METRORAKYAT.COM | MEDAN – Ketua Persatuan Pedagang Tradisional Medan (P3TM) Pasar Marelan, Ali Geno menepis tuduhan beberapa pedagang yang menyebutkan mereka (P3TM) telah menyuruh OTK untuk melakukan pengrusakan terhadap lapak pedagang apalagi dituduh mencuri barang-barang milik pedagang.
” Kita melakukan pembersihan bg, kan lapak itu semua sudah di ganti rugi oleh Pemerintah, jadi semuanya itu merupakan asset PD Pasar. Pembongkaran dilakukan sebab, lokasi itu akan dibuka menjadi Jalan Umum,” ujar Ali melalui selulernya, Minggu,(4/3/18).
Ali juga menjelaskan bahwa sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah melayangkan surat sebanyak 3 kali kepada pedagang, sebelum akhirnya dilakukan pembersihan di tempat itu.
Tambahnya lagi, barang-barang yang ada di lokasi merupakan asset milik PD Pasar.
Ali juga menyayangkan ada pedagang yang berencana melaporkan dirinya atas pembongkaran itu.
” Kita hanya mengamankan asset PD Pasar, dan para pedagang telah pernah kita surati sebanyak tiga kali,” bilangnya.
Seperti diberitakan, para pedagang merasa keberatan dan telah dirugikan atas aksi koboy yang dilakukan sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) pada pedagang depan Pasar Marelan lama, Sabtu (03/03) sore kemarin.
Para pedagang menganggap pembongkaran tanpa pemberitahuan dan tanpa memikirkan harta benda pedagang, para OTK menghancurkan lapak pedagang.Selain menghancurkan lapak, bahan bangunan Lapak pedagang juga dicuri hingga puluhan pedagangan mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Seperti pengakuan dari Pak Sitorus (65) warga Marelan mengaku mengetahui adanya pengrusakan lapak dagangan milik istrinya dari teman sesama pedagang. “Saya mendapat informasi lapak istri saya dihancurkan oleh orang-orang suruhan pegawai Pasar Marelan. Tapi saat kami tanyakan kepada Kepala Pasar Marelan Halim dikatakannya tak ada memerintah membongkar lapak pedagang di depan Pasar Marelan lama,” kata Sitorus.
Demikian juga penjelasan pedagang lain. Mereka mengaku terkejut Lapak nya dirusak dan barang-barang mereka hilang dibawa para perusak. Dalam waktu dekat mereka mengaku akan melaporkan masalah ini ke polisi.
Ketua Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indoonesia (APPSINDO) Marelan, H Sukirman saat ini langsung menghubungi Kepala Pasar Marelan Halim. “Saya langsung menghubungi Kepala Pasar Marelan, Halim. Dia mengaku tak ada menyuruh orang membongkar lapak pedagang di depan Pasar Marelan lama,” kata H Sukirman.
Di ketahui para pedagang pasar Marelan Lama akan di pindahkan ke gedung Pasar Induk Mini Marelan yang sudah rampung dibiayai dana APBD Medan senilai Rp. 20 miliar lebih. Namun anehnya, masalah pedagang di Medan Marelan ini masih terbilang komplit. Selain harga meja dan kios yang mencekik leher, para pedagang juga hingga kini belum mendapatkan kepastian atas lapak dagangan yang dijanjikan PD Pasar Medan.(MR/303-red)