Mandi Keringat Menjadi “Penggual” Musik Karo

Mandi Keringat Menjadi “Penggual” Musik Karo
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Jenda Bangun, demikian pria ini dikenal di kalangan anggota Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU). Saat ditemui pada acara Merdang Merdem Kuta Madan / Kota Medan yang dilaksanakan di Monumen Guru Patimpus Jalan S. Parman, Medan, Jumat (15/7/2016) tampak tubuhnya “mandi” berkeringat.

Pemilik nama asli Jenda Ingeten Bangun ini tampil di panggung sebagai penabuh gendang Karo atau disebut penggual. Tampil dengan alat musik sederhana ditonton ribuan pasang mata membuatnya berbeda dengan para penampil lainnya.

Mandi Keringat Menjadi “Penggual” Musik Karo.

Ketika itu ia muncul bersama Ardy Gurusinga (kecapi Karo) dan Wisnu Bangun ( organist ). Sajian yang ditampilkan adalah kolaborasi musik tradisional dan modern dalam garapan instrumentalia bertajuk “Silateridah”.

Stik (alat pukul ) mini yang digunakannya dalam memukul gendang ternyata menghasilkan tata suara yang memukau hadirin. Apalagi tempo musik yang digarap cukup kencang dan menggairahkan. Tepuk tangan bertalu-talu menjadi hadiah tersendiri bagi pria kelahiran tahun 1960 ini.

“Musik tradisional memang darah daging saya,“ katanya memulai perbincangan dengan awak media di belakang panggung.

Keterampilan tersebut, menurutnya diperoleh dari ayahnya yang juga penggual. Diakuinya, penghargaan atas talentanya itu cukup membuatnya senang. “Kalau dari sisi ekonomi kami masih jauh dari sempurna, namun apresiasi masyarakat menutupi kekurangan itu tadi,” ujarnya.

Jenda Bangun menyatakan tekadnya tetap melestarikan budaya Karo khususnya musik yang kian tergerus zaman. Masuknya teknologi sangat dirasakan mendesak keberlangsungan hidup musik tradisional.

“Itulah sebabnya, kepada generasi muda saya sarankan lebih kreatif dan inovatif dalam berkarya di dunia musik tradisional. Kalau bukan kita yang menghargai warisan leluhur, siapa lagi,” ujarnya sambil menghapus keringat di keningya.

Hajatan tahunan yang dimeriahkan penggual ini dihadiri Walikota Medan Drs. Dzulmi Eldin S. MSi, Wakil Walikota Medan Ahyar Nasutio, Prof Efendi Barus, HS Serta Gintng, Roy F Ginting, Prof Menneth Ginting, Budi Sinulingga, Datuk Adil Heberham Sembiring Pelawai yang merupakan cucu Guru Pattimpus, anggota DPRD Sumut dan anggota DPRD Medan serta undangan lainnya. (red)

Metro Rakyat News