Tiga Orang Penggali Tewas di Dasar Sumur
MetroRakyat.com I PASURUAN – Tiga orang warga Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, tiba-tiba lemas hingga akhirnya tewas di dalam sumur dengan kedalaman sekira 10 meter. Diduga, ketiganya tewas setelah menghirup gas beracun.
Musibah ini awalnya dialami Didik (32) yang pertama kali turun ke dalam sumur. Mengetahui rekannya terkulai lemas Junaidi (36) mencoba memberikan pertolongan. Sesampainya di dasar sumur, ia juga mengalami nasib serupa. Sumaiyah (38) yang mengetahui dua rekannya ambruk, nekad menuruni sumur. Dan ia pun akhirnya lemas di dalam sumur.
Kejadian ini bermula ketika Suwarno, sang pemilik sumur, meminta bantuan kepada Didik yang berprofesi sebagai tukang gali sumur, untuk menguras sumur yang sudah mulai susut airnya. Dengan menggunakan tangga, Didik menuruni sumur untuk memasang alat pompa air.
“Korban merupakan tukang gali sumur yang sudah biasa melakukan penggalian dan menguras sumur. Mereka memasang alat mesin pompa untuk menguras air. Setelah berjalan beberapa saat, mesin pompa tiba-tiba macet dan akan dilakukan perbaikan,” kata Nursalam, seorang warga sekitar, Senin (30/5/2016).
Menurutnya, dua orang yang turun ke dalam sumur belakangan sedianya akan memberikan pertolongan kepada Didik yang diketahui tak berdaya setelah menghirup gas beracun. Tetapi keduanya justru bernasib serupa dan tak sadarkan diri. Khawatir jumlah korban bertambah, sejumlah warga menginformasikan kepada petugas kepolisian untuk memberikan pertolongan.
Tim regu penyelamat yang tiba dilokasi kejadian, sempat kesulitan mengevakuasi ketiga korban. Selain sempitnya sumur dengan diameter sekira 1 meter, proses evakuasi terhambat hujan yang cukup deras.
Kapolsek Rembang AKP Bambang Sucahyo menyatakan, ketiga korban yang telah berhasil diangkat dari dasar sumur ini diduga mengalami sesak nafas setelah menghirup gas beracun. Gas karbon ini diduga berasal dari mesin pompa air yang dipasang di dasar sumur.
Saat ini, pihaknya telah memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian. Petugas juga tengah meminta keterangan dari sejumlah saksi, untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Okz/Peter).

