Cibiran Pegawai Disdik Kota Medan Tentang Marasutan Kadisdik Kota Medan.
MetroRakyat.com I MEDAN — Ketika informasi beredar terkait tertangkap tangannya Petinggi Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan Siregar, banyak kalangan di Dinas Pendidikan itu menyatakan layaknya Marasutan harus diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Kepada MetroRakyat.com, beberapa pegawai yang dimintai pendapatnya seputar kinerja sang Kadis menyatakan sangat keberatan dengan kepemimpinan Marasutan yang disinyalir mementingkan kepentingan pribadinya, tanpa mementingkan amanah Pendidikan di kota Medan. “Bagaimana mau memajukan pendidikan di kota Medan, toh dia perkaya dirinya sendiri. Semenjak beliau itu belum menjadi kadis, Marasutan itu tergolong pegawai yang kurang rajin. Pak Marasutan itu pernah gajinya ditahan, akibat sering absen. Bagaimana mau memajukan pendidikan di kota Medan, karena banyak program yang kita canangkan untuk mempererat kerjasama keluar tidak diapresiasi dengan baik”, ungkap Pegawai yang namanya tidak mau disebutkan, Senin (25/7). Pegawai Dinas Pendidikan yang turut prihatin dengan kondisi pendidikan tersebut mengatakan bahwa Marasutan juga dianggap meremehkan sejumlah pihak, karena banyak kritikan yang dialamatkan kepadanya namun tidak digubris. “Mungkin backingnya kuat ya bang, kabarnya Walikota Medan dibelakangnya”, ungkapnya lagi.

“Jika pada berikutnya, Marasutan akan terpilih kembali memimpin menjadi kepala Dinas Pendidikan, maka saya akan mengundurkan diri atau pensiun dini dari jabatan saya saat ini. Yang jelas, saya sendiri tau bagaimana karakter beliau sebelum menjadi Kepala Dinas. Jabatan yang dikejar dan kekayaan, bisa kita bayangkan rumahnya semakin banyak bertambah. Jika diperlukan bang, kita harapkan MetroRakyat.com investigasi seputar kekayaannya. Wajarkah harta dia seperti itu ?”, tandas sumber dengan sedikit berbisik.
Sebagaimana diketahui, dugaan penerimaan imbalan atau fee atas sejumlah permohonan kalangan atau pihak yang mengajukan agar calon siswa siswinya lulus dalam testing pada PPDB 2016 dinyatakan curang, dan informasi yang beredar mengatakan bahwa Marasutan Siregar sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan adalah orang yang dimaksud menerima fee tersebut. Marasutan diduga tertangkap tangan oleh Mantan Petinggi Poldasu, di hotel JW Marriot. Walikota Medan Dzulmi Eldin dicatut namanya turut hadir dan mengetahui peristiwa tersebut, Rabu (20/7/2016). Narasumber yang membeberkan peristiwa tersebut mengaku berada tidak jauh dari kejadian tersebut. Sampai berita ini diturunkan, pihak Pemko Medan tidak mau berkomentar secara resmi, demikian juga Dinas Pendidikan Kota Medan sampai saat ini masih disetir oleh Marasutan Siregar, sebelumnya informasi yang diperoleh akibat tindakan tersebut, Marasutan dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Pelaksana Harian berinisial AL. (MR/Team).
