Tega Benar ??? Inilah Pelaku Yang Membunuh Siswi SMAN Tanjungbalai

Tega Benar ??? Inilah Pelaku Yang Membunuh Siswi SMAN Tanjungbalai
Bagikan

MetroRakyat.com  I  TANJUNGBALAI — Tewasnya DNA siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Pihak keluarga mendesak pihak kepolisian Mapolres Tanjungbalai untuk menetapkan teman korban yang berinisial IP dijadikan tersangka atas kematian DNA. “IP harus dijadikan tersangka atas kematian cucu saya, sebab dia yang mengajak mendiang ini ke acara tersebut,” kata Lina nenek korban ketika ditemui di Mapolres Tanjungbalai, Rabu (10/8/2016).

Lina juga menceritakan dimana selama ini korban dan saksi tidak pernah berteman sehingga menjadi pertanyaan kenapa korban bisa mau pergi ketempat tersebut. “Bisa saja mendiang ini diiming-imingi sehinga mau pergi ketempat tersebut,” katanya. Lina juga mengaku mendapat kabar, sebelum keberangkatan mereka ketempat hiburan malam tersebut, korban dihias di salah satu salon Jalan Sudirman. “Setelah saya mengantar mendiang ini rupanya mendiang ini dihias oleh si IP disalon tersebut seperti dipersiapkan dan direnacakan bahwa cucu saya telah dipesan,” ungkapnya. Untuk itu dirinya dan keluarga mendesak agar pihak kepolisian Mapolres Tanjungbalai untuk menetapkan IP sebagai tersangka atas kematian DE meskipun masih di bawah umur. “Kami berharap agar IP juga dijerat hukum, sebab karena IP yang mengajak cucu saya. Selain itu kepergian mereka ketempat hiburan malam tersebut memang direncanakan IP, ” tandasnya.

Menurut Asmidar (ibu korban) dan Aulya (adik korban), hingga sekarang mereka masih merasa terpukul dengan kepergian DNA. Menurut Aulya, banyak kenangan yang diperoleh dari DE karena kakaknya itu sangat ramah dan mudah senyum serta enak dijadikan teman untuk bertukar pikiran. Aulya dan Asmidar berharap agar polisi secepatnya menuntaskan kasus kematian DE dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para pelaku. “Saya sangat berharap polisi mengusut kasus ini secepatnya dan saya ingin para tersangkanya diberikan hukuman yang seberat-beratnya,” ujar Asmidar.

Sementara itu Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga saat dikonfirmasi terkait hal tesebut mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap IP sebagai saksi atas meninggalnya DE. “Sampai saat ini kita masih melakukan penyidikan terhadap IP sebagai saksi atas kematian DNA, dan kita belum mengarah kepada penetapan IP sebagai tersangka sebab kita masih menunggu gelar perkara dari Mapoldasu terkait kematian DNA,” kata Sinulingga.

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman. foto : metroasahan/jpg

Polres Tanjungbalai Tetapkan 2 Tersangka .

Penyelidikan kasus tewasnya DNA, siswi kelas II SMA Negeri 3 Tanjungbalai memasuki babak baru. DNA diduga kuat mengalami pingsan dengan mulut berbuih karena dipaksa menelan ekstasi, sementara dalam keadaan lemah sebelum tewas dia juga diperkosa. Alhasil, Pihak Polres Tanjungbalai telah menetapkan dua tersangka dari empat orang yang diamankan sebelumnya. Keempat orang yang diamankan yakni Bunlay alias Alay (50), Deny (46), Jony alias Toni(38), dan Hendri Arianto (39) satpam Hotel KM 7 Jalan Sudirman Tanjungbalai.

Informasi diperoleh, Bunlay merupakan warga Jalan Masjid, Lingkungan II, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar. Sedangkan Deny wargaa Jalan Ar Hakim Tanjungbalai, dan Jony alias Toni warga Jalan Cokro Aminoto, Gang H Sulaiman Tanjungbalai. “Keempat orang tersebut yakni Bunlay dan Hendri, Toni, dan Deny. Dari empat yang diamankan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Hendri dan Bunlay sedangkan Toni dan Dedni masih dalam pemeriksaan,” kata Kasubag Humas Polres Tanjungbalai AKP Yani Sinulingga.

