oleh

Satgas Joko Tingkir Sumut Gelar Punggahan

SHARE
278 views

MetroRakyat.com  I  MEDAN  — Setiap tradisi merupakan budaya turun temurun yang mau tidak mau harus dipertahankan oleh setiap generasinya , serta harus dipegang teguh karena itu salah satu bentuk rasa hormat kita terhadap leluhur di daerah tempat tradisi itu berkembang. Melestarikan dan mewariskan suatu tradisi adalah kewajiban kita sebagai generasi muda yang harus mempertahankannya agar tetap menjadi budaya dan tidak hilang karena pengaruh globalisasi dan modernisasi. Demikan halnya dengan organisasi Satuan Tugas Joko Tingkir Wilayah Provinsi Sumatera Utara, dengan kebersamaan dan kekeluargaan melaksanakan Punggahan di kantor Pimpinan Wilayah Satgas Joko Tingkir, Senin malam (30/5).  Acara yang dipandu oleh salah seorang Sekar Merah, membuka kebersamaan tersebut dengan diawali pembacaan doa bersama. Doa yang dipanjatkan dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memohon kesejahteraan bagi Bangsa dan Negara. Usai gelar doa bersama, Satgas Joko Tingkir Sumatera Utara yang dihadiri segenap perwakilan pengurus cabang dari kota dan kabupaten makan malam bersama. Dengan kemasan nasi tumpeng sebanyak 10 tumpeng, keakrabanpun terajadi, tidak membedakan bagaimana golongan maupun kastanya saat duduk bersama ditikar yang tersedia. 

Usai menggelar makan malam bersama yang disebut Punggahan, segenap keluarga besar Satgas Joko Tingkir Sumatera Utara menggelar Dialog Interaktif antara sesama fungsionaris. Ketua Umum Pimpinan Wilayah Satgas Joko Tingkir Sumut, Sukirmanto, SH didiampingi Sekretaris Jendral Ir.Rujito Said saat diwawancarai MetroRakyat.com  mengatakan bahwa punggahan yang terlaksana berkat kerjasama dan kekompakan antara kader Joko Tingkir, demi wujudkan malam Punggahan tersebut. “Seperti halnya di akhir bulan Sya’ban, menjelang bulan Ramadhan, ada sebuah tradisi yang sampai saat ini masih kerap dilaksanakan oleh masyarakat, dan bagi tradisi Jawa tidak melupakan hal ini karena warisan dari nenek moyang kita turun temurun. Kita makan bersama dengan dipersembahkannya nasi tumpeng, bukanlah tradisi bagi agama tertentu saja. Namun ini juga tradisi kita Etnis Jawa melakukannya demikian, sehingga kita mohon ridho kepada Allah SWT dalam rangka menjelang Ramadhan dan dengan maaf memaafkan antara sesama manusia dan keluarga bahkan diantara sesama kader Joko Tingkir”, ungkap Sukirmanto. 

Waginto salah seorang kader Joko Tingkir Sumut mengatakan, kehadiran bulan Ramadhan yang biasa disemarakkan dalam acara  Ramadhan kita manfaatkan  sebagai waktu untuk berbenah diri, membersihkan hati dan mempererat kembali tali silahturahim dengan sanak famili. Kebersihan dan kesiapan hati menyambut Ramadhan akan terasa lebih indah jika dicerminkan dari hati yang suci. Karena itu, seringkali kita melakukan persiapan fisik dan mental untuk menyambut bulan puasa selama satu bulan penuh ini. Apapun kegiatannya, yang jelas itu semua adalan bentuk ungkapan kegembiraan menyambut Ramadhan. Jika kita bisa bergembira menyambut Ramadhan, maka seharusnya kita bisa lebih bergembira dan semangat lagi kalau Ramadhan tersebut telah datang, seperti saat ini, tandas anggota Parlemen Kota Medan di Komisi A tersebut.

Pantauan MetroRakyat.com dilokasi kegiatan, terlihat kebersamaan kurang lebih 100 kader Joko Tingkir se Sumatera Utara terajut saat doa panjatkan syukur dan makan bersama. Usai makan bersama, dialog interaktifpun digelar. Acara dimulai pukul 20.00 wib dan berakhir pukul 23.00 wib dengan diiringi salam kebersamaan antar kader Joko Tingkir. 

Sejarah Joko Tingkir.

Rahasia Kedigdayaan Joko Tingkir,  Siapa yang tidak mengenal Joko Tingkir (Mas Karebet)? Sebutan lain dari Raja Pajang Hadiwijaya ini sudah lumayan terkenal namanya di Indonesia. Keampuhan atau kedigadayaan Joko Tingkir tidak di ragukan lagi, ini di buktikan dengan beberapa wilayah yang sudah di taklukkan. Putra dari Kebo Kenanga dan Ki Ageng Pengging ini memang dari dulu mempunyai jiwa Ksatria, dimana beliau senang sekali dengan tirakat bertapa. Konon niat beliau melakukan hal tersebut hanyalah untuk menjaga diri dari berbagai ancaman negatif, Termasuk ancaman dari penyakit (menjaga diri agar tetap sehat), menjaga dari anacaman energi negatif yang dikirim oleh musuh. Maklum ketika pada masa itu memang gencar sekali orang bermain dengan yang namanya kekuatan gaib. Hal ini terbukti dengan adanya petilasan-petilasan tempat bertapanya bagi para pelaku ilmu sihir. Selain itu juga ada bukti-bukti peninggalan buku-buku mantra sihir dan pelet. Maka tidak kaget jika dalam sejarah menceritakan banyak wanita cantik yang menyukai Mas Karebet ini.

Lalu, apa yang menjadi rahasia kedigdayaan Joko Tingkir?

Menurut sejarah Joko Tingkir gear sekali bertapa, dari bertapa itu beliau bisa menyelaraskan tubuhnya dengan alam. Dengan hal ini Joko Tingkir mampu beradaptasi dengan keadaan alam dalam berbagai situasi dan kondisi apapaun. Selain melakukan pertapaan dengan hasil menyelaraskan diri dengan alam Joko Tingkir juga mendapatkan manfaat lain, yaitu mampu menarik pusaka ampuh. Konon beliau mempunyai banyak pusaka ampuh. Oleh sebab itu Joko Tingkir terkenal sangat ampuh sehingga berwibawa dan sejarah membuktikan bahwa beliau mampu menaklukkan berbagai wilayah sehingga mampu di kuasainya. (Peter.P.).

Breaking News