Pastor Dan Jemaat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansur Medan Selamat Dari Ledakan Bom Bunuh Diri

Pastor Dan Jemaat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansur Medan Selamat Dari Ledakan Bom Bunuh Diri
Bagikan

MetroRakyat.com | MEDAN – Ditengah pelaksanaan ibadah yang khusuk, dan seluruh jemaat  gereja sedang mendengarkan khotbah yang dibawakan oleh seorang Pastor bernama Albret S.Pandingan, tiba-tiba saja seorang pria yang diketahui bernama Ivan Armadi Hasugihan berlari kearah Altar dengan menggendong Bom rakitan yang dirakit dengan pipa warna kuning sambil memegang pisau dapur berusaha  menyerang Pastor tersebut. Minggu, (28/08/2016).

IMG_28585440704068-1
Pastor bernama Albret S.Pandingan korban percobaan pembunuhan oleh terduga teroris.

 

IMG_28593081229914

Peristiwa yang disaksikan ratusan jemaat tersebut membuat ibadah berubah menjadi jeritan dan terdengar suara ledakan bom dengan daya ledak lemah. Namun menengangkan sebab meskipun gagal meledakkan bom, pelaku Bom bunuh diri tetap mencoba untuk membunuh pastor dengan menggunakan kapak miliknya. Atas perlindungan dari Tuhan, Pastor Albret S.Pandingan selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri tersebut. Pelaku bom bunuh diri yang bernama, Ivan Armadi Hasugihan berhasil diamankan oleh jemaat dan pengurus Gereja, yang selanjutnya pihak Gereja menghubungi Polresta Medan.

IMG_28588086456452
Ivan Armadi Hasugihan berhasil diamankan oleh jemaat dan pengurus Gereja, yang selanjutnya pihak Gereja menghubungi Polresta Medan.

 

Informasi yang diterima MetroRakyat.com dari berbagai sumber dilokasi kondisi Pastor bernama Albret S.Pandingan dan seluruh jemaat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansur. No.75, Kec.Medan Selayang selamat serta tidak ada korban jiwa. “Kejadiannya tiba-tiba saja bang, saat sedang acara Khotbah(misa) tiba-tiba saja seorang pemuda dengan memakai tas ransel berlari menuju Altar hendak menghampiri Pastor. Namun seluruh jemaat tercengang saat melihat ada percikan api didalam tas ransel milik pemuda tersebut dan ditangannya ada sebilah pisau mirip kampak dipegang diduga hendak melukai Pastor.” Terang seorang jemaat di halaman Gereja, yang meminta namanya tidak dituliskan.

Seorang jemaat bernama, Randa(28) kepada wartawan mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut telah berada bersama jemaat lainnya didalam Gereja dan kemungkinan mengikuti prosesi acara kebaktian. Namun ada yang mencurigakan saat itu dari amatan jemaat lain, si pelaku bom bunuh diri sangat sibuk mengutak-atik tas ransel miliknya, hingga akhirnya terdengar suara ledakan yang sempat mengejutkan seluruh jemaat yang sedang menjalankan ibadah. “Kami curiga saat melihat pelaku sedang memegang sesuatu dikursi, kemungkinan dia sedang mengaktifkan bom itu bang. Dari awal ia terus mengikuti prosesi ibadah, tiba-tiba bom nya meledak dan kami sempat melihat percikan api dari badan pelaku. Pelaku diketahui mengenakan jaket berlapis bewarna hitam. Saat ledakan berlangsung, pelaku langsung berlari menuju ke atas mimbar sambil membawa kapak hendak menyerang pastor”, terang jemaat tersebut.

Ditambahkan jemaat tersebut lagi, dengan mengenakan jaket tebal dan double back. Dari badannya terlihat ada pipa yang kemungkinan bagian dari bom itu sendiri yang melekat dibadannya. Setelah ledakan, jemaat panik dan mencoba keluar, si pelaku dengan membawa kapak berlari ke altar untuk menyerang Pastor. “Tuhan masih melindungi Pastor dan seluruh jemaat, sehingga aksi tersebut dapat langsung dihadang oleh jemaat dan Misdinar yang berjumlah empat orang. Kami lihat seorang melarikan diri dengan panik dan mencurigakan sambil menenteng tas. Sementara si pelaku ini dari dalam tasnya yang tertinggal dikursi, ditemukan ada 3 yang diduga bom lagi, Pastor selamat bang dan gak ada korban jiwa. Meskipun siku tangan sebelah kiri pastor terluka akibat  penyerangan itu.” Tambahnya.

Sumber dilokasi mengabarkan bahwa pelaku bom bunuh diri ternyata tidak seorang diri. Hasil Keterangan yang didapat jemaat dari pelaku bahwa mereka ada tiga orang. Dua lagi berhasil melarikan diri.  Di dompet pelaku ditemukan KTP dan simbol keagamaan. Hasil cek ke Disdukcapil Kota Medan, bahwa  KTP pelaku palsu. Bom rakitan berdaya ledak rendah dan dirakit di Jln Brigjen Katamso No.25 C lalu disembunyikan di Jln. SM.Raja Ujung area Makam Pahlawan.

Amatan wartawan dilokasi, terlihat  personil Jibom Brimob Poldasu berusaha melakukan penyisirian  dilokasi dan menjinakkan bom yang dicurigai. Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri, Sik dan Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol Siswandi, tampak berjaga-jaga  mengamankan lokasi. Saat ini pelaku pemboman bunuh diri yang berhasil ditangkap telah diamankan di Mapoldasu dan awak media belum mendapat keterangan resmi dari polisi terkait motif dari aksi nekat dan gila yang dilakukan oleh Ivan Armadi Hasugihan sesuai nama di KTP yang didapat dari dompet pelaku.(MR/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.