komplek Kantor Pos Angkola Timur. “Itu juga masalah kopi. Sering minta kopi. Capek merayu-rayu terus. Asal minta kopi, harus dirayu,” akunya yang terbaring dengan mendapat pertolongan medis untuk mengeluarkan cairan racun yang terlanjur ditenggaknya.
“Sering bertengkar karena kopi. Capek kali lah memikirkan itu,” tutupnya.

Tenggak Racun dan Sayat Nadi, Pelaku Tetap Hidup

Jumat (7/10) pagi, Zulfan ditemukan tergeletak dengan mulut dipenuhi sisa cairan kimia pembasmi serangga. Selain itu, ada juga luka sayat di nadi tangan kanannya.Hal itu juga diakui pelaku saat mendapat pertolongan medis di Instalansi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum daerah Kota Padangsidimpuan. Dari penuturannya, jenis cairan kimia yang ditenggaknya ada tiga jenis yang seluruhnya merupakan cairan pembasmi hama.  “Aku (bekerja) bertani, itu ada tiga jenisnya (yang ditenggak). Itu karena setan membuat saya lupa,” ucapnya lemah. (MR/Batara/JPNN).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.