oleh

BNN Selidiki Penyebab CCTV Rusak Dan Buku Tamu Hilang Di Ruangan Bupati Dirwan

MetroRakyat.com | JAKARTA –  Direktur Prekursor dan Psikotropika BNN, Brigjen Pol Anjan Pramuka akan menelusuri rusaknya CCTV di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan. CCTV tersebut diketahui rusak ketika BNNP Bengkulu menemukan Narkoba di Ruang kerja Dirwan.

Anjan membenarkan CCTV di ruang kerja bupati Dirwan Mahmud yang disebut rusak. Namun dia mengaku akan melakukan pendalaman pada keterangan saksi untuk mengetahui penyebab rusaknya CCTV tersebut.

“CCTV menurut Bupati memang mati sekitar 1 Bulan terakhir. Ini lah mengapa kami butuhkan keterangan yang lebih banyak,” kata Anjan di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur,  Sabtu (14/5/2016).

Selain rusaknya CCTV, buku tamu di ruang Kerja Dirwan juga tidak ditemukan. “Dan Ada dugaan buku tamu hilang sejak kejadian itu. Semua akan kita dalami,” urai Anjan.

Setelah hasil pemeriksaan keluar, kata Anjan, BNN akan melanjutkan kasus ini.

“(kalau positif) akan kita lanjutkan penyelidikan, akan kita kembangkan sampai ke siapa pemiliknya (sabu),” kata dia.

BNN Bawa Bupati Bengkulu Selatan untuk Dicek Darah dan Rambut di Jakarta

Badan Narkotika Nasional (BNN) masih terus menyelidiki kepemilikan sabu di ruang Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Sore ini, BNN akan membawa Dirwan ke Jakarta untuk melakukan tes darah dan rambut terhadap Dirwan.

Meski hasil tes urine menyatakan Dirwan negatif narkotika, namun Direktur Psikotropika dan Prekusor BNN Brigjen Anjan Pramuka Putra mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut diperlukan untuk keakuratan.

“Agar pemeriksaannya lebih akurat kalau dengan cara tes darah dan rambut,” ujar Anjan kepada detikcom, Sabtu (14/5/2016).

Pengecekan darah dan sampel rambut dapat memberikan hasil yang lebih akurat, apakah seseorang pernah mengonsumsi narkotika atau tidak. Sebab, dari darah dan rambut bakal diketahui apabila seseorang itu jauh-jauh sebelumnya pernah mengonsumsi narkotika atau tidak.

Anjan mengatakan pemeriksaan darah dan urine akan dilakukan di kantor BNN di Jl MT Haryono, Cawang, Jaktim. Dirwan sore ini langsung diterbangkan ke Jakarta.

“Nanti berangkat paling pukul 17.00 WIB. Sekarang ini masih dilakukan pemeriksaan. Saya juga masih di BNNP Bengkulu,” pungkasnya.

Sebelumnya BNNP Bengkulu melakukan penggeledahan di ruangan Dirwan pada Selasa (10/5) lalu. Dalam penggeledahan tersebut ditemukan sejumlah narkoba jenis sabu dan ekstasi di sebuah laci.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan penggeledahan dilakukan karena sebelumnya BNNP Bengkulu mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebut bahwa bupati itu pernah memakai narkoba.

Tetapi setelah dites urine, Dirwan dinyatakan negatif narkoba. Dirwan sendiri menganggap hal itu sebagai fitnah. (Dtc).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini: