Swalayan Anugrah Di Marelan Diduga Jual Gula Bermerk “Pasar Murah”.
Laporan Khusus : Team Investigasi Metro Rakyat.
MetroRakyat.com I MEDAN — Menjelang Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dan berbagai instansi beberapa waktu lalu berupaya menekan kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok dan inflasi dengan menggelar pasar murah. Pemko Medan, menggandeng distributor untuk menggelar pasar murah di beberapa lokasi diinti kota dan beberapa kecamatan , agar menjual barang-barang kebutuhan pokok di bawah harga pasar. Pemberian pasar murah tersebut diperuntukkan bagi warga miskin atau tidak mampu. Namun dikecamatan Marelan ditemukan sebuah swalayan bernama Anugrah ditengarai menerima sejumlah pasokan gula bermerk atau bertuliskan “Gula Pasar Murah”, Senin (4/7).. Hasil penelusuran awak media online MetroRakyat.com menemukan 2 mobil jenis truk diesel sedang memasukan gula ke Swalayan Anugrah. Bahkan pemilik swalayan yang beralamat di jalan Marelan Pasar 5 ketika dikonfirmasi, tak tanggung membawa oknum TNI (Red-Jaya) yang diketahui bertugas di Kodam 1 Bukit Barisan diduga sebagai becking sang pengusaha keturunan etnis Tionghoa tersebut. “Ada masalah apa “, ujarnya kepada wartawan MetroRakyat.com. Usai dijelaskan terkait kecurigaan bahwa mengapa Gula bermerk Pasar Murah dijual belikan oleh swalayan tersebut, oknum TNI bersama rekannya Oknum TNI bertugas di Kodim tidak mampu menjawab usai wartawan menunjukkan foto truk dan seseorang yang mengangkut gula dalam goni tersebut masuk ke swalayan Anugrah. Pengusaha yang belum diketahui namanya itu, menyela dan menjawab wartawan bahwa masuknya gula tersebut dapat dipertanggungjawabkan bahwa memiliki izin atau surat-surat, kendati pengusaha tersebut tidak menunjukkan surat yang dimaksud kepada wartawan.

Seperti diketahui pengusaha swalayan Anugrah mengaku bahwa gula bermerk Pasar Murah tersebut diperoleh dari toko Gunawan yang beralamat di jalan Titi Papan, Kecamatan Marelan. Alhasil ketika dikonfirmasi ke toko Gunawan, pemilik toko tersebut mengaku bahwa gula diperoleh dari Asiong dan disebut sebagai bos besarnya. Sampai berita ini diturunkan, pihak pemerintah setempat yakni Camat dan Kelurahan belum dapat dikonfirmasi dikarenakan kesibukan menjelang Idul Fitri. (Team/MR).
