Tokoh Pemuda Sumut Ir.Roy Nainggolan Sesalkan Kerusuhan SARA di Tanjung Balai & Kecam FPI Terkait Aksi Tuntut Tutup RM.BPK.

Tokoh Pemuda Sumut Ir.Roy Nainggolan Sesalkan Kerusuhan SARA di Tanjung Balai & Kecam FPI Terkait Aksi Tuntut Tutup RM.BPK.
Bagikan

MetroRakyat.com  I  MEDAN — Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di Tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Baru-baru ini terjadi upaya salah satu ormas di Deli Serdang yakni Front Pembela Islam menuntut Pemkab Deli Serdang, agar menutup paksa rumah makan Babi Panggang Karo (BPK), Jumat (22/7). Kemudian kerusuhan berbau SARA di Tanjung Balai terjadi, Jumat (29/7). Ke 2 hal tersebut  menjadi perhatian khusus para tokoh di Sumatera Utara, salah satunya Roy Nainggolan. Kepada MetroRakyat.com didampingi Bendahara DPW LSM TOPAN-RI Sumut, Irwan Sihombing yang juga mantan anggota DPRD Kota Medan dari Partai Demokrat. Roy Nainggolan mengatakan bahwa kejadian atau aksi yang dilakoni FPI dalam upayanya ingin memaksa Pemerintah Deli Serdang menutup rumah makan Khas Suku Karo (BPK) adalah tidak memilki dasar atau hanya upaya segelintir golongan atau organisasi atas ketidak sukaan atau rasa sentimen. “Saya rasa aksi demo seperti FPI tidak perlu, karena mereka sama sekali membuat masalah baru. Bagaimana tidak, Suku atau Agama di Indonesia bebas dalam memeluk kepercayaannya, dan sudah diatur dalam perundang-undangan di negara kita. Buat apa rumah makan BPK itu didemo, padahal masih banyak yang dapat kita protes seperti berantas koruptor atau berantas mafia, dan itu banyak manfaatnya bagi orang lain”, kata aktivis dan sekaligus  ketua umum LSM Topan RI Sumut itu saat dihubungi, Minggu (31/07/2016).

Kerusuhan SARA di Tanjung Balai, (Jumat 29 Juli 2016).

Roy menyesalkan bahwa ulah FPI, untuk menuntut pemerintah menutup rumah makan Babi Panggang Karo itu akan berdampak ke hal lain. “Sumatera Utara sudah terjaga puluhan tahun lamanya dengan kerukunan umat beragama, jangan jadinya FPI memperkeruh atau membuat suasana yang semula kondusif menjadi ricuh. Kita tidak suka demikian. Saya pribadi sangat membenci dengan orang yang penuh dengan kemunafikan atau fanatismenya. Fanatisme itu yang membuat masalah, karena berlebihan. Saya dengan lantang mengatakan demikian, karena ini adalah harapan bangsa dan negara kita Indonesia untuk memelihara kerukunan dan ketertiban di masyarakat. Suku Karo atau suku apapun itu di negara kita hidup dengan saling berdampingan, tetangga atau sahabat saya banyak yang Muslim juga, namun mereka bersifat nasional dan tidak terlalu Fanatisme dengan kepercayaannya”, kata Roy tegas

Aksi demonstrasi yang dilakukan Front Pembela Islam di Deli Serdang (Jumat 22 Juli 2016).

Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerintah lainnya. Lingkup ketenteraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, mengkoordinasi kegiatan instansi vertical, menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati, saling percaya diantara umat beragama, bahkan menerbitkan rumah ibadah. Itulah yang perlu diwujudkan, agar seperti kerusuhan di Tanjung Balai juga tidak terjadi lagi dibeberapa daerah lainnya. Kesadaran akan kerukunan hidup umat beragama yang harus bersifat Dinamis, Humanis dan Demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada masyarakat dikalangan bawah sehingga, kerukunan tersebut tidak hanya dapat dirasakan dan dinikmati oleh kalangan-kalangan atas orang kaya saja. “Mari kita serahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar para pemuka agama di Sumatera Utara ini semakin diberkati, agar mengajarkan kembali bagaimana dengan saling menghargai dan mengasihi sesama umat manusia adalah hal terutama untuk perwujudan kerukunan tersebut”, pungkas fungsionaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW), Pemuda Pancasila Sumut dan mantan Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Tahun 1989. Ditambahkan lagi, secara pribadi dia sangat mendukung apa yang dikatakan oleh seniorannya di PP yakni Abangda Bangkit Sitepu yang turut mengecam aksi anarkis Ormas FPI di Kabupaten Deliserdang. (MR/Red). 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.