Dikatakan Sinulingga pertama kali yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Hendri. Untuk kasus Hendri, polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus melakukan pencabulan terhadap korban. Sedangkan untuk tersangka Bunlay, polisi menetapkan sebagai tersangka yang memberikan narkoba kepada korban. Narkoba inilah yang kemudian diduga membuat korban tewas dengan mulut berbuih. Sedangkan, Hendri satpam yang memperkosa korban dalam keadaan lemah. “Setelah kita menetapkan Hendri sebagai tersangka pencabulan, lalu kita menetap Bunlay sebagai tersangka. Dimana Bunlay yang memberikan ekstasi kepada korban,” kata Sinulingga. Dijelaskan Sinulingga terkait kedua orang lainya masih dalam penyelidikan serta rekan korban masih dijadikan saksi. “Untuk kedua lainya Deny dan Toni masih dalam pemeriksaan petugas sedangkan IP (teman korban) masih sebagai saksi atas kematian DNA,” jelasnya.

Sinulingga menambahkan, dari keempat tersangka satu diantaranya ditempatkan di sel tahanan yang berbeda. “Terhadap Hendri Arianto S kita tempatkan di sel berbeda,” kata Sinulingga. Sinulingga menambahkan, sesuai pengakuan IP teman sekolah korban, Bunlay, Deny dan Jony lah teman mereka karokean di Hotel KM 7 Jalan Sudirman. Saat karokean ketiganya memakai narkoba. Sinulingga menambahkan, Bunlay, Deny dan Jony ditangkap di salah satu Hotel Melati di Deliserdang dan hendak melarikan diri ke Jakarta. Penangkapan terhadap ketiganya berdasarkan keterangan dari IP yang ikut dalam acara karokean di hotel. 

Dari keterangan saksi polisi langsung membentuk tim dan mengamankan Hendri Arianto Simanjuntak, kemudian mengejar tiga tersangka lainnya. Ketiga tersangka diringkus dari salah satu kamar hotel di kawasan Batang Kuis, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Setelah dilakukan penangkapan, ketiga tersangka dibawa ke Polres Tanjungbalai untuk dilakukan pemeriksaan terkait kematian korban. Untuk tersangka Hendri polisi menetapkan pasal pasal 81 ayat(2) junto 286 Subsider 290 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku Salah Satunya Yakni Satpam Hotel, Memperkosa Siswi SMAN 3 Tanjungbalai Itu sebelum Tewas

Fakta mengejutkan terkuak terkait meninggalnya DNA, siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai usai menghadiri pesta ulang tahun temannya, Sabtu (6/8/2016). Ini setelah Pihak Polres Tanjungbalai mengamankan seorang tersangka. Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan polisi, sebelum korban meninggal dunia, seorang satpam hotel bernama Hendri sempat menyetubuhi korban yang dalam keadaan mabuk. “Kita masih terus melakukan penyelidikan atas tewasnya siswi SMA tersebut,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga.

Dikatakan Sinulingga, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan telah mengamankan satu orang tersangka atas kematian siswi tersebut. “Saat ini kita sudah mengamankan satu orang tersangka berinisial HS,” katanya. Dikatakan Sinulingga, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tewasnya DNA berawal saat korban dan temanya sekolah IP janjian menghadiri pesta teman mereka yang berulang tahun di salah sebuah hotel di Jalan Sudirman, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai.

Selanjutnya setelah pulang sekolah, pertemuan tersebut pun dilakukan kedua remaja putri ini di sebuah salon sambil merias diri mereka. Lalu keduanya pergi ketempat hiburan malam tepat pesta ulang tahun teman mereka berlangsung. Di hotel tersebut, bersama teman-teman yang lain, mereka masuk ke dalam sebuah kamar Karaoke untuk bernyanyi. Namun sayangnya pesta ultah tersebut, bukan hanya sekadar pesta, akan tetapi selain nyanyi, diduga ada yang dimakan atau diminum korban, sehingga mengalami kejang kejang dan tak sadarkan diri, sampai dibawa ke kamar di lokasi hiburan malam itu untuk ditenangkan dan disadarkan.

Saat korban bersama temannya di dalam kamar, Satpam Hotel bernama Hendri berpura-pura memandikan agar peningnya hilang. “Saat korban dalam keadaan pening dan tak sadarkan diri, korban dibawa ke kamar untuk ditenangkan, namun seorang satpam hotel. masuk ke dalam kamar. Selanjutnya Satpam tersebut menganjurkan kepada IP agar korban dimandikan. Lalu baju korban dibuka, lalu Satpam memandikannya dan korban diletakkan di lantai beralaskan selimut kamar hotel,” katanya. Selanjutnya sambil menunggu korban sadar, satpam tersebut menyuruh IP tidur dan satpam tersebut berjanji akan mengurut atau mengusuk badan korban, agar terasa enak dan cepat sadar. “Kusuk badan yang dilakukan Satpam bukan untuk menyadarkan korban, melainkan ada niat buruk diduga karena melihat tubuh korban yang hanya memakai celana dalam saja, Hendri melakukan hubungan suami istri, lalu Hendri meninggalkan IP dan korban di dalam kamar,” ucap Sinulingga.

