oleh

Berita Lengkap Pembunuhan Mayat dalam Boks Plastik, Dari Perkenalan hingga Pembuangan Mayat

MetroRakyat.com  I  JAKARTA — Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, polisi akan menjerat Calvin Soe Pak Go (42), seorang pengusaha sarang burung walet di Jakarta, dengan pasal pembunuhan berencana. Calvin adalah tersangka pembunuh Farah Nikmah Ridhallah (24) yang ditemukan tewas di dalam boks plastik di kolong jalan tol di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (12/7). Menurut Bismo, walaupun pelaku melakukan tindakan pembunuhan secara spontan, saat proses pembuangan mayat diketahui pelaku sudah menyusun rencana agar tindakannya tidak terendus pihak kepolisian. “Pelaku melakukan tindakan pembunuhan terhadap korban secara berencana, meski awalnya tidak berniat membunuh,” ucap Bismo.

Alhasil, polisi menjerat Calvin, dengan kasus 338 KUHP tentang Kejahatan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain (pembunuhan), dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Serta Juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Surat Mayang Farah

Menyinggung ditemukannya secarik kertas yang bertuliskan ‘Mayang Farah’ dan dihiasi tulisan Arab, ternyata berasal dari dalam dompet Farah sendiri. Kapolsek Metro Penjaringan, Bismo, mengaku bahwa surat bertuliskan hiasan lafaz Arab itu diketahui dari sang ayah korban, yakni Irfan Kamil (50). “Yang kita temui di dalam boks plastik kan bukan hanya giwang, kapur barus, dan mas liontin, serta anting emas, ada juga kertas yang tulisannya ‘Mayang Farah’ yang dihiasi tulisan Arab. Itu asal muasalnya dari dompet si Farah sendiri. Mungkin dikeluarin oleh pelaku. Kami ketahui, surat itu ternyata disimpan baik-baik oleh pelaku karena surat itu diyakini sebagai bentuk ‘doa’ dari sang ayah. Itu tulisan ayahnya sendiri,” papar Bismo.

Tangis Pun Pecah di Pemakaman

Tangis Oktavia tak terbendung ketika bercerita tentang sepupunya Farah Nikmah Ridhallah (24). Farah ditemukan tewas di dalam boks plastik di kolong jalan tol di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (12/7). Oktavia sama sekali tidak menduga hidup sepupunya bakal berakhir dengan tragis.

“Saya deket banget sama dia. Orangnya supel dan mudah sekali gaul sama orang lain. Nggak nyangka meninggalnya nggak enak banget,” kata Oktavia dengan berderai air mata ketika ditemui di sela pemakaman Farah di tempat pemakaman umum Sudimara Barat, Kampung Dukuh, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (13/7/2016) siang. Prosesi pemakaman Farah berlangsung sejak pukul 11.00 hingga selesai pukul 12.00. Jenazah sebelumnya sudah disalatkan di masjid Jalan Raden Fatah, Ciledug, Tangerang, tepat di depan rumah duka di kawasan RT 02/06. “Saya deket banget sama dia. Orangnya supel dan mudah sekali gaul sama orang lain. Nggak nyangka meninggalnya nggak enak banget,” kata Oktavia dengan berderai air mata ketika ditemui di sela pemakaman Farah di tempat pemakaman umum Sudimara Barat, Kampung Dukuh, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (13/7/2016) siang.

Prosesi pemakaman Farah berlangsung sejak pukul 11.00 hingga selesai pukul 12.00. Jenazah sebelumnya sudah disalatkan di masjid Jalan Raden Fatah, Ciledug, Tangerang, tepat di depan rumah duka di kawasan RT 02/06. Puluhan sanak saudara dan kawan Farah tampak menghadiri pemakaman cewek yang diketahui bekerja sebagai resepsionis di Bank Bukopin kawasan Kota Tangerang Selatan itu. Pantauan wartawan, ibunda Farah, Ida, tampak terduduk lemas saat putrinya dimakamkan. Mengenakan kerudung putih bermotif bunga, Ida tidak henti-hentinya menangisi anak kedua dari lima bersaudara itu. Sementara ayah Farah, Irfan Kamil (50), berusaha tetap tegar dengan terus memanjatkan doa selama proses pemakaman berlangsung. Seperti diberitakan awak media pada (13/7), sesosok mayat wanita ditemukan di temukan sudah dalam keadaan membusuk di dalam sebuah boks plastik yang dibuang di kolong jalan tol Pintu Exit Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara, dekat kawasan elit Pantai Indah Kapuk (PIK).

