Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan Fisik Terhadap Awak Media di Medan

Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan Fisik Terhadap Awak Media di Medan
Bagikan

MetroRakyat.com  I  MEDAN  —- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dan Paskhas Lanud Suwondo Medan bertindak arogan pada wartawan. Adalah Array Argus wartawan Tribun Medan dan Andri Safrin wartawan MNC TV menjadi korban keberingasan TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo. Kedua awak media  tersebut awalnya meliput aksi massa dari warga Sarirejo yang ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan rusunawa. Dengan seketika, Array, Andri Safrin dan beberapa awak media  lainnya diserang TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo.

Andri Safrin wartawan MNC TV menjadi korban keberingasan TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo. Foto : MetroRakyat.com

 

Dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak dan laras panjang, mereka menarik, memukuli serta menginjak-injak wartawan. “Awalnya saya mau wawancara ibu-ibu warga sana. Lagi duduk di sebelah ibu itu, saya ditarik, dihantam kayu broti itu, diseret-seret dan dipijak-pijak,” kata Array.

Awak media dari  Tribun Medan ini, sudah menyatakan dirinya merupakan wartawan, tapi TNI AU dan anggota Paskhas tersebut secara brutal terus melakukan pemukulan. “Aku sudah teriak, aku wartawan! aku wartawan! sambil menunjukkan identitasku. Tapi orang itu bilang, gak urus! Gak urusan saya itu! dan terus menyeret serta menginjak-injak,” ungkapnya. Saat ini kedua wartawan sedang dirawat di ruang IGD RS Mitra Sejati. 

Paskhas dan TNI AU Pukul Kepala Wartawan dengan Kayu

Array yang dibawa ke Rumah Sakit Mitra Sejati Medan mengeluhkan sakit dibagian kepala dan di tulang rusuk bagian kiri. Array menjelaskan, ia mendapat pukulan bertubi-tubi di bagian kepala. “Kepalaku dipukuli pakai pentungan dan kayu broti, secara bertubi-tubi brutal kali, rambutku pun dijambak,” katanya, Senin (15/8/2016). Array mengatakan, kepalanya ditarik dan badannya diseret-seret. Wartawan Tribun Medan ini pun, sudah menyatakan dirinya merupakan wartawan, tapi TNI AU dan anggota Paskhas tersebut, secara brutal terus melakukan pemukulan. “Aku sudah teriak, aku wartawan! aku wartawan! sambil menunjukkan identitasku. Tapi orang itu bilang, gak urus! saya gak urusan saya itu! dan terus menyeret serta menginjak-injak,” ungkapnya.

Wartawan Mengeluh Sakit di Bagian Rusuk Kiri

“Rusuk kiri dan dada kiri ku sakit. Tadi ini beberapa kali dipukul dan dipijak,”teriak Arraywartawan Tribun Medan yang menjadi korban penganiayaan TNIAU Lanud Suwondo saat dikunjungi di RS Mitra Sejati, Senin (15/8/2016). Array mengatakan, yang paling sakit terasa di bagian dada dan rusuk kirinya. “Kalau yang lain sakit, kelihatan memarnya, kalau dada dan tulang rusuk ini gak kelihatan tapi sakit,” ungkapnya.

Array sesaat setelah dianiaya tentara

 

Awalnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dan Paskhas Lanud Suwondo Medan bertindak arogan padawartawan. Adalah Array Argus wartawan Tribun Medan dan Andri Safrin wartawan MNC TV menjadi korban kebringasan TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo.

Kedua wartawan tersebut awalnya meliput aksi massa dari warga Sarirejo yang ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan rusunawa. Dengan seketika, Array, Andri Safrin dan beberapa wartawanlainnya diserang TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo. Dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak dan laras panjang menarik, memukuli serta memijak-mijak wartawan. (MR/TEAM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.