Brilian Moktar : Blanko E-KTP Banyak Tersedia Di Mendagri, Walikota Medan Harus Menjemput
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Masalah kekosongan blanko e-KTP (KTP Elektronik) yang banyak di keluhkan warga kota Medan, akhirnya di tanggapi oleh Brilian Moktar, SE.,MM.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Provinsi Sumatera Utara ini mengatakan, saat ini blanko e-KTP banyak tersedia dan masih di Jakarta.
” Saya selaku anggota komisi A sudah cek langsung di Kemendagri Jakarta, tidak pernah blanko kosong di Mendagri, ada 15 juta stok blangko e-KTP di sana, yang ada Walikota Medan tidak mau ambil Blangko di Jakarta. kalau tidak, saya siap mendanai untuk menjemput blangko asal Walikota menyurati Kemendagri,” terang Ketua Taruna Merah Putih Sumatera Utara ini, Sabtu (19/1/2019) pada pelaksanaan Reses II Tahun sidang V (2018 -2019) yang dilaksanakan di Jalan Rahayu, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Untuk itu, sambung Brilian, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan harus tanggap dan jangan mengatakan Blangko KTP kosong, sebab warga kota Medan yang sudah melakukan perekaman e-KTP sangat membutuhkan kartu identitas penduduk tersebut untuk digunakan mengurus administrasi mereka.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Jalan Rahayu Gang Kusen, kelurahan Banten bernama Ijoe Lin Tiong (55), yang mengeluhkan sudah hampir 3 Tahun, tidak memiliki KTP, padahal sudah pernah melakukan perekaman e-KTP di Kantor Camat.
” Saya sudah hampir 3 Tahun ini belum mendapat KTP, padahal saya sudah ikut perekaman e-KTP, kepling bilang blangko kosong atau habis, jadi saya bingung, dan tidak bisa mendapat hak penuh selaku warga Medan. Saat pilgubsu kemarin juga saya tidak bisa memilih, karena Kepling kami bernama Erwin, bilang nama saya belum terdaftar untuk memilih,” terang Ijoe Lin kesal.
Mendengar aspirasi warga Jalan Rahayu tersebut, BM panggilan akrab Brilian Moktar menyarankan kepada seluruh warga Jalan Rahayu Kelurahan Banten yang belum memiliki KTP atau hanya memiliki resi KTP untuk datang ke kantor KPU mendaftarkan diri untuk ikut memilih pada pesta demokrasi pada Tanggal 17 April 2019 ini.
” Pilihlah partai yang dekat di hati Bapak dan Ibu sekalian, lihatlah apa yang sudah dilakukan oleh pimpinan nasional untuk bangsa dan negara ini. Dari zaman Presiden Soekarno dan di zaman Presiden Jokowi lah sebagai presiden yang terpanjang membangun jalan tol yakni sepanjang 3400 KM dan manfaatnya sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, politisi dari partai PDI Perjuangan Sumatera Utara ini juga menawarkan kepada warga jalan Rahayu kelurahan Banten bagi yang mendapati permasalahan baik terkait pelayanan pemerintah yang tidak memuaskan seperti pengurusan KTP, BPJS, KK ataupun masalah jalan berlobang, drainase, PLN dan lain sebagainya dapat datang langsung di kediamannya yang juga kantor DPD Taruna Merah Putih Wilayah Sumut.
” Bapak dan Ibu sekalian boleh datang ke kantor saya yang di Jalan letda sujono, kami buka sampai jam 03.00 pagi untuk menampung aspirasi dari masyarakat. Meskipun nanti saya tidak lagi anggota DPRD, namun saya masih pengurus Partai PDI Perjuangan dan Ketua Taruna Merah Putih Sumut, jadi masih memiliki kekuatan untuk menolong dan membantu mencari solusi aspirasi masyarakat Kota Medan,” bilangnya.

Diakhir pelaksanaan Reses II Tahun Sidang V ( 2018 – 2019 ) Tanggal 15 s/d 22 Januari 2019, Brilian juga memberikan bingkisan berupa satu karung beras 10 kilogram sesuai janji pada reses sebelumnya kepada sebanyak lebih kurang 150 warga Jalan Rahayu etnis tionghoa yang sangat membutuhkan untuk menyambut hari raya Imlek yang akan jatuh pada Tanggal 5 Februari 2019 mendatang.
” Sampai saat ini partai yang benar-benar nasionalis adalah Partai PDI Perjuangan, dimana semua suku dan agama ada didalamnya, tanpa pernah menunjukkan perbedaan dalam organisasi, karena kita semua sama. Selain itu partai PDIP juga diakui sebagai partai yang sangat pro rakyat dan pro demkorasi, sehingga mampu meraih hati seluruh masyarakat,” terang BM.
Melalui ujung tombak PDIP, lanjutnya lagi, semoga apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan demi untuk kepent8ngan masyarakat Sumatera Utara, khususnya kota Medan. (MR/Tim-red)


