Camat Marelan Meradang Ditanya Seputar Gula Merk Pasar Murah Diperjual Belikan
MetroRakyat.com I MEDAN — Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution meradang ketika awak media MetroRakyat.com mempertanyakan seputar Gula bermerk “Pasar Murah”, yang diduga dijual oleh oknum dan sampai saat ini masih menjadi teka teki mengenai siapa oknum yang bertanggungjawab dengan hal itu. Mantan sekretaris kecamatan Medan Barat tersebut berujar seyogianya MetroRakyat.com harus konfirmasi sebelumnya, ketika berita sebelumnya dimuat, Sabtu (9/7). Lebih lanjut Parlindungan mengatakan bahwa MetroRakyat.com jangan memuat berita yang tidak benar dan tidak punya konfirmasi lengkap, kendati awak media menyahuti Parlindungan bahwa pada saat gula bermerk Pasar Murah tersebut diangkut, salah satu awak media berhasil menjepret Truk dan pekerja pengangkut karung Gula tersebut kedalam sebuah gudang milik swalayan Anugrah. “Kalian harusnya cross check bahwa informasi tersebut benar atau tidak, jangan asal kalian muat beritanya…dan jangan buat berita mengada-ada”, ujarnya via handphone kepada MetroRakyat.com.

Amatan awak media langsung di daerah Kecamatan Marelan, tepatnya disekitar swalayan Anugrah yang beralamat dijalan Marelan Pasar 5, Kecamatan Medan Marelan diketahui beberapa warga menuturkan bahwa swalayan tersebut memang mengadakan pasar murah menjelang bulan Puasa beberapa waktu lalu. Namun, penjualan yang dilakukan swalayan Anugrah kepada warga adalah jenis Minyak Makan dan bukan Gula. Berawal informasi tersebut, team investigasi MetroRakyat mencoba menelusuri kepala lingkungan yang kemungkinan besar mengetahui perihal kegiatan Pasar Murah diwilayahnya. Alhasil, kepling masih gagal dikonfirmasi dikediamannya dengan alasan keluar kota sedang mudik. Berdasarkan informasi dipercaya, salah satu Camat di kota Medan menuturkan bahwa kegiatan Pasar Murah tersebut dilakukan oleh Pemko Medan dan pelaksana di kecamatan adalah Camat terkait dengan Kelurahan. Camat kemudian berkoordinasi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Medan (Disperindag), dalam proses pengambilan bahan-bahan yang akan dijual pada kegiatan Pasar Murah. Selain Pemko Medan, diketahui juga bahwa beberapa pihak lainnya turut ambil bahagian dalam penyelenggaraan Pasar Murah seperti Kodam I Bukit Barisan, Perusahaan Swasta, atau institusi lainnya yang memang dengan sengaja menggelarnya dalam rangka bertujuan membantu masyarakat kurang mampu dalam membeli sembilan bahan pokok yang diperjual belikan pada Pasar Murah. Lebih lanjut Camat yang namanya tidak mau disebutkan itu mengatakan, bahwa jika ada kecurangan maka dapat diduga bahwa indikasi pelaku atau oknum yang terlibat adalah Oknum Kecamatan atau kelurahan atau pihak oknum Disperindag, dan itupun dengan pembuktian yang akurat. Masih kata sumber, MetroRakyat disarankan agar mengkonfirmasinya langsung ke pihak Disperindag Kota Medan karena pihak tersebut dianggap mengetahui informasi mengenai Pasar Murah.
Diberitakan sebelumnya bahwa ditemukan suatu swalayan bernama Anugrah ditengarai menerima sejumlah pasokan gula bermerk atau bertuliskan “Gula Pasar Murah”, Senin (4/7). Penelusuran MetroRakyat.com menemukan 2 mobil jenis truk Diesel sedang bermuatan Gula diangkut menuju swalayan Anugrah. Bahkan pemilik swalayan yang beralamat di jalan Marelan Pasar 5 ketika dikonfirmasi, tak tanggung-tanggung membawa oknum TNI (Red-Jaya) yang diketahui bertugas di Kodam 1 Bukit Barisan diduga sebagai becking sang pengusaha keturunan etnis Tionghoa tersebut. “Ada masalah apa “, ujarnya kepada wartawan MetroRakyat.com. Usai dijelaskan terkait kecurigaan bahwa mengapa Gula bermerk Pasar Murah dijual belikan oleh swalayan tersebut, oknum TNI bersama rekannya Oknum TNI bertugas di Kodim tidak mampu menjawab usai wartawan menunjukkan foto truk dan seseorang yang mengangkut gula dalam goni tersebut masuk ke swalayan Anugrah. Pengusaha yang belum diketahui namanya itu, menyela dan menjawab wartawan bahwa masuknya gula tersebut dapat dipertanggungjawabkan bahwa memiliki izin atau surat-surat, kendati pengusaha tersebut tidak menunjukkan surat yang dimaksud kepada wartawan. Diketahui pengusaha swalayan Anugrah mengakui, bahwa gula bermerk Pasar Murah tersebut diperoleh dari toko Gunawan yang beralamat di jalan Titi Papan, Kecamatan Marelan. Ketika dikonfirmasi ke toko Gunawan, pemilik toko tersebut berdalih mengaku bahwa gula diperoleh dari Asiong yang disebut sebagai bos besarnya. (MR/Team).
