Silaturahmi Team Ivestigasi Mabes TNI Dengan Wartawan Di Lanud.
MetroRakyat.com I MEDAN — Mabes TNI didampingi Kepala Penerangan Lanud Soewondo Mayor Jhoni Tarigan, mengundang awak media dalam rangka bersilaturahmi dan mengetahui bagaimana kronologis peristiwa pemukulan 2 awak media di Medan, Minggu (21/8/2016). Pertemuan yang dihadiri 4 staf Mabes TNI dari Jakarta itu mempertanyakan kepada salah satu awak media yakni wartawan Sumut Pos yang menjadi saksi pelapor pada peristiwa penganiayaan wartawan Tribun Medan, Array. Sihombing yakni salah satu team tersebut menyebutkan penyesalannya akan kejadian pemukulan terhadap awak media, dan berjanji akan kooperatif dan independent dalam pengusutan kasus tersebut. “Kami adalah team yang diutus oleh bapak Panglima TNI, harapan kami kita tetap mengikuti prosedur yang berlaku, dan kami juga turut menyampaikan prihatin sedalam-dalamnya pada peristiwa ini”, ungkap Sihombing.
Ditanyakan sampai sejauh mana pengusutan kasus kekerasan oleh oknum TNI AU tersebut, Sihombing tidak mau menjawabnya dengan alasan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Turut hadir pada silaturahmi singkat tersebut adalah wartawan MNC, wartawan Sumut Pos dan Redaktur dan Pemred MetroRakyat.com. Diketahui bahwa ke 4 orang yang menjadi Team Mabes TNI tersebut berasal dari satuan Angkatan Udara, Laut dan Darat dan bertugas diketahui dan diperintahkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Sementara sebelumnya, Detasemen Polisi Militer Markas Besar (Den POM Mabes) TNI AU akhirnya turun langsung ke lokasi bentrokan di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, Sabtu (20/8/2016). Setibanya di Sari Rejo, Tim Investigasi Den POM ini menemui pengurus Masjid Al Hasanah di Jl Teratai yang sempat diserang oknum Paskhas Lanud Soewondo. Sejumlah pengurus masjid yang menerima kedatangan Bambang menceritakan bagaimana bringasnya oknum Paskhas Lanud Soewondo. “Kami hanya berharap, kasus ini bisa diselesaikan dengan baik pak. Kami hanya butuh keadilan,” kata pengurus masjid bernama Riwayat Pakpahan, Sabtu (20/8/2016).

Riwayat mengatakan ia tak ingin penyerangan kembali terjadi. Apalagi, yang diserang adalah rumah ibadah umat muslim. “Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi pak. Kami sangat berharap kepada bapak,” kata Riwayat. Mendengar penuturan pengurus masjid, Kolonel POM Bambang mengaku prihatin. Ia berjanji mengusut tuntas kasus ini. “Kami sangat menyesali tindakan yang terjadi kemarin. Tidak ada niat sedikit pun untuk merusak rumah ibadah,” katanya sembari mencatat seluruh penuturan para saksi. (MR/Team).

