Tokoh Adat dan Masyarakat Ikuti Sosilisasi Deradikalisasi di Polres Kota Tebingtinggi
MetroRakyat.com | TEBING TINGGI – Sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat se Kota Tebingtinggi mengikuti Sosialisasi Deradikalisasi yang digelar Polres Tebingtinggi, Senin (9/5) di Aula Kamtibmas Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi. Kegiatan yang dihadiri Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto tersebut dalam rangka mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor anti radikalisasi.
Kegiatan acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tebingtinggi, Kabag Ops Kompol Janner Panjaitan, Kasat Binmas AKP Syarial Daulay, Kasat Intel AKP Antoni Raja Guguk, ormas Islam FPI, NU, Al Washliyah, FKUB, FUI dan ormas agama Kristen Gamki, pendeta Budha, Konghucu, Kesbang Polinmas dan para pelajar.
Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Polda dan Polres yang ada di Sumatera Utara, kegiatan ini untuk memberikan gambaran dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya anti radikalisme di tengah-tengah masyarakat. “Saya mewakili Kapolri turun langsung untuk menyaksikan langsung sejauh mana masyarakat faham dengan gerakan anti radikalisme”, beber, Agus.
Jenderal bintang satu tersebut menyebutkan bahwa , pihak Mabes Polri tidak menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, semua diserahkan kepada Kapolres karena Mabes hanya menyaksikan dan menerima laporan saja. “Terpenting dalam kegiatan ini akan terus berkesinambungan, dimana masyarakat terus kita berikan pemahaman tentang bahaya gerakan radikalisme. Kita hanya jadi pemantau saja”, jabar,Karo Penmas Mabes.
Kapolres Tebingtinggi AKBP Slamet Loesiono sebagai narasumber mengatakan, kita bisa menjadi anti radikal, peran dari polisi dan masyarakat mau bekerjasama menjadi anti radikalisme. Prilaku ISIS terbawa sampai ke Indonesia yaitu di Sulawesi, hal ini membawa dampak kepercayaan tingkat dunia. “Kita harus selamatkan negara kita dari kaum radikslisme seperti ISIS, tetapi kita jangan melawan dengan kekerasan, tetapi dengan pendekatan agama”, terang,Slamet.
Dengan posisi Kota Tebingtinggi yang kedepannya akan menjadi kawasan segetiga emas, diharapkan masyarakatnya jangan terkontaminasi ajaran-ajaran yang tidak benar. “Dalam menyikapi perkembangan kota Tebingtinggi, akan banyak ajaran radikslisme yang akan masuk, dari itu, kita harus bisa membentengi diri untuk melawan gerakan-gerakan tersebut. Mudah-mudahan di kota ini tidak ada prilaku yang menyimpang dari ajaran agama, dari keluarga bisa kita mulai membentengi diri. Kita bisa menjadi tokoh untuk pelopor anti radikaslisme”, ucap, Kapolres.
Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Muslim Istiqomah menyatakan pihaknya mendukung polisi untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurut dia, penyebab ajaran radikalisme berawal dari narkoba sehingga mengkhawatirkan masyarakat, kita masih melihat polisi di Jalan Flamboyan menunggu bandar narkoba. “Harusnya polisi bisa memberantas narkoba dan jangan melindungi bandar narkoba”, tegas Muslim.
Ibnu Haris dari Kecamatan Padang Hilir mengomentari tentang maraknya narkoba dan masalah curanmor, masyarakat jadi takut atas kejadian ini, bagaimana untuk bisa menghempang untuk memberantas masalah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapolres Tebingtinggi berharap masayarakat bisa menjadi pelopor anti radikalisme, peran dan kerjasama dengan masyarakat sangat diharapkan karena jumlah polisi tidak sebanding dengan jumlah masyarakat, polisi tidak bisa kerja sendiri. “Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan oleh polisi, informasi sekecil apapun di lingkungan itu menjadi tanggung jawab bersama Polri dan masyarakat”, harap, Kapolres.Slamet Loesiono.( Msp)
