Korban Begal Tewas Dengan Pisau Menancap Di Kepala
MetroRakyat.com | MEDAN – Seorang korban begal bernama Ramli(29) warga Gang Famili Kecamatan Medan Baru Jalan Setia Budi Medan, sekarat di Rumah Sakit Umum (RSU) Adam Malik Medan Jalan Bunggalau No 17 Medan Tuntungan Medan dengan kondisi pisau yang masih tertancap di kepala, Selasa,(14/6/2016) sekitar jam 24.00 WIB.

Saat ditemui wartawan korban bernama Ramli di Ruangan Intensive Care Unit (ICU) dengan keadaan tidak sadarkan diri dan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dengan pisau yang masih tertancap di atas kepala.
Informasi yang di peroleh MetroRakyat.Com selasa malam, nyawa Ramli tidak tertolong karena banyaknya mengeluarkan darah.
Alex (40) yang merupakan Paman Korban, warga jalan Dr Mansyur Medan menuturkan,jika keponakanya diduga telah menjadi korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh bandar narkoba yang sebelumnya tertangkap oleh pihak kepolisian Medan Sunggal.
Alasanya menurut Alex dia dituduh menjadi Kibus dalam penangkapan itu, Padahal menurut Alex keponakanya tidak mungkin menjadi kibus pihak kepolisian karena ramli yang dikenalnya adalah anak yang rajin berteman dan tidak pernah ada hubungan dengan pihak kepolisian.
Menurut seorang saksi. Bernama Zainal yang melintas ditempat kejadian, Jalan Bunga Raya, Kecamatan Medan Selayang persisnya di depan kantor PTUN Medan kepada wartawan menuturkan jika korban dikeroyok oleh dua orang pelaku dengan mengunakan senjata tajam, kemudian korba berteriak sambil melawan pelaku.
Zainal bersama warga langsung menuju lokasi, melihat banyak warga yang datang, kedua kawanan yang diduga mendapatkan perintah dari bandar narkoba tersebut langsung melarikan diri,tapi naas warga lainya berhasil menangkap kawanan penjahat itu dengan menabrakan sepeda motor penjahat tersebut. Sempat menjadi bulan-bulanan warga, akhirnya kedua kawanan penjahat tersebut diserahkan ke Polsek Medan Sunggal.
Sementara itu pengakuan pelaku Dedi Lubis (29) warga Jalan Asam Kumbang Medan Sunggal mengatakan jika dirinya sebelumnya diperintah oleh Usuf yang dikenalnya sewaktu di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Kusta beberapa tahun yang lalu.
Dedi yang kondisi wajahnya babak belur karena di hajar massa mengatakan dirinya diperintahkan oleh Usuf melalui Handphone Seluler untuk menjemput Ramli kesuatu tempat dan ketika berada dikawasan sepi jalan Setia Budi Medan, Dedi dan rekanya yang bernama Nazer (24) hendak merampas sepeda motor matic Honda Beat korban dan langsung saja Dedi kalut dan menancapkan Pisau ke kepala korban.
Seketika Korban jatuh dan tak sadarkan diri, melihat kondisi Ramli yang sudah tidak sadarkan diri massa pun datang dan langsung manghajar pelaku hingga babak belur dan langsung di giring ke Polsek Medan Sunggal.
Daniel Marunduri SIK, Kapolsek Medan Sunggal kepada wartawan menuturkan jika pelaku sudah diamankan sebanyak 2 orang dan apakah ada motip lain nanti kita selidiki dan pihak kepolisian lagi proses pengembangan, dan barang bukti yang telah diamankan berupa 1 unit sepeda motor Beat warna biri BK 5359 ADI milik korban, Yamaha mio warna hijau dan sebuah pisau milik pelaku. (Red)
