Ormas PP Datangi Kantor Leasing Verena Multi Finance Karena…
MetroRakyat.com I MEDAN — Setelah terdengar kabar kantor Verena Multi Finance, Jalan Iskandar Mudan, Kec. Medan Baru, didatangi puluhan okp, ternyata persoalan tersebut adalah atas pernyataan keberatan konsumen yang melakukan kredit mobil ke leasing Verena, menjadi korban penarikan oleh debt collector.
Kepada wartawan dilokasi, Rudi (31) warga Jalan Sei Tuntung Baru, Kecamatan Medan Baru, ialah korban penarikan debt collector atas mobil Toyota Avanza BK 1990 QT warna silver miliknya yang masih menunggak selama dua bulan. “Kejadiannya di Batang Kuis dua minggu lalu, (Rabu, 24 Agustus 2016,red) mobil itu lagi di sewa orang. Sekitar belasan orang langsung menyetop dan menarik paksa mobil tersebut dari tangan yang merental mobil saya itu bang,” jelas Rudi kepada wartawan.
Ia mengaku bahwa cicilan mobil tersebut yang telah diangsur selama 7 bulan dengan jumlah cicilan 36 bulan, telah menunggak selama dua bulan. “Udah berjalan tujuh bulan bang, tiga tahun masa kreditnya. Perbulannya saya bayar Rp 3.649.000, baru dua bulan nunggak, itu langsung mereka rampas mobil dari tangan orang yang menyewa mobilku ini. Memang mobil ini ku rental kan bang,” bebernya.
Rudi juga bercerita bahwa sebelum mobil tersebut ditarik pihaknya telah berkoordinasi dengan internal Verena bahwa istrinya akan datang untuk melakukan pembayaran. “Saya udah koordinasi sama orang internal kantor. Kalau istri saya mau datang sorenya untuk pembayaran yang dua bulan nunggak itu. Rupanya sebelum istriku datang, mobil udah ditarik debt collector, malunya waktu itu mobil lagi disewa orang,” kesalnya.
Beberapa Pemuda Mencurigakan Diperiksa dan Diboyong Polisi

Dalam proses pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian Polsek Medan Baru di Kantor Verena Multi Finance, Jalan Iskandar Muda, Kec. Medan Baru, Rabu (7/9/2016) sempat menurunkan personil gabungan Brimobdasu, Sat Sabhara Porlesta Medan dan Sat Reskrim Polresta Medan.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, SH, Sik, MH, didampingi Kanit Reskrim, AKP Adhi Putranto Utomo, SH, Panit Idik I Reskrim, Iptu Arrya N. Hendrawan dan Panit Idik II Reskrim, Ipda Galih Mubaroq, tampak tiba dilokasi dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pemuda mencurigakan. “Coba cek mereka, periksa apa-apa saja yang dibawa. Jangan lupa mobilnya juga di cek,” ucap mantan Kapolsek Medan Helvetia ini kepada personil Polsek Medan Baru.
Setelah memeriksa beberapa pemuda tersebut, petugas pun turut melakukan pemeriksaan terhadap mobil Toyota Avanza BK 1449 MS warana hitam, mulai dari surat-surat kendaraan. Setelah dimintai menunjukkan surat-surat kendaraanya, pria berbadan besar berambut cepak mengenakan kaus kengsi warna merah ini hanya memberikan foto copy STNK mobilnya. Melihat itu, perwira berpangkat satu melati emas dipundaknya ini langsung memerintahkan anggotanya untuk memboyong seluruhnya beserta mobil yang dicurigai tersebut ke Mapolsek Medan Baru.
Sempat terjadi cekcok karena orang tersebut menolak untuk menyebutkan identitasnya. Beberapa pria berbadan tegap itu kemudian digiring ke Mapolsek untuk diperiksa. “Bawa mereka semua ke Mako. Jangan ada yang tertinggal. Kamu giring mereka dari belakang semuanya,” tegas Ronni.(Nelson/Imron).
