Pak Polisi, Mafia Minyak “Siong” Semakin Marak,  Di Jalan Lintas Medan Belawan

Pak Polisi, Mafia Minyak “Siong” Semakin Marak,  Di Jalan Lintas Medan Belawan
Bagikan

MetroRakyat.com | BELAWAN – Praktek “Kencing” alias Siong dijalan yang konon  diprakarsai  supir tangki pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM), kali ini  terjadi   di depan gudang diseputaran Simpang KIM I Mabar , Rabu pagi (10/08/16) tadi.

Dan ini sudah lama terjadi.  Aksi truck Tangki yang kencing dipinggir jalan sudah menjadi tontonan yang dapat dilihat sehari-hari di sepanjang jalan Kolonel Laut Yos Sudarso Medan – Belawan, Samping BGR Jl Marelan Raya dan Hamparan Perak. Praktek yang diperkirakan merugikan Negara ini, seolah tidak dipedulikan oleh para supir tangki dan mafia  penampung  BBM alias Gudang siong ini. Dan kegiatan penjualan minyak perusahaan negara oleh supir mobil tangki seolah  tidak dapat tersentuh oleh pihak aparat penegak hukum.

Amatan wartawan MetroRakyat.com dilokasi, saat ini juga sudah marak penjualan minyak BBM bersubsidi ini diterima oleh penampung minyak dengan menggunakan mobil Pickup yang telah menyediakan beberapa jerigen untuk menampung BBM yang dibeli secara ilegal dari para supir Tangki milik Pertamina.

Lojasi yang sering ditemukan Banyak Truk tangki pengangkut BBM jenis Premium dan Solar yang suka ” Kencing” antara laindisimpang Serui Medan Labuhan, sesekali di Jalan Titi Pahlawan kearah Medan-Marelan,  sekitaran  Paya Pasir samping BGR Marelan, mobi-mobil Tangki tersebut secara bergantian akan Kencing dilokasi tersebut  ketika baru keluar dari Depot Pertamina.

Ironisnya, kegiatan “kencing” ini, dikawal ketat oleh sejumlah orang dengan postur badan tegap dan berambut cepak. Aksi ini dilakukan secara terang-terangan , terkadang mereka menyedot BBM tersebut menggunakan Mesin sedotan.

Seperti dikatakan salah satu warga Simpang KIM Mabar yang enggan menyebutkan namanya mengakui kalau di daerah tersebut sering ramai antrian  truk Tangki yang membawa BBM solar dan bensin milik Pertamina.  “Ramai kali truk tangki ngetem disini, kalau melihat ini begitu miris ya , kondisi Negara kita , kemungkinan tangki pertamina ini antri menunggu giliran untuk “kencing”atau turunkan BBM nya,” Ungkapnya.

Armen, salah satu Ketua LSM Suara Rskyat angkat bicara terkait keberadaan siong tempat “Kencing” mobil Tangki milik Pertamina. ” Sangat disayangkan sekali, akibat ulah para mafia minyak yang telsh merayu dan mengajak jefjadama para supir truck tangki milik Pertamina untuk menjualkan minyak kepada para mafia Siong tersebut. Akibatnya Negara sudah dirugikan miliaran rupiah. Anehnya, kegiatan tersebut juga dibekingi oleh oknum aparat.

Lanjut Armen lagi, seharusnya pemerintah dan pihak Kepolisian dapat menghentikan aksi-aksi tersebut, namun hal ini tidak pernah bisa dilakukan. ” Kita heran Pihak Kepolisian seakan tidak mampu untuk menangkap para bos Siong tersebut, apalagi untuk menghentikannya. Miris sekali melihat hal ini ,  apalagi saat ini semakin banyak bermunculan gudang penampung BBM ilegal (Siong) dan  tetap aman dan lancar menjalankan bisnis haramnya untuk  menampung BBM bersubsidi mulai jenis premium (SPBU), solar (Industry) bahkan BBM jenis avtur.

Menindak lanjuti hal tersebut, MetroRakyat.com mencoba untuk mengkonfirmasi terkait ulah para supir Tangki nakal kepada Kepala PT Elnusa Petrofin TBBM Medan Group, Sabaruddin Ahmad, namun saat di telepon dan di SMS kenomor seluler miliknya sampai saat ini belum ada jawaban.  (Ariel)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.