oleh

Hukuman Kebiri Tak Efektif, Jangan Lakukan Hal Yang Jadi Kuasa Tuhan

SHARE
1.503 views

MetroRakyat.com  I  JAKARTA – Presiden Jokowi akhirnya meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan ke-2 atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Keputusan ini menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual pada anak yang menurut Jokowi masuk dalam kategori kejahatan luar biasa.

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari menilai aturan tersebut tidak efektif mencegah kejahatan seksual terhadap anak-anak. Sebab, predator anak masih menghantui.

“Bagiku kebiri tidak efektif karena kan kalau kita melihat yang satu nanti di kebiri, sementara potensial predator yang lain diapain? Aku lebih suka ke situ. Tidak akan mencegah predator-predator lain yang masih bisa beroperasi karena kesempatan yang ada, kesempatannya masih terbuka,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (27/5).

Eva setuju hukuman untuk predator anak diperberat. Namun bukan berarti ikut menentukan hidup mati seseorang yang memang jadi kuasa Tuhan.

“Aku setuju pemberatan, mungkin 100 tahun lah, gedok, jret. Tapi jangan sampai kemudian melakukan hal-hal yang menjadi kuasa Tuhan. Dan efektinya akan jelek ya. Kebiri itu bisa jadi psikopat, bisa jadi depresi trus bunuh diri, kayak Alan Turing si penemu sandi Jerman sehingga sekutu menang itu kan Alan Turing. Tapi karena dia Gay, dikebiri, bunuh diri,” tegasnya.

Untuk mencegah aksi kekerasan seksual, anak-anak perlu diberi pengetahuan dan pendidikan cukup. Menurutnya, langkah ini bakal jauh lebih efektif dibandingkan hukuman kebiri untuk predator anak.

“Anak-anak diberikan skill untuk mempertahankan diri untuk mewaspadai, untuk instingnya cerdas dan seterusnya, dan di komunitas itu diberikan keleluasaan untuk membangun sistem pertahanan komunitas,” ungkapnya. (Peter/Merdeka).

Breaking News