Tertangkap CCTV

Polisi bergerak cepat dan bisa mengungkap jati diri korban. Wanita itu tak lain adalah Farah Nikmah Ridhallah (24) yang tinggal di Ciledug, Kota Tangerang. Tak hanya itu, polisi juga segera bisa menangkap pelaku yang membunuh Farah, yakni Calvin Soe Pak Go (42), seorang pengusaha sarang burung walet di Jakarta. Menurut Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Bismo Teguh Prakoso, Calvin dibekuk di tempat tinggalnya, yakni Tower B, Lantai 27 BJ, Apartemen Aston Mediterania Marina, Jalan Karang Bolong VII Nomor 15, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Saat ditangkap pada Rabu (13/7) dini hari sekitar pukul 02.00 kemarin, pria itu sempat berkilah dan tidak mengaku telah melakukan pembunuhan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, kami hampiri unit apartemen pelaku. Saat itu, pelaku tengah tertidur lelap. Kami coba ketuk pintu, dan ketika dibuka dan melihat ramai-ramai ada polisi, Calvin tampak panik. Saat dimintai keterangan, Calvin mengaku kenal (Farah) namun tidak melakukan pembunuhan,” kata Bismo. Namun dari penyelidikan, aksi pembunuhan pelaku terlihat jelas di closed circuit television (CCTV) apartemen yang merekam saat Calvin mengeluarkan boks plastik kontainer berisi jasad Farah dengan menggunakan troli, keluar dari apartemen. “Saya katakan, sangat jelas sekali pelaku ini mengeluarkan boks tempat di mana pelaku menyembunyikan jenasah korban. Mau berdalih bagaimana lagi ya susah lah. Kelihatan jelas banget kok. Mau bohong mana bisa,” tegas Bismo. Calvin memang menghabisi Farah di tempat tinggalnya di Apartemen Aston Mediterania Marina.

Disebut Loyo

Kemarin, polisi menggelar jumpa pers untuk menjelaskan peristiwa pembunuhan Farah. Di halaman Polsek Penjaringan, beberapa barang bukti ditunjukkan, antara lain handphone, senjata tajam (sajam) milik korban, juga boks plastik tempat jasad Farah disimpan pelaku. Boks itu bahkan masih menyisakan bau busuk. Selain itu juga barang bukti berupa dua kendaraan yakni sepeda motor Yamaha Xabre B 3687 ULE dan mobil Suzuki Ertiga silver B 1567 BIQ. Mobil dipakai pelaku sebagai alat transportasi membuang jasad korban. Sedangkan motor dipakai untuk membuang barang-barang korban yang dibawa saat bertemu pelaku di apartemen Aston Mediterania Marina. Tak sedikit pun terlontar kata-kata dari mulut Calvin. Wajahnya yang tertutup dengan topeng hitam dan disorot kamera berbagai awak media dari berbagai sudut, tertunduk terus.

“Jadi teman-teman media, dialah (Calvin) pembunuh Farah, dimana jasad Farah ditaruh jasadnya di sebuah boks plastik, dan ditemukan oleh petugas patroli tol kemarin. Kami tangkap pelaku ini di salah satu unit Apartemen Aston Ancol, tempat dimana pelaku menetap tinggal seorang diri di situ,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Yuldi Yuswan, di Polsek Penjaringan, Rabu (13/7) siang.

Yuldi menjelaskan, motif pembunuhan yang dilakukan pria berstatus duda tersebut dilatarbelakangi ketersinggungan atas ucapan dari mulut Farah. Tersinggungnya Calvin, kata Yuldi, lantaran korban intinya menyebut pelaku ‘loyo’ saat pelaku mencoba mengajak korban kembali melakukan hubungan badan di apartemen Aston. “Awalnya pelaku ini diperkenalkan dengan korban oleh seorang temannya, yang juga merupakan teman korban. Perkenalan itu terjadi pada Jumat (8/7) silam. Pelaku sudah bercerai sebenarnya, dan si korban pun single. Ada kemungkinan, komunikasi antara mereka berdua terlalu intens, sehingga sama-sama mau melakukan hubungan intim di unit apartemen yang pelaku tinggali,” jelasnya.

Yuldi menambahkan hubungan intim ini pun berlanjut hingga esok hari yakni Sabtu (9/7). Namun saat diajak berhubungan intim kembali oleh pelaku, korban menolak sembari mengatakan ucapan yang dianggap ejekan bagi pelaku, sehingga pelaku naik pitam. Emosi pelaku pun ditumpahkan secara spontan dengan memukul kepala dan tubuh korban berkali-kali dengan menggunakan tongkat kayu, serta mencekik hingga kehabisan nafas. Penganiayaan itu dilakukan oleh pelaku saat korban asyik menyaksikan sebuah program acara di televisi di unit apartemen pelaku. Usai pelaku menganiaya korban secara spontan hingga mati lemas, ucap Yuldi, pelaku saat itu panik dan kebingungan terkait bagaimana cara menyembunyikan jasad korban.

Calvin langsung mengambil sebuah boks plastik kontainer yang awalnya digunakan untuk menaruh buku-buku. Ada di dekatnya sebuah boks plastik kontainer ukuran 100 liter. Pelaku langsung memasukkan jenazahnya ke dalam boks itu. Korban sebenarnya hendak pulang setelah beberapa menit melakukan hubungan intim. Hanya saja, pelaku lebih dulu sudah membayar Rp 4 juta untuk beberapa hari, guna meminta korban menemani dirinya di apartemen.

Ketika memasukkan jasad Farah ke dalam boks kontainer plastik, Calvin menaruh alas sprei bermotif kotak-kotak warna merah jambu, serta menaburkan kapur barus ke sekujur tubuh korban. “Kemudian korban dilakban dengan tali dan boks kontainer pun juga dilakban. Kapur barus yang digunakan dipercaya oleh pelaku dapat menghilangkan bau busuk yang keluar dari tubuh mayat,” ujar Yuldi. Selanjutnya pada Minggu (10/7), Calvin menyewa mobil rental Suzuki Ertiga warna silver dengan nomor polisi B 1567 BIQ. Memakai mobil itu, Calvin membuang jasad Farah ke kolong tol.(MR02/Trib.Jateng).