Antisipasi Narkoba, Warga Kelurahan Kampung Baru Butuh Sarana dan Prasarana Olah Raga
MetroRakyat.com | MEDAN – Maraknya peredaran Narkoba di Kota Medan, terutama di wilayah Kelurahan Kampung Baru Kec.Medan Maimon telah membuat warga masyarakat yang tinggal di Kel.Kampung Baru resah. Pasalnya, sudah banyak anggota keluarga mereka yang ditangkap oleh polisi karena kedapatan memakai barang haram tersebut.
Hal ini dikatakan oleh salah satu warga Kel.Kampung Baru, Kec.Medan Maimon bernama Nasiphan Parhusip, Jumat, (17/6) saat diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan pada reses ke-II anggota DPRD Kota Medan, Andi Lumbangaol,SH dari partai PKPI di halaman kantor kelurahan Kampung Baru Jalan Brigjend Katamso No.674 Medan.
Nasip mengatakan bahwa selama ini pihak kepolisian yang juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut telah banyak melakukan penangkapan terhadap pemuda yang ada di wilayah Medan Maimon termasuk di Kelurahan kampung Baru. Namun tidak ada penanggulangan efektif yang dapat dilakukan oleh pihak Kepolisian dan BNN untuk dapat menghentikan peredaran narkoba tersebut.
” Selama ini sudah banyak pemuda yang juga anak-anak kami ditangkap polisi karena terlibat narkoba. Namun setelah ditangkap, tidak ada penanggulangan yang dilakukan. Malah ada yang kami ketahui, setelah ditangkap, jika ada uang diurus kemudian dilepaskan. Ini semakin membuat peredaran narkoba semakin marak. Saat ini sangat gampang untuk mencari penjual narkoba ketimbang penjual goreng pisang. Maksudnya, bahwa sudah sebegitu parahnya moral dan mental anak muda saat ini dan tidak peduli lagi terhadap masa depan mereka kelak, karena sudah tercemar narkoba. Coba jika ada sarana dan prasaran olah raga pendukung di setiap Kelurahan, maka kami yakin akan akan memiliki kesibukan positif sehingga tidak terpikir untuk melakukan hal negatif seperti memakai narkoba, mencuri dan lain sebagainya.” Terang warga tersebut.
Pengakuan yang lebih miris lagi seperti diungkapkan salah seorang warga Kelurahan Kampung Baru bernama Effendi Albanjari, dimana didepan dua ratusan lebih masyarakat yang hadir pada reses Andi Lumbangaol, SH tersebut diberitahukan bahwa keluarga dari Effendi sudah ada sebanyak 63 orang yang terlibat narkoba termasuk anaknya sendiri. Hal itulah yang membuat dirinya dan warga Kel.Kampung Baru meminta kepada Andi Lumbangaol selaku anggota DPRD Medan Komisi A, agar mendesak pemerintah Kota Medan, membuat sebuah sarana olahraga dikelurahan mereka, sehingga bakat terpendam anak muda di kelurahan Kampung Baru dapat tersalurkan kearah yang positip.
” Kalau saya pribadi, Alhamdulilah sampai saat ini belum pernah terkontaminasi oleh narkoba. Namun anak dan keluarga saya sangat sedih saya menjelaskannya. Karena mereka tidak dapat mengontrol diri dan malah terjerumus narkoba. Untuk itu saya berpesan kepada para anak muda agar jangan sekali-kali terpengaruh terhadap narkoba.
Menurut saya, narkoba ini sengaja diciptakan untuk membunuh secara pelan-pelan generasi bangsa, yang perlahan akan lahir generasi narkoba dan akhirnya, tanah air kita dapat dijajah kembali oleh pihak asing.” Terangnya.
Masih menurut warga tersebut, akibat sudah menjadi pecandu narkoba, membuat mereka(anak muda pecando narkoba) tidak menyukai tempat yang terang, sehingga mereka tidak senang jika lampu jalan tetap terang benderang.
Mendengar dua keluhan dari warga Kelurahan Kampung Baru tersebut, dimana salah seorang warga yang bertanya adalah sahabat lama Andi Lumbangaol, Politisi dari Partai PKPI inipun menerangkan bahwa saat ini pemerintah dianggap kurang mampu untuk menangani maraknya peredaran narkoba yang saat ini semakin membahayakan generasi bangsa. Bukan itu saja, Andi juga mengakui pihak kepolisian juga kewalahan memberantas peredaran narkoba termasuk saat menangkap bandar narkobna tersebut.
“Kita bisa lihat di televisi atau di surat kabar, kita sangat heran, kenapa banyak bandar besar Narkoba adalah terpidana. Didalam penjara atau Lapas, para bandar tersebut masih bisa mengendalikan peredaran narkoba yang ada diluar. Artinya, bahwa Pemerintah belum tegas bertindak untuk memberantas peredaran narkoba. Sudah ada larangan untuk tidak diperkenankan memiliki dan memakai handphone di dalam penjara, namun bandar tersebut diduga mendapat perlakuan khusus makanya bisa tetap bertransaksi narkoba meskipun sedang menjalani masa tahanan di dalam penjara.” Terang Andi.
Ditambahkan Andi Lumbangaol lagi, bahwa salah satu cara yang paling efektif dan sangat murah untuk memberantas peredaran narkoba dan menjaga agar anak kita tidak terkena atau terpengaruh narkoba adalah dengan tetap sabar memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak dirumah.
“Silahkan luangkan waktu Bapak dan Ibu sekalian untuk menemani anak dan memberikan perhatian serta kasih sayang kepada mereka. Sehingga mereka tidak gampang terpengaruh pergaulan yang ada diluar. Selanjutnya, perkuat iman dengan membawa mereka kerumah Ibadah dan mendoakannya. Ini adalah resep termurah tanpa bayaran mahal agar anak-anak kita dapat terhindar dari bahaya ancaman narkoba.” Jelasnya.
Terkait masalah lampu penerangan umum, Andi Lumbangaol menjelaskan bahwa memang Dinas Pertamanan kurang efektif dan kurang peduli melihat kondisi lampu jalan yang ada di Kota Medan. Saat reses I dahulu juga sudah banyak laporan terkait kondisi lampu jalan yang sudah banyak mati atau rusak.
“Saya masih ingat saat, Plt.Walikota Randiman Tarigan, dimana saat itu melakukan sidak ke Dinas Pertaman Kota Medan, dan menemukan banyak bola lampu yang tidak dipergunakan dan mubazir sementara kondisi bola lampu untuk jalan umum tersebut masih dalam kondisi baik. Kita sangat sayangkan saat itu kenapa bisa terjadi demikian. Namun apapun itu, saya selaku anggota DPRD Kota Medan komisi A, akan mendesak Dinas Pertamanan agar lebih mementingkan kepentingan masyarakat Kota Medan, untuk penerangan dan keindahan Kota Medan ini juga.
“Terkait lapangan olahraga, untuk sarana dan prasarana warga masyarakat di kelurahan kampung baru, saya sangat setuju, ini akan saya coba tampung dan akan menjadi masukan, sehingga nantinya akan dibawa kepada Pemko Medan dan Ketua DPRD Kota Medan. Makanya kami ada bagikan lembaran aspirasi, silahkan tulis unek-unek atau keluhan bapak/ibu sekalian agar kami dapat mengetahui. “Saya sangat setuju jika didaerah ini diperbanyak sarana olahraganya, untuk mencegah kegiatan negatif. Semakin banyak kegiatan olahraga, maka para anak muda tidak akan sempat berfikir negatif dan selalu berfikir positif.” Pungkas Andi mengakhiri.
Selesai acara tanya jawab, kegiatan reses dilanjutkan dengan membagikan tali asih dan nasi kotak kepada seluruh masyarakat yang hadir pada acara reses II anggota DPRD Kota Medan tersebut. Dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama.(red)
