Kerusuhan Pembakaran Rumah Ibadah di Tanjung Balai.
MetroRakyat.com I TANJUNG BALAI — Sejumlah warga merusak dan membakar sedikitnya lima tempat ibadah dan beberapa mobil yang berada di dalam vihara di daerah Tanjung Balai, Sumatera Utara, dini hari tadi. Ratusan petugas pun dikerahkan ke lokasi kerusuhan untuk meredakan massa yang anarkis. Namun karena banyaknya warga di lokasi, polisi sedikit mengalami kesulitan. Salah seorang warga setempat, Haris Tua mengatakan, kerusuhan dipicu ketika ada seorang warga protes karena merasa terganggu aktivitas ibadah umat lain.
Kata dia, warga lainnya pun akhirnya merasa kesal dengan perbuatan orang yang belum diketahui identitasnya tersebut. Pasca-kejadian, suasana sempat mereda namun ketika sejumlah massa mengetahui hal tersebut langsung melakukan perusakan tempat ibadah. Diduga mereka termakan provokasi. Hingga saat ini masih belum diketahui apakah ada korban luka akibat kerusahan, polisi/TNI pun hingga saat ini masih berjaga-jaga di lokasi kejadian, sedangkan warga yang diduga sebagai pemicu kerusuhan sudah diamankan di Mapores Tanjung Balai.

Ini Kronologi Kerusuhan di Tanjung Balai
Kerusuhan pecah di Tanjung Balai, Sumatera Utara diduga akibat provokasi yang dilakukan oleh oknum tertentu melalui media sosial. Emosi massa yang sudah tidak terbendung lagi akhirnya membakar sejumlah tempat ibadah di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berawal dari seorang warga Jalan Karya Kel TB, Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai yang menegur pengurus rumah ibadah untuk mengecilkan suara mikrofon.
Malamnya, pengurus rumah ibadah itu menemui warga yang protes. Namun tanpa disangka, suasana memanas dan polisi terpaksa mengamankan pasangan pasangan suami istri itu ke Mapolsek Tanjung Balai Selatan demi keamanan.
Setibanya di Polsek, lalu dilakukan pertemuan dengan sejumlah pemuka agama, tokoh masyarakat, dan camat setempat. Pada saat yang bersamaan, massa mulai banyak berkumpul yang dipimpin oleh kelompok elemen mahasiswa.

Disini, massa bersama mahasiswa melakukan orasi memprotes sikap orang tersebut. Selanjutnya massa diimbau untuk tertib dan sempat membubarkan diri.
Namun sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat 29 Juli 2016 malam, konsentrasi massa kembali terjadi. Diduga berkumpulnya massa ijni akibat informasi melalui media sosial (facebook) yang diposting oleh salah seorang aktivis. Massa kemabli mendatangi rumah di Jalan Karya dan hendak membakarnya. Aksi massa berhasil dicegah warga sekitar yang tidak ingin kampung mereka tercoreng dengan ulah massa.
Karena massa semakin banyak dan sudah diliputi emosi, selanjutnya massa bergerak menuju rumah ibadah yang berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Karya. Massa yang hendak melakukan pembakaran berhasil dihadang polisi, tetapi massa melakukan pelemparan sehingga sejumlah fasilitas di rumah ibadah itu rusak.
Selanjutnya massa bergerak melakukan tindakan pembakaran dan perusakan secara masif hingga merusak delapan rumah ibadah. (MR/Sind/Okz).