Saat IP terbangun IP melihat korban dalam keadaan tanpa busana dan mengeluarkan darah dari kemaluannya. Selanjutnya IP membawa korban ke rumah Sakit Husada selanjutnya kemudian memberitahukan kondisi korban kepada orang tua korban. Namun pihak medis yang memberikan pertolongan tak mampu menyelamatkan nyawa korban. “Kita masih menunggu hasil dari otopsi dan saat ini kita terus melakukan pengembangan” pungkas Sinulingga.

DNA Tewas dengan Mulut Berbuih Usai Menghadiri Acara Ulang Tahun

Nasib tragis dialami seorang siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai, DNA (16) yang meregang nyawa dengan mulut berbuih usai menghadiri acara ulang tahun temannya, Sabtu (6/8/2016). DNA kemudian dimakamkan Minggu (7/8/2016). Ibu kandung korban Asmida mengaku curiga dengan kematian anaknya. Pihak keluarga dari DNA meminta pihak kepolisian Mapolres Tanjungbalai untuk mengusut tuntas penyebab kematian putrinya yang dianggap meninggal secara tidak wajar. DNA diketahui menghadiri perayaan ulang tahun temannya di satu tempat hiburan malam di kawasan KM 7 kota Tanjungbalai. DNA sempat dilarikan ke RSU Hadi Husada untuk mendapat pertolongan, namun karena kondisinya kritis dan meninggal dunia. “Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas pelaku atas kematian anak saya yang tak wajar,” kata Asmidar (41) ibu kandung Desy yang ditemui di rumah duka setelah pemakaman DNA, Minggu (7/8/2016).

DNA (16), Siswi SMA Negeri 3 Yang Tewas Baru-Baru ini.

Asmidar mengatakan pelaku harus mendapat ganjaran yang seberat-beratnya atas perbuatan yang dilakukan para pelaku sehingga nantinya tidak ada korban berikutnya. “Segera pelaku ditindak agar jangan ada lagi anak gadis di Tanjungbalai menjadi korban berikutnya,” kata Asmidar sembari menteskan air mata. Asmidar menceritakan DNA merupakan anak pertama dari empat bersaudara almarhum suaminya Ishak Lubis. Di mana keseharian merupakan anak yang baik dan patuh kepada orang tua. “Dia nggak pernah macam-macam. Kalau pun pergi, permisi jam sepuluh malam paling lama sudah kembali ke rumah,” kata Asmidar.

Sebelum kematian DNA, Asmidar menceritakan bahwa putrinya permisi menghadiri ulang tahun temanya. “Jumat (5/8/2016) siang itu dia permisi mau merayakan ulang tahun temannya jadi saya izinkan dan saya bilang pulangnya jangam lama-lama, diiyakannya. Dia pun pergi dari rumah dan sampai dipersimpangan dia jumpa sama neneknya minta antarkan ke depan Salon Alvira di Jalan Sudirman dengan alasan menunggu temanya. Ketika jam 10 malam saya hubungi Hp nya tidak aktif. Saya tanyak temanya nggak ada yang tau, namun saya berfikir dia tidur tempat temanya,” ucap Asmidar.

Namun setelah pukul 07.15 WIB dirinya mendapat kabar DNA sudah berada di rumah sakit diantar temannya dalam keadaan kritis dengan mulut berbuih dan tak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, di rumah duka di Jalan Perak, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, ratusan pelajar SMA Negeri 3 Tanjungbalai ikut menghadiri pemakaman jenazah korban. Jenazah DNA dimakamkan dipemakaman muslim Kampung Jawa. Isak tangis keluarga dan teman-teman sekolah membuat warga lainya terharu. IP, teman korban mengatakan dirinya menjumpai korban ketika melintas di Jalan Anwar Idris, di mana ia melihat korban dengan keadaan yang kritis bersama dua orang laki-laki yang tidak dikenal. Selanjutnya laki-laki tersebut menyuruhnya membawa korban ke Rumah Sakit Hadi Husada.

Sementara pihak RSUD Dr Tengku Mansyur melalui petugas kamar mayat mengatakan berdasarkan visum pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun wajah korban nampak pucat dan mulut mengeluarkan buih. “Kesehariannya, korban anak baik. Kami yakin dia tidak berbuat yang bukan bukan. Pasti ada yang melakukan ini padanya. Untuk itu kami berharap penegak hukum untuk mengusut penyebab kematian korban,” jelasnya. (MR02/JPNN).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.