Korban Kedua Penjambretan Berujung Lakalantas Hendra Sopir Betor Ahirnya Meninggal Dunia
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Hendra (42) korban Lakalantas warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah(Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) ahirnya menghebuskan napas terakhir setelah bejuang empat hari empat malam melewati masa Kritisnya di RSUD pandan Jumat (26/07/19) Malam jam 11:00 WIB.
Korban Hendra menghembuskan napas terakhir di sebabkan Lakalantas yang berawal dari pemjambretan telepon Genggam seorang anak Uli Pasaribu yang berumur (4,5) warga Jln.Matseh Gelar Kesayangan, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Perjuangan masa kritis yang diderita Hendra sudah berakhir dengan kehendak Yang Maha Kuasa, luka dalam yang sangat parah ahirnya menjemput Hendra dari derita luka penggumpalan darah di bagian rusuk korban. Benturan yang sangat kencang membuat hendar tidak tertolong dari masa kritisnya.
Hendra sopir Betor Korban ke dua dari penjambretan yang berujung Lakalantas meninggalkan seorang anak berumur (12) bernama Tasyah yang masih duduk di bangku sekolah SD Kelas enam.
Atas kejadian ini Hendra korban kedua dari pemjambretan yang berujung Lakalantas ini meninggalkan kisah sedih dalam keluarga yang sangat mendalam, di sebabkan korban Hendra adalah tulangpunggung keluarga.
Tangisan para keluargapun pecah melihat saudaranya Hendra korban sudah terbujur kaku di rumah duka yang bertempat di Desa Sitio-tio Hilir Jln. AMD ujung, persis di depan SD Sitio-tio, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.
Pemakaman korban dulakukan di Desa Sitio-tio yang tak jauh dari kediaman rumah duka, pemakaman di lakukan sekitar jam 11:23Wib.
Keterangan dari tindakan keluarga belum bisa di dapatkan, disebabkan keluarga korban Hendra masih mengalami duka yang mendalam.(MR/RM)
