Komnas Perlindungan Anak Pertemukan Koko Ardiansyah dan Dony Anak Plt. Bupati Labuhan Batu

Komnas Perlindungan Anak Pertemukan Koko Ardiansyah dan Dony Anak Plt. Bupati Labuhan Batu
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KARO – Masih ingat dengan Koko Ardiansyah, siswa SMA yang sempat viral akibat gagal menjadi anggota paskibra pada HUT Kemerdekaan RI yang ke-74.

Seluruh media cetak, online dan siaran TV di Indonesia memberitakan Koko akibat posisinya digantikan anak Plt. Bupati tanpa mengikuti seleksi.

Sehingga ribuan nitizen sangat prihatin melihat kejadian yang menimpa Koko. Berbagai komentar dukungan dialamatkan kepadanya.

Sedangkan Dhony, anak Plt. Bupati Labuhan Batu Andi Suhaimi Dalimunthe menjadi bahan bullyan para nitizen.

Hal inilah yang menjadi perhatian khusus Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait.

Ia mempertemukan Koko Ardiansyah dengan Dhony di Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Kabupaten Labuhan Batu di Rantauprapat, Jum’at (23/08/2019).

Menurut Arist, komentar-komentar baik itu positif dan negatif yang beredar di tengah masyarakat terutama dimedsos dapat merusak mental anak.

“Saya sangat berharap dan memohon kepada masyarakat agar berhenti memanfaatkan situasi yang telah terjadi,”ujarnya.

Padahal kejadian sebenarnya antara Koko dan Doni bisa diselesaikan dengan baik. Namun dari isu-isu yang beredar, ada orang-orang tertentu yang ingin memanfaatkan situasi.

Arist menegaskan, jika pertemuan itu bertujuan untuk mencabut konflik dan menjalankan peraturan perundang-undangan tentang eksploitasi anak.

Sebab berdasarkan UU No. 23 tahun 2002 yang diubah menjadi No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengatakan semua orang dewasa tidak dibenarkan melibatkan anak untuk kepentingan politik.

“Saya tidak mau mengatakan itu ada, tetapi ingin mengingatkan saja. Jadi hari ini saya mencabut “eskete” atau permusuhan diantara mereka berdua dan berhenti memanfaatkan isu-isu yang tidak benar untuk kepentingan politik,”terangnya.

Permasalahan ini telah dimanfaatkan oleh segelintir orang demi kepentingan politik. Tanpa disadari sudah memanfaatkan anak dibawah umur yaitu Koko dan Dhony.

“Yang saya sampaikan ini merupakan pesan moral dari Komnas Perlindungan Anak atau pembela anak. Kasihan Dhoni dan Koko, jangan mengexploitasi anak-anak untuk kepentingan politik yang sedang dan akan terjadi,”pesan Arist mengakhiri.

Pantauan wartawan pada pertemuan itu, Koko dan Dhony saling berpelukan dan tertawa. Mereka tak pernah berfikir kalau sebelumnya saling berseteru.

Pertemuan ini disaksikan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Besatu (GM PEKAT-IB) Sumatera Utara, Khairul Anhar Harahap,SH dan para undangan.

Khairul Anhar menghaturkan terimakasih dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Aris Merdeka Sirait.

“Ini merupakan tindakan menyelamatkan mental Koko dan Dhoni dengan mencabut status konflik yang sempat viral dan menjadi konsumsi publik maupun jagad maya,”sebutnya.(mr/Anita)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.