Emas Disabet 4 Kecamatan Di Porkot Medan

Emas Disabet 4 Kecamatan Di Porkot Medan
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Balap sepeda Porkot hari pertama, Minggu (30/10/2016), berlangsung ketat. Empat kecamatan dari 10 kecamatan yang menurunkan atletnya di ajang tahunan tersebut, berhasil meraih medali emas. Dari nomor Open Road Race (ORR), M Hairil dari Medan Tembung merebut medali emas. Pada kategori pertandingan jalan raya di jalur Medan ke Bandar Baru itu, Hairul menorehkan catatan waktu 1 jam, 48 menit, 10.80 detik. Ia mengalahkan Bima Juantara Hariono (Helvetia) dan Ryan Aditya (Deli) yang berhak atas medali perak dan perunggu. Di sektor ORR putri, pebalap sepeda Medan Area Khansa Nayra Qatrinnaya meraih medali emas. Dua emas lainnya diraih Bernando Alonso (Johor) dari nomor MTB dan Ardiansyah (Perjuangan) dari nomor BMX.

Ketua Panitia Drs Suirwan didampingi bidang pertandingan Sumaryanto mengatakan, jumlah peserta tahun ini meningkat dari Porkot tahun lalu. “Ada 46 peserta dari 10 kecamatan yang bersaibg tahun ini. Kalau disediakan hadiah uang mungkin jumlahnya akan lebih banyak,” ungkap Suirwan.

Hasil gambar untuk porkot medan 2016

Sepeda dijadwalkan akan melangsungkan pertandingan hingga Selasa (1/11). Setelah kemarin menyelesaikan 4 nomor, pada Senin hari ini akan berlanjut dengan nomor 1.000m, 3.000, 4.000m dan criterium. Nomor ITT dijadwalkan pada Selasa (1/11). Pelaksana pertandingan balap sepeda kesal karena nomor 1.000m, 3.000, 4.000m yang biasanya digelar di Stadion balap sepeda (velodrome), di kawasan Jalan William Iskandar tidak bisa digunakan. Bukan karena lintasannya yang rusak, tapi karena adanya oknum organisasi kepemudaan yang menguasai area tersebut. “Sekarang sarana velodrome ini milik siapa? Setahu kami ini milik pemerintah. Tapi kenapa ketika kami akan memakainya malah disuruh minta izin ke ketua,” jelas Suirwan.

Sikap premanisme seperti ini, semestinya diberangus oleh aparat penegak hukum khususnya krpolisian apalagi sarana yang mereka kuasai adalah milik pemerintah. Selain itu di era pemerintahan Presiden Jokowi yang gencar memberantas Pungli, hendaknya hal ini jadi perhatian. “Kami mohon kepada pimpinan organisasi kepemudaan di Sumut supaya turut membantu olahraga di Sumut bukannya mempersulit,” tegas mantan atlet balap sepeda era 80-an itu. (Red/MR/Imron).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.