Nyawa Pelajar Melayang Akibat Tabrakan Beruntun.
MetroRakyat.com I MEDAN – Tabrakan beruntun melibatkan satu unit truk kontainer dengan angkutan kota dan sepeda motor di Jalan Besar Tembung, Desa Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (26/7/2016) malam. Kecelakaan beruntun ini menimbulkan korban jiwa. Dalam insiden kali ini, seorang pelajar kelas II SMP/MTs Al Wasliyah bernama Putra tewas dengan kondisi mengenaskan. Menurut keterangan warga, kecelakaan bermula saat truk kontainer BK 8593 XC melaju kencang dari arah Medan menuju arah Tembung/Batangkuis. Kebetulan, di Jalan Besar Tembung ada jembatan yang agak menanjak. “Saat kontainer itu turun, di depannya ada angkot (angkutan kota line 09/BK 1611 MJ) menuju Batangkuis juga. Terus, diseruduklah angkot ini,” kata Pranoto (27), warga Batangkuis yang kebetulan baru pulang kerja, Selasa (26/7/2016) malam.
Ia menjelaskan, ketika menyeruduk angkot, di depannya ada mobil box BK 8120 DL. Sementara di jalan berlawanan arah, ada mobil Avanza berlogo Refly Comunity BK 1321 JD. “Entah cemana (bagaimana), angkot yang ditabrak kontainer oleng menyeruduk Avanza. Terus, muncullah anak SMP ini naik motor, lalu terlindas,” katanya. Pantauan wartawan, bagian perut korban robek. Roda kontainer yang ukurannya jumbo melindas bagian perut ke pinggang hingga kaki pelajar tersebut lepas.
Seorang perwira di Unit Lalulintas berpangkat Ajun Komisaris Polisi, Lamtiar ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu siapa saja nama sopir yang tabrakan. Ia juga enggan memberikan keterangan terkait insiden ini. “Saya belum tahu,” kata Lamtiar sembari mengatur arus lalu lintas di atas jembatan sungai Jl Besar Tembung, Deliserdang.
Arus lalu lintas di Jl BesarTembung, Desa Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Deliserdang, Sumatera Utara lumpuh total usai tabrakan karambol antara kontainer BK 8593 XC, angkutan kota line 09/BK 1611 MJ tak jauh dari titi sungai Tembung. Kemacetan mulai mengular hingga kendaraan tak dapat bergerak. Truk kontainer berukuran besar masih terparkir di badan jalan. Ditambah, jumlah masyarakat Tembung yang hampir ratusan orang berkumpul untuk melihat jasad korban.
Saat polisi meminta masyarakat untuk bubar, warga tetap ngotot ingin menerobos ke kolong kontainer. Mereka ingin melihat jenazah Putra, siswa kelas II SMP/MTs Al Wasliyah yang tewas dilindas kontainer. “Kami kan penasaran pak. Katanya yang mati dua orang. Inilah mau dipastikan,” ungkap Irma (20), warga Tembung. Remaja berkerudung putih ini menyebut, ia sengaja datang untuk memastikan apakah korban adalah kerabatnya. Terlebih, ada keluarganya (sepupu) yang sekolah di SMP/MTs Al Wasliyah. “Kita kan gak tau jugak pak, mana tau itu sepupu atau sudara, kan bisa dikabari ke yang lain,” katanya.
Sementara itu, di sepanjang Jl Besar Tembung, petugas lalu lintas dari Polsek Percut Seituan sibuk mengurai kemacetan. Polisi masih menunggu mobil derek untuk memindahkan kontainer dan beberapa mobil yang tabrakan. (MR/Trib